Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Serangan di Lebanon Selatan

Selasa, 31 Maret 2026 - 09:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Duka bagi korps perdamaian. Tiga personel UNIFIL asal Indonesia gugur dalam dua insiden terpisah di Lebanon Selatan, menandai jatuhnya korban pertama dari pasukan PBB sejak perang Israel-Hezbollah pecah Maret 2026. Dok: Kompas Internasional.

Duka bagi korps perdamaian. Tiga personel UNIFIL asal Indonesia gugur dalam dua insiden terpisah di Lebanon Selatan, menandai jatuhnya korban pertama dari pasukan PBB sejak perang Israel-Hezbollah pecah Maret 2026. Dok: Kompas Internasional.

BEIRUT, POSNEWS.CO.ID – Misi perdamaian internasional di Lebanon kini berduka. Tiga personel pasukan perdamaian PBB (UNIFIL) asal Indonesia gugur dalam dua insiden mematikan di wilayah selatan Lebanon dalam kurun waktu 24 jam terakhir.

Dalam konteks ini, kematian para prajurit tersebut merupakan kehilangan pertama bagi pasukan PBB sejak perang antara Israel dan kelompok bersenjata Hezbollah pecah pada 2 Maret lalu. Oleh karena itu, insiden ini memicu gelombang kecaman internasional terhadap keselamatan personel non-kombatan di zona konflik.

Detail Dua Insiden Mematikan di Selatan

Insiden pertama terjadi pada Minggu malam di dekat desa Adchit al-Qusayr. Sebuah proyektil meledak di dekat posisi pasukan Indonesia, menewaskan satu prajurit dan melukai satu lainnya secara kritis. Selanjutnya, insiden kedua terjadi pada Senin sore di wilayah Bani Hayyan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dua prajurit TNI lainnya tewas seketika setelah ledakan dahsyat menghancurkan kendaraan militer mereka. Akibatnya, UNIFIL kini sedang melakukan penyelidikan intensif untuk memastikan asal ledakan tersebut. “Ini adalah dua insiden terpisah yang sedang kami dalami secara serius,” tegas juru bicara UNIFIL, Kandice Ardiel.

Baca Juga :  BPBD DKI Sebar 2,4 Ton CaO dalam Operasi Modifikasi Cuaca Hari ke-9 di Jakarta

Indonesia Mengecam Serangan Artileri Israel

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia segera merespon tragedi tersebut dengan nada keras pada hari Senin. Pemerintah mengonfirmasi bahwa korban merupakan warga negara Indonesia (WNI). Bahkan, Indonesia menyebut jatuhnya korban disebabkan oleh tembakan artileri tidak langsung dari pihak Israel.

“Setiap bahaya yang menimpa pasukan perdamaian sama sekali tidak dapat diterima,” tulis pernyataan resmi Kemlu RI. Indonesia mengutuk agresi militer Israel di Lebanon Selatan yang kian tidak terkendali. Sebagai hasilnya, Jakarta mendesak perlindungan penuh bagi seluruh personel PBB yang bertugas memantau garis demarkasi.

Peringatan PBB: Potensi Kejahatan Perang

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres memberikan peringatan keras atas insiden ini. Ia menyatakan bahwa serangan terhadap penjaga perdamaian merupakan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional. Terlebih lagi, Guterres menekankan bahwa tindakan tersebut dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang di bawah yurisdiksi hukum internasional.

Di sisi lain, militer Israel mengeklaim sedang meninjau laporan mengenai kedua insiden tersebut secara mendalam. Israel berupaya menentukan apakah ledakan itu berasal dari aktivitas militer mereka atau serangan dari pihak Hezbollah. Meskipun demikian, komunitas internasional tetap menuntut akuntabilitas atas keselamatan ribuan personel UNIFIL di lapangan.

Baca Juga :  Tantang Kebijakan Trump: Kanselir Friedrich Merz Cari Mitra Strategis di Tiongkok

Akhir Pekan Berdarah: Medis dan Jurnalis Jadi Target

Tragedi pasukan perdamaian ini terjadi setelah “akhir pekan berdarah” yang melumpuhkan layanan sipil di Lebanon. Sedikitnya 10 paramedis tewas akibat gempuran udara Israel, sementara tiga jurnalis kehilangan nyawa saat mobil mereka dihantam rudal pada hari Sabtu.

Secara simultan, otoritas Lebanon melaporkan total kematian telah mencapai 1.240 jiwa sejak awal Maret. Angka ini mencakup 120 anak-anak dan 80 wanita. Israel bersikeras menargetkan komandan Hezbollah, namun realitas di lapangan menunjukkan kehancuran masif pada fasilitas medis dan pemukiman warga sipil.

Strategi Buffer Zone dan Pembersihan Perbatasan

Militer Israel secara terbuka menyatakan niatnya untuk menguasai zona penyangga hingga Sungai Litani. Oleh sebab itu, pasukan darat terus merangsek masuk ke kota-kota perbatasan Lebanon dan melakukan penghancuran rumah secara sistematis.

Pada akhirnya, dunia kini menanti langkah konkret dari Dewan Keamanan PBB untuk menghentikan siklus kekerasan ini. Dengan gugurnya prajurit Indonesia, tekanan diplomatik bagi gencatan senjata diperkirakan akan semakin menguat guna mencegah jatuhnya lebih banyak korban dari kalangan pasukan penjaga perdamaian internasional di tahun 2026.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hakim AS Tunda Penyatuan Raksasa Paramount dan Warner Bros
Andy Burnham Resmi Mengambil Alih Kepemimpinan Inggris
Parlemen Jepang Gagal Sepakati Pemotongan Pajak Makanan
Menlu ASEAN Kumpul Bahas Tensi Hormuz dan South China Sea
9 Warga Sipil Gaza Tewas Akibat Gempuran Udara
Tensi Hormuz Membara: Gempuran Udara dan Rudal Iran
6 Warga Meninggal dan Puluhan Rumah Hancur di Chupaca
Rusia Gempur Kyiv dengan Rudal Balistik: Zelenskyy Desak Sekutu

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:29 WIB

Hakim AS Tunda Penyatuan Raksasa Paramount dan Warner Bros

Selasa, 21 Juli 2026 - 08:30 WIB

Andy Burnham Resmi Mengambil Alih Kepemimpinan Inggris

Senin, 20 Juli 2026 - 22:25 WIB

Parlemen Jepang Gagal Sepakati Pemotongan Pajak Makanan

Senin, 20 Juli 2026 - 21:17 WIB

Menlu ASEAN Kumpul Bahas Tensi Hormuz dan South China Sea

Senin, 20 Juli 2026 - 10:44 WIB

9 Warga Sipil Gaza Tewas Akibat Gempuran Udara

Berita Terbaru

Mantan direktur kreatif Forza Horizon menilai layanan Xbox Game Pass gagal meraih target pelanggan guna menutupi investasi raksasa Microsoft. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Kegagalan Game Pass Memicu Badai PHK dan Krisis Finansial

Rabu, 22 Jul 2026 - 06:38 WIB

Lompatan besar waralaba populer Nintendo. Game spin-off Splatoon Raiders hadir mengusung genre action RPG dengan kustomisasi mendalam di Switch 2. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Spin-off Action RPG Splatoon Raiders Tampil

Rabu, 22 Jul 2026 - 06:00 WIB