Saat Miliarder dan Wisatawan Gantikan Astronaut Pemerintah

Minggu, 25 Januari 2026 - 18:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy


Tonggak sejarah menuju Bulan. Tiongkok berhasil menguji sistem pembatalan darurat wahana Mengzhou dan pemulihan roket Long March-10 di laut untuk pertama kalinya. Dok: Istimewa.

Tonggak sejarah menuju Bulan. Tiongkok berhasil menguji sistem pembatalan darurat wahana Mengzhou dan pemulihan roket Long March-10 di laut untuk pertama kalinya. Dok: Istimewa.

CALIFORNIA, POSNEWS.CO.ID – Hingga baru-baru ini, perjalanan ke luar angkasa adalah wilayah eksklusif pemerintah, terutama Rusia dan Amerika Serikat. Namun, seiring menyusutnya anggaran negara dan meroketnya kekayaan pribadi, lanskap penjelajahan kosmos berubah total.

Era komersialisasi bermula ketika miliarder Dennis Tito membayar $20 juta (sekitar Rp 315 miliar) untuk menumpang pesawat ruang angkasa Soyuz Rusia. Ia menikmati liburan seminggu di stasiun luar angkasa, menjadi turis antariksa pertama dalam sejarah.

Sejak itu, tujuh turis lain mengikuti jejaknya. Meski kontribusi finansial mereka masih kecil dalam skala industri, ini adalah sinyal awal dari bisnis masa depan yang menjanjikan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ambisi Branson dan 20.000 Peminat

Richard Branson, miliarder di balik Virgin Galactic, memimpin gelombang baru ini. Rencananya ambisius: membawa warga sipil dalam penerbangan suborbital.

Tentu, ada kemunduran tragis, termasuk kecelakaan uji coba yang menewaskan seorang co-pilot. Namun, minat publik tak terbendung. Tiket seharga $250.000 (Rp 3,9 miliar) per kursi tidak menyurutkan nyali 20.000 orang yang telah menyatakan minatnya.

Baca Juga :  Mahasiswi Tewas di Apartemen Cikarang, 5 Tersangka Obat Aborsi Ilegal Ditangkap

Tampaknya, orang-orang yang ingin merasakan gravitasi nol sepenuhnya sadar akan bahayanya dan bersedia mengambil risiko. Dengan hampir 2.000 miliarder di dunia pada 2016—angka yang terus bertambah—Branson mungkin hanya melayani puncak gunung es dari investor kaya yang ingin mewujudkan mimpi masa kecil mereka.

Roket vs Hollywood: Mana Lebih Mahal?

Kunci sukses bisnis ini adalah “roket yang dapat digunakan kembali” (reusable vehicles). Inilah cawan suci yang akan memecahkan hambatan biaya, membuat wisata luar angkasa terjangkau bagi kelas menengah atas.

Studi terbaru di kalangan milenial AS menunjukkan potensi pasar yang masif. Jika harga tiket turun lima kali lipat, industri wisata luar angkasa bisa meraup pendapatan $20 miliar per tahun.

Angka $20 miliar ini menarik karena setara dengan pendapatan tahunan industri film AS. Analogi ini membuka perspektif baru.

Pada tahun 1960-an, peluncuran roket memakan biaya ratusan kali lipat dari film Hollywood. Kini, biayanya hampir setara. Film Avatar dan misi pesawat ruang angkasa Kepler sama-sama menelan biaya sekitar $400 juta.

Baca Juga :  Vivo Siapkan Varian Tertinggi: X500 Pro Max Muncul di Database IMEI

Pertanyaannya: Dengan setengah miliar dolar, mana yang Anda pilih? Menonton film tentang kehidupan di planet lain, atau membiayai misi nyata untuk menemukan planet mirip Bumi?

Hotel Luar Angkasa dan Iklan di Bulan

Masa depan sudah di depan mata. Setelah fase awal penerbangan suborbital stabil, perusahaan swasta berencana membangun hotel luar angkasa. Orang kaya tidak hanya akan terbang, tetapi menginap di sana.

Namun, komersialisasi ini memicu kekhawatiran etis. Apakah kita siap melihat papan iklan raksasa melayang di orbit? Atau Bulan yang penuh dengan sampah komersial?

Regulasi menjadi tantangan berat. Meskipun ada Treaty of the Moon yang menyatakan tidak ada yang boleh memiliki Bulan atau Mars, fakta pahitnya adalah: tidak ada satu pun negara penjelajah angkasa yang menandatangani perjanjian tersebut.

Masa depan perjalanan luar angkasa belum pernah semenarik ini. Anak-anak yang menempel poster planet di kamar tidur mereka kini memiliki peluang nyata untuk pergi ke sana. Namun, dunia harus bertanya: berapa harga yang harus dibayar planet ini untuk ambisi tersebut?

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Zelenskyy dan Trump Gelar Pertemuan Penting di Gedung Putih
Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China
El Nino Kuat dan Mandat B50 Indonesia Dorong Penguatan Pasar
Pemerintah Minta AS Bebaskan Tarif Impor Minyak Sawit
Malaysia Siapkan Peningkatan Campuran Biodiesel B12 dan B15
Puncak 15 Pekan: Harga Minyak Sawit Malaysia Melandai
Lonjakan Harga Global Tekan Impor Minyak Nabati India
Polisi Tembak Mati Pelaku Penabrakan Minivan Pride

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:12 WIB

Zelenskyy dan Trump Gelar Pertemuan Penting di Gedung Putih

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:09 WIB

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:00 WIB

El Nino Kuat dan Mandat B50 Indonesia Dorong Penguatan Pasar

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:17 WIB

Pemerintah Minta AS Bebaskan Tarif Impor Minyak Sawit

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:13 WIB

Malaysia Siapkan Peningkatan Campuran Biodiesel B12 dan B15

Berita Terbaru

Langkah taktis amankan benteng udara. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menemui Donald Trump di Washington guna membahas produksi mandiri rudal Patriot. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy dan Trump Gelar Pertemuan Penting di Gedung Putih

Kamis, 30 Jul 2026 - 16:12 WIB

Langkah taktis Teheran amankan wilayah udara. Iran membeli 400 peluncur rudal panggul buatan China bernilai 70 juta dolar AS guna memperkuat pertahanan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China

Kamis, 30 Jul 2026 - 14:09 WIB