Trump Pilih Kevin Warsh Jadi Ketua The Fed

Sabtu, 31 Januari 2026 - 12:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Babak baru perang Gedung Putih vs Bank Sentral. Trump calonkan kritikus Powell sebagai pengganti, sementara Powell isyaratkan perlawanan demi independensi institusi. Dok: Istimewa.

Babak baru perang Gedung Putih vs Bank Sentral. Trump calonkan kritikus Powell sebagai pengganti, sementara Powell isyaratkan perlawanan demi independensi institusi. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengguncang tatanan ekonomi global. Pada hari Jumat (30/1), Trump secara resmi mengumumkan nominasinya untuk posisi paling berpengaruh di dunia keuangan: Ketua Federal Reserve (The Fed).

Pilihan Trump jatuh pada Kevin Warsh, mantan gubernur The Fed berusia 55 tahun yang dikenal sebagai kritikus vokal terhadap kebijakan saat ini.

“Saya dengan senang hati mengumumkan bahwa saya menominasikan Kevin Warsh menjadi KETUA DEWAN GUBERNUR SISTEM FEDERAL RESERVE,” tulis Trump di platform media sosialnya, Truth Social.

Trump memuji Warsh setinggi langit. “Saya sudah mengenal Kevin sejak lama, dan saya tidak ragu dia akan tercatat sebagai salah satu Ketua Fed HEBAT, mungkin yang terbaik. Di atas segalanya, dia adalah ‘central casting’ (berpenampilan sempurna untuk peran tersebut), dan dia tidak akan pernah mengecewakan Anda.”

Rivalitas Lama dan Kritik Tajam

Nominasi ini membuka luka lama. Warsh hampir mendapatkan pekerjaan itu pada masa jabatan pertama Trump sebelum akhirnya kalah dari Jerome Powell. Sejak saat itu, Warsh menjaga profil publik yang stabil melalui pidato dan esai yang kerap mengkritik Powell dan koleganya.

Baca Juga :  Legislatif Setujui Pemakzulan Lai Ching-te, Petisi Online Tembus 8 Juta

Warsh sering menyerang manajemen neraca The Fed, kebijakan suku bunga, dan tindakan lain yang diambil oleh kepemimpinan Powell. Kini, ia kembali sebagai calon pengganti rivalnya.

Investigasi Kriminal dan Independensi The Fed

Langkah Trump ini terjadi dalam konteks yang sangat panas. Upaya Trump untuk menguji independensi The Fed telah mencapai level yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pada bulan Januari, Departemen Kehakiman di bawah pemerintahannya memutuskan untuk membuka penyelidikan kriminal terhadap Jerome Powell.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Powell sendiri menyebut penyelidikan tersebut sebagai dalih untuk menekan The Fed agar menetapkan kebijakan moneter sesuai keinginan presiden—khususnya terkait pemangkasan suku bunga agresif.

Situasi ini memicu spekulasi liar. Powell mungkin memilih opsi radikal: tetap bertahan di The Fed bahkan setelah masa jabatannya sebagai ketua habis. Langkah ini bisa ia ambil sebagai upaya terakhir untuk melindungi bank sentral dari “penangkapan politik” (political capture).

Baca Juga :  Misteri 40 Tahun Terpecahkan: Pesawat NASA Pioneer

Pertarungan di Senat

Jalan Warsh menuju kursi ketua tidak akan mulus. Posisi ini memerlukan konfirmasi Senat AS. Mengingat ketegangan politik seputar The Fed, proses konfirmasi diprediksi akan menjadi medan pertempuran yang menantang.

Sebelum keputusan ini, Gedung Putih seolah menggelar audisi publik berbulan-bulan. Warsh bersaing dengan penasihat ekonomi Kevin Hassett, gubernur Fed Christopher Waller, dan orang dalam Wall Street Rick Rieder, yang semuanya rutin tampil di televisi untuk memamerkan kredibilitas mereka.

Trump tampaknya bertekad merombak total The Fed. Pada Agustus 2025, ia menunjuk penasihat Stephen Miran ke The Fed, yang kini menjadi pendukung utama pemangkasan suku bunga. Trump juga sedang berusaha memecat Gubernur Fed Lisa Cook—sebuah pertarungan hukum yang kini berada di Mahkamah Agung dan bisa menjadi preseden sejarah pertama seorang presiden memecat pembuat kebijakan The Fed.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Sumber Berita: Xinhua News Agency

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mesin Mati di Perlintasan, Mobil Antar Calon Haji Dihantam Kereta, 4 Orang Tewas
Satgas PHK Resmi Jalan, Dasco: Buruh Bisa Laporkan Upah hingga Ancaman PHK
Libur Panjang May Day, Contraflow Tol Jakarta-Cikampek Diperpanjang hingga KM 47–65
Keir Starmer Desak Publik Buka Mata Pasca-Teror Golders Green
AS Bentuk Koalisi Internasional untuk Paksa Buka Selat Hormuz
Review MacBook Pro M5, Laptop Workstation Paling Bertenaga di Tahun 2026
Jerome Powell Bertahan di Dewan Setelah Jabatan Berakhir guna Melawan Tekanan Trump
AS Tuding China Langgar Kedaulatan, Beijing Sebut Trump Munafik

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:10 WIB

Mesin Mati di Perlintasan, Mobil Antar Calon Haji Dihantam Kereta, 4 Orang Tewas

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:30 WIB

Satgas PHK Resmi Jalan, Dasco: Buruh Bisa Laporkan Upah hingga Ancaman PHK

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:15 WIB

Libur Panjang May Day, Contraflow Tol Jakarta-Cikampek Diperpanjang hingga KM 47–65

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:19 WIB

Keir Starmer Desak Publik Buka Mata Pasca-Teror Golders Green

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:58 WIB

AS Bentuk Koalisi Internasional untuk Paksa Buka Selat Hormuz

Berita Terbaru

Inggris dalam siaga tinggi. PM Keir Starmer menjanjikan tindakan tegas terhadap ekstremisme dan pendanaan keamanan tambahan sebesar ÂŁ25 juta setelah serangan penikaman brutal yang menargetkan komunitas Yahudi di London Utara. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Keir Starmer Desak Publik Buka Mata Pasca-Teror Golders Green

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:19 WIB

Ketegangan di jalur nadi dunia. Amerika Serikat menggalang kekuatan internasional melalui Maritime Freedom Construct (MFC) untuk membuka kembali Selat Hormuz yang tersumbat, sementara harga minyak Brent melonjak hingga USD 126 per barel. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

AS Bentuk Koalisi Internasional untuk Paksa Buka Selat Hormuz

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:58 WIB