WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Amerika Serikat sedang berjuang melawan amukan alam. Sebuah badai musim dingin yang kuat menyapu sebagian besar wilayah negeri Paman Sam pada hari Senin (26/1), meninggalkan jejak kehancuran yang fatal.
Menurut laporan ABC News, setidaknya 14 orang tewas akibat cuaca ekstrem ini.
Dampaknya terhadap infrastruktur transportasi sangat melumpuhkan. Situs pelacakan penerbangan FlightAware mencatat bahwa maskapai penerbangan terpaksa membatalkan lebih dari 3.600 penerbangan dan menunda 714 lainnya hingga Senin dini hari.
Angka ini menambah mimpi buruk bagi para pelancong, menyusul lebih dari 11.000 pembatalan yang terjadi pada hari Minggu sebelumnya. Otoritas memperkirakan jumlah pembatalan dan penundaan akan terus meningkat seiring berjalannya hari.
Bandara Utama Lumpuh
Bandara Internasional Logan Boston, Bandara Internasional Dallas Fort Worth, dan Bandara Internasional John F. Kennedy New York termasuk di antara yang paling parah terdampak.
Layanan Cuaca Nasional AS (National Weather Service) menjelaskan bahwa tekanan rendah di selatan New England diperkirakan bergerak ke timur di atas Atlantik. Pergerakan ini membawa salju lebat ke bagian Timur Laut dan hujan beku di seluruh bagian Mid-Atlantic.
Salju juga diperkirakan akan turun di sepanjang wilayah Appalachian, sementara hujan akan menyebar di sepanjang pantai Tenggara saat front dingin bergerak ke lepas pantai.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Merespons kekacauan ini, maskapai besar AS meluncurkan pengabaian perjalanan (travel waivers) dan opsi pemesanan ulang yang fleksibel untuk membantu penumpang. Namun, operasional maskapai yang sangat saling terhubung membuat pemulihan menjadi rumit karena pesawat dan kru berada di posisi yang salah akibat pembatalan massal.
Bahaya di Jalan Raya dan Pemadaman Listrik
Badai tidak hanya mengacaukan langit, tetapi juga jalan raya. Badan Manajemen Darurat Federal (FEMA) mengeluarkan peringatan keras bahwa kondisi mengemudi bisa menjadi sangat berbahaya. Kondisi seperti badai salju (blizzard-like), angin kencang, dan es menyebar lebih jauh, membuat perjalanan darat berisiko tinggi.
Sementara itu, jaringan listrik tak luput dari hantaman badai. Ratusan ribu pelanggan di beberapa negara bagian AS—dari Tennessee hingga Carolina—melaporkan pemadaman listrik.
Data dari PowerOutage.us menunjukkan angka yang mencemaskan: lebih dari 820.000 pelanggan hidup tanpa listrik pada Senin pagi. Tennessee melaporkan jumlah kasus tertinggi, memaksa warga bertahan dalam kegelapan di tengah suhu yang membeku.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia


















