Bos Singapura Digelandang Imigrasi DKI, Diduga Kerja Ilegal 10 Tahun Pakai Visa Kunjungan

Sabtu, 24 Januari 2026 - 07:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dan Penindakan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi DKI Jakarta, I Gusti Bagus Ibrahim. (Posnews/Ist)

dan Penindakan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi DKI Jakarta, I Gusti Bagus Ibrahim. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Imigrasi DKI Jakarta menggelandang bos perusahaan asal Singapura berinisial TLC karena diduga bekerja ilegal di Indonesia hanya dengan visa kunjungan.

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi menindaklanjuti laporan warga dan menangani kasus ini sejak Juli 2025.

Kepala Bidang Pengawasan dan Penindakan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi DKI Jakarta, I Gusti Bagus Ibrahim menegaskan TLC melanggar Undang-Undang Keimigrasian karena menggunakan visa yang tidak sesuai dengan aktivitas kerja yang ia jalankan di Indonesia.

Fakta lapangan menguatkan dugaan pelanggaran. TLC tercatat menjabat sebagai Direktur Utama, Direktur, dan Presiden Komisaris di tiga perusahaan berbeda di Indonesia sejak 2016 hingga 2019.

Baca Juga :  Buronan Pembunuhan AS Diciduk di Bali, Sistem Autogate Imigrasi Langsung Deteksi AJP

Namun, TLC hanya mengantongi visa kunjungan, bukan izin kerja.

“Imigrasi mengungkap Kantor Imigrasi Jakarta Pusat pernah memberi peringatan resmi kepada TLC pada Oktober 2024.”

Meski demikian, TLC tetap beraktivitas tanpa mengubah status visanya sesuai ketentuan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat ini, petugas meneliti dokumen dan menelusuri kronologi kerja ilegal TLC, termasuk awal aktivitas serta modus pelanggaran aturan keimigrasian.

Jika penyidik memperkuat alat bukti, Imigrasi mengancam menjatuhkan sanksi deportasi serta mencabut hak masuk TLC ke Indonesia.

Baca Juga :  Geng Motor Sadis di Pademangan, Hujani Bacokan Pemuda 20 Tahun Pakai Celurit

Kasus ini menjadi bagian dari pengetatan pengawasan keimigrasian nasional. Imigrasi terus menggelar operasi penindakan terhadap pelanggaran izin tinggal, penyalahgunaan visa, serta WNA yang bekerja ilegal dan overstay.

Pengamat hukum menilai kasus ini sebagai pelanggaran berat. Ia menegaskan kerja ilegal tanpa izin selama bertahun-tahun berpotensi berujung pidana dan penempatan di rumah detensi imigrasi.

“Kerja ilegal selama hampir 10 tahun itu sangat serius,” tegasnya. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

101 Orang Dipulangkan, Polisi Kejar Aktor Intelektual Aksi Anarkis
Iran Ancam Serangan Panjang dan Menyakitkan Terhadap Posisi AS
He Lifeng Serukan Penguatan Kerja Sama China-Belgia
Bocah 4 Tahun di Rokan Hilir Meninggal Diduga Diperkosa, Polisi Usut Tuntas
Pakistan Resmikan Kapal Selam Kelas Hangor Pertama di China
Australia dan Korea Selatan Perkuat Pasokan di Tengah Krisis
150 Massa Bertopeng Bikin Ricuh May Day Bandung, Polisi Buru Pelaku
May Day Bandung Ricuh, Massa Bakar Videotron dan Pos Polisi di Dago

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 12:29 WIB

101 Orang Dipulangkan, Polisi Kejar Aktor Intelektual Aksi Anarkis

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:54 WIB

Iran Ancam Serangan Panjang dan Menyakitkan Terhadap Posisi AS

Sabtu, 2 Mei 2026 - 10:49 WIB

He Lifeng Serukan Penguatan Kerja Sama China-Belgia

Sabtu, 2 Mei 2026 - 10:07 WIB

Bocah 4 Tahun di Rokan Hilir Meninggal Diduga Diperkosa, Polisi Usut Tuntas

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:46 WIB

Pakistan Resmikan Kapal Selam Kelas Hangor Pertama di China

Berita Terbaru

Ilustrasi, Ambang perang terbuka. Teheran memperingatkan balasan mematikan jika Washington melancarkan serangan baru, sementara penutupan Selat Hormuz terus mencekik 20% pasokan energi dunia. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Iran Ancam Serangan Panjang dan Menyakitkan Terhadap Posisi AS

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:54 WIB

Visi kemitraan masa depan. Wakil Perdana Menteri China He Lifeng mengajak Belgia untuk mempererat tradisi kerja sama yang saling menguntungkan dan menjaga sistem perdagangan dunia yang terbuka di tengah dinamika hubungan China-Uni Eropa.  Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

He Lifeng Serukan Penguatan Kerja Sama China-Belgia

Sabtu, 2 Mei 2026 - 10:49 WIB

Modernisasi armada laut. Presiden Pakistan Asif Ali Zardari meresmikan kapal selam pertama dari delapan unit kelas Hangor di Sanya, China, sebagai langkah strategis memperkuat pertahanan maritim dan deterensi di kawasan Samudra Hindia. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pakistan Resmikan Kapal Selam Kelas Hangor Pertama di China

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:46 WIB