Xi Jinping Sapa Museveni, China-Uganda Perkuat Poros Strategis

Minggu, 25 Januari 2026 - 10:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Beijing pererat cengkeraman persahabatan di Afrika Timur. Xi Jinping puji Yoweri Museveni sebagai kawan lama dan siap implementasikan hasil KTT FOCAC. Dok: Istimewa.

Beijing pererat cengkeraman persahabatan di Afrika Timur. Xi Jinping puji Yoweri Museveni sebagai kawan lama dan siap implementasikan hasil KTT FOCAC. Dok: Istimewa.

KAMPALA, POSNEWS.CO.ID – Diplomasi China di benua Afrika kembali menunjukkan soliditasnya. Pada hari Jumat (24/1), Presiden China Xi Jinping secara resmi mengirimkan pesan kawat diplomatik kepada Yoweri Museveni. Pesan ini berisi ucapan selamat atas terpilihnya kembali Museveni sebagai Presiden Uganda.

Dalam pesannya, Xi tidak sekadar memberikan selamat formal. Ia menekankan ikatan emosional dan strategis yang kuat antara kedua negara.

“Presiden Museveni adalah teman lama rakyat China,” ujar Xi.

Xi memuji komitmen jangka panjang Museveni dalam mempromosikan perkembangan hubungan China-Uganda. Pihak China, menurut Xi, sangat menghargai dedikasi tersebut.

Baca Juga :  Kongres AS Mengamuk Tak Diberitahu Soal Penyerbuan Venezuela

Dukungan Timbal Balik “Inti”

Xi menyoroti bahwa China dan Uganda terikat oleh persahabatan tradisional yang telah lama terjalin. Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan ini makin erat berkat dukungan timbal balik yang tegas.

Kedua negara sepakat untuk saling mendukung dalam isu-isu yang menyangkut kepentingan inti (core interests) dan keprihatinan utama masing-masing. Langkah ini sering kali diterjemahkan sebagai dukungan politik di panggung internasional, di mana China dan Uganda mempertahankan koordinasi yang efektif dalam urusan regional maupun global.

Implementasi Hasil KTT Beijing

Menatap ke depan, Xi menyatakan bahwa ia sangat mementingkan hubungan China-Uganda. Ia siap bekerja sama dengan Museveni untuk memperdalam rasa saling percaya politik.

Baca Juga :  Misi Penyelamatan Tokyo: Jepang Kerahkan Pesawat Carter Evakuasi Warga dari Timur Tengah

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fokus utamanya kini adalah implementasi nyata. Xi bertekad mewujudkan hasil-hasil dari KTT Forum Kerja Sama China-Afrika (FOCAC) di Beijing. Tujuannya adalah mempromosikan pengembangan mendalam dari “kemitraan kerja sama strategis komprehensif” China-Uganda.

Kerja sama praktis di berbagai bidang telah membuahkan hasil yang bermanfaat, dan Xi berharap momentum ini akan terus berlanjut demi keuntungan yang lebih besar bagi rakyat kedua negara.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Sumber Berita: Xinhua News Agency

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sidang Panas DHS: Markwayne Mullin Berdebat dengan Rand Paul dan Ubah Visi ICE
Kiamat Energi Teluk: Serangan Lapangan Gas Pars dan Rudal Iran ke Qatar-Saudi
Samoa dan Tonga Minta Bantuan Darurat Selandia Baru
Israel Hancurkan Jembatan Sungai Litani dan Ratakan Pusat Kota Beirut
Sengketa Taiwan di KTT Washington: Jepang Bantah Adanya Pergeseran Besar Kebijakan Militer
Takaichi Temui Trump di Washington di Tengah Pusaran Perang Iran
Posisi Hilal di Indonesia Belum Memenuhi Syarat MABIMS, Ini Penjelasan Kemenag
Arus Mudik Memuncak, Pelabuhan Merak Dipadati 19 Ribu Kendaraan dan 593 Ribu Penumpang

Berita Terkait

Kamis, 19 Maret 2026 - 17:30 WIB

Sidang Panas DHS: Markwayne Mullin Berdebat dengan Rand Paul dan Ubah Visi ICE

Kamis, 19 Maret 2026 - 17:00 WIB

Kiamat Energi Teluk: Serangan Lapangan Gas Pars dan Rudal Iran ke Qatar-Saudi

Kamis, 19 Maret 2026 - 16:30 WIB

Samoa dan Tonga Minta Bantuan Darurat Selandia Baru

Kamis, 19 Maret 2026 - 16:00 WIB

Israel Hancurkan Jembatan Sungai Litani dan Ratakan Pusat Kota Beirut

Kamis, 19 Maret 2026 - 15:30 WIB

Sengketa Taiwan di KTT Washington: Jepang Bantah Adanya Pergeseran Besar Kebijakan Militer

Berita Terbaru

Misi kemanusiaan di zona merah. Badan pelayaran PBB mengusulkan pembentukan koridor maritim aman guna mengevakuasi 20.000 pelaut dan ratusan kapal yang terjebak blokade Iran di Selat Hormuz. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Samoa dan Tonga Minta Bantuan Darurat Selandia Baru

Kamis, 19 Mar 2026 - 16:30 WIB