Mobil Ini Berjalan dengan Angin dan Biayanya Cuma 50 Sen!

Rabu, 28 Januari 2026 - 20:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Insinyur F1 ciptakan mobil masa depan. Isi bahan bakar hanya 90 detik, nol emisi, dan lebih murah daripada secangkir kopi. Apakah ini akhir dari dominasi minyak? Dok: Unsplash.

Ilustrasi, Insinyur F1 ciptakan mobil masa depan. Isi bahan bakar hanya 90 detik, nol emisi, dan lebih murah daripada secangkir kopi. Apakah ini akhir dari dominasi minyak? Dok: Unsplash.

MUMBAI, POSNEWS.CO.ID – Betapapun mahal, berbahaya, atau memacetkan jalanan, mobil tidak akan pergi ke mana-mana. Industri ini terlalu raksasa untuk runtuh. Namun, bagaimana jika kita bisa mengubah jantung pacunya?

Guy Negre, seorang insinyur Prancis yang pernah meracik mesin balap Formula Satu untuk Renault, menghabiskan 15 tahun terakhir untuk menjawab pertanyaan itu. Hasilnya adalah Airpod—kendaraan kompak yang berjalan bukan dengan bensin, bukan listrik, melainkan udara.

Negre menciptakan Airpod dengan misi lingkungan yang jelas. Sektor transportasi menyumbang sepertujuh dari seluruh polusi udara. Mobil hibrida bensin-listrik sering digadang-gadang sebagai penyelamat, namun menurut Negre, tingkat polusinya nyaris tidak beda jauh dengan mesin pembakaran biasa.

Sebaliknya, Airpod hanya memproduksi 10% karbon monoksida dibandingkan mobil konvensional. Ini adalah napas segar yang harfiah bagi bumi.

50 Sen untuk 200 Kilometer

Daya tarik utama Airpod bukan hanya lingkungan, tapi juga dompet. Mobil ini dirancang untuk konsumen di negara berkembang.

Spesifikasinya mencengangkan. Mesin 180cc miliknya mampu melaju hingga kecepatan 70 km/jam. Jarak tempuhnya mencapai 220 kilometer sekali isi.

Yang paling revolusioner adalah biayanya. Mengisi tangki udara di kompresor berkecepatan tinggi hanya butuh waktu 90 detik. Biayanya? Sekitar 50 sen (Rp 7.800) untuk perjalanan sejauh 220 km. Bandingkan dengan biaya bensin atau waktu pengisian baterai mobil listrik yang memakan waktu berjam-jam.

Baca Juga :  Viral Ibu dan Bayi Tidur di Ruang Polisi, Polres Jakpus: Tersangka Kasus Penipuan Rp420 Juta

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Cara Kerja: Joystick dan Tangki Plastik

Airpod bukan mobil biasa. Bodinya terbuat dari fiberglass—sepuluh kali lebih kuat dari baja namun sangat ringan. Berat totalnya hanya 220 kg.

Pengemudi mengendalikannya menggunakan joystick, bukan setir bundar. Penumpang duduk menghadap ke belakang, sebuah desain yang unik namun efisien ruang.

Di balik kap mesin, piston digerakkan oleh pelepasan udara bertekanan. Tangki termoplastik menyimpan hingga 175 liter udara pada tekanan 180 kali lipat ban mobil biasa.

Kekhawatiran tentang ledakan sering muncul. Namun, desain tangki termoplastik memastikan bahwa jika terjadi kecelakaan, tangki akan membelah untuk melepaskan udara, bukan meledak berkeping-keping seperti bom.

Rebutan Pasar: Tata India hingga Bandara Belanda

Potensi bisnisnya tercium tajam. AK Jagadeesh dari konglomerat India, Tata, telah menandatangani kesepakatan senilai $60 juta.

“Kami akan menggunakan teknologi Airpod di mobil Tata Nano,” ujarnya. Langkah ini bisa merevolusi transportasi murah di India.

Di Belanda, Marcus Waardenberg terkesan setelah uji coba di bandara besar. “Airpod melaju di atas 40 km/jam, senyap, dan mudah bermanuver,” katanya. Perusahaannya kini mengganti armada kendaraan layanan listrik dengan Airpod.

Baca Juga :  Babak Baru Microsoft dan OpenAI: Hentikan Bagi Hasil Pendapatan demi Kemandirian dan IPO

Ulf Bossel, konsultan energi berkelanjutan, melihat celah pasar lain: mobil kedua bagi keluarga atau kendaraan bagi populasi lansia di Eropa dan Amerika Utara yang tidak lagi mampu membeli mobil konvensional mahal.

Skeptisisme: Aman atau Rapuh?

Namun, tidak semua orang yakin. Mantan pembalap juara, Martella Valentina, merasa tidak aman. “Ada begitu banyak pengemudi agresif di luar sana. Sebagai wanita, saya tidak merasa aman di Airpod,” katanya, sembari mengeluhkan pengisian daya semalaman di rumah yang merepotkan.

Kritik teknis datang dari insinyur otomotif Hamid Khan. Ia skeptis terhadap klaim penyimpanan energi dan jarak tempuh.

“Negre mengklaim fiberglass lebih kuat dari baja, tetapi Airpod terlihat seolah-olah akan hancur di bawah roda sedan normal,” komentar Khan pedas. Ia juga menyoroti kurangnya data uji tabrakan independen.

Meski kontroversial, Negre terus melaju. Dengan kontrak manufaktur di AS, Amerika Latin, dan Eropa, udara bertekanan mungkin tidak lagi sekadar memompa ban, tetapi memompa masa depan transportasi kita.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tempat Hiburan di Jakbar Terseret Narkoba, Pemprov DKI Tutup B Fashion dan The Seven
Begal Makin Nekat di Jakarta, Polda Metro Turunkan Tim Khusus Siaga Nonstop
WN Italia Dijambret di Bundaran HI, Polisi Buru Pelaku Bermotor Merah
Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus, 334 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jabotabek
Bagaimana Gajah Namibia Mendengar Dunia Melalui Kaki dan Belalai?
Danau Bosumtwi dan Upaya Peneliti Membaca Jejak Iklim Purba
Penembak Bripka Arya Supena di Lampung Tewas Ditembak Polisi Usai Baku Tembak
Pria Perekam Wanita Mandi di Muara Baru Ditangkap, Aksi Cabul di Toilet Umum Bikin Geger

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 19:25 WIB

Tempat Hiburan di Jakbar Terseret Narkoba, Pemprov DKI Tutup B Fashion dan The Seven

Jumat, 15 Mei 2026 - 19:09 WIB

Begal Makin Nekat di Jakarta, Polda Metro Turunkan Tim Khusus Siaga Nonstop

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:54 WIB

WN Italia Dijambret di Bundaran HI, Polisi Buru Pelaku Bermotor Merah

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:45 WIB

Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus, 334 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jabotabek

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:53 WIB

Bagaimana Gajah Namibia Mendengar Dunia Melalui Kaki dan Belalai?

Berita Terbaru

Sumber: Pfüderi.ch

INTERNASIONAL

Bagaimana Gajah Namibia Mendengar Dunia Melalui Kaki dan Belalai?

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:53 WIB