BANDUNG, POSNEWS.CO.ID – Gubernur Dedi Mulyadi meluncurkan program pemulihan ekosistem Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) dengan menggaji warga sekitar sebagai garda depan reboisasi.
Selain upah bulanan, warga juga menerima 3-4 ekor domba sebagai modal ternak.
Dedi menjelaskan, gaji warga Rp 1,5 juta–2,5 juta per bulan, tergantung tingkat kesulitan dan ketinggian lokasi kerja.
Program ini bertujuan memulihkan hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, yang selama ini hanya menjadi penonton eksploitasi gunung tertinggi di Jawa Barat.
Selain insentif ekonomi, Dedi menyoroti krisis air bersih di kaki Gunung Ciremai. Ia mengungkap, warga kesulitan air karena sumber daya tersebut dikomersialisasi PDAM dan pihak swasta lewat pipa ilegal.
Dedi memberi ultimatum tegas agar penyedotan air ilegal dihentikan.
“Air untuk konsumsi dan pertanian masyarakat tidak boleh kurang. Jangan sampai warga menjerit karena pertanian mati sementara air dijual,” tegasnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penertiban Izin Pengelola Wisata
Pemprov Jabar juga menertibkan izin wisata di TNGC. Dedi menemukan indikasi penyalahgunaan izin, di mana pengembang membangun fasilitas jauh melebihi kuota lahan resmi.
“Kalau izinnya 2 hektare, ya bangunannya maksimal 2 hektare. Jangan izin 2 hektare tapi membangun 30 hektare. Jalur dan aktivitas wisata juga harus dibatasi,” jelas Dedi.
Dukungan untuk Desa Penyangga
Dedi menugaskan kepala daerah setempat mengkoordinasikan 50 desa penyangga agar masuk program desa prioritas Pemprov Jabar.
Setiap desa mendapat bantuan awal Rp5 juta untuk pendataan kebutuhan dasar.
Desa-desa ini nantinya akan menerima dukungan infrastruktur penuh, sehingga masyarakat tidak lagi bergantung pada kegiatan merusak hutan.
“Selanjutnya, desa-desa itu akan menjadi prioritas bantuan Pemprov Jabar untuk menyelesaikan persoalan infrastruktur dasar,” tutup Dedi.(red)
Editor : Hadwan


















