Stunting Turun Jadi 19,8 Persen, Dokter Ungkap Ancaman Hidden Hunger pada Anak Indonesia

Minggu, 8 Februari 2026 - 10:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Stunting Menurun, Dokter Soroti Bahaya Gizi Tersembunyi pada Anak. (Ist)

Stunting Menurun, Dokter Soroti Bahaya Gizi Tersembunyi pada Anak. (Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Meski angka stunting nasional terus menurun, Indonesia justru menghadapi ancaman serius lain pada kesehatan anak, yakni hidden hunger atau kelaparan tersembunyi.

SSGI 2024 mencatat prevalensi stunting turun menjadi 19,8 persen, membaik dari 21,5 persen pada 2023. Namun, dokter menegaskan persoalan gizi anak belum selesai.

Dokter Gizi Klinik dr. Monique Carolina Widjaja, M.Gizi, Sp.GK, mengungkapkan banyak anak terlihat sehat dan aktif, tetapi tubuh mereka kekurangan zat gizi penting seperti zat besi, zinc, dan vitamin D akibat pola makan tidak seimbang.

Menurut dr. Monique, banyak orang tua masih menilai kecukupan gizi dari rasa kenyang, bukan kualitas makanan.

Akibatnya, anak mengonsumsi karbohidrat berlebihan, tetapi kekurangan protein hewani dan mikronutrien.

“Orang tua fokus membuat anak kenyang, padahal kualitas gizinya belum tentu tercukupi,” tegasnya.

Baca Juga :  BGN Tegur Kepala SPPG Banyuwangi, Wajib Cek Sekolah Penerima MBG Langsung

Triple Burden Masih Menghantui

Selanjutnya, dr. Monique menegaskan Indonesia menghadapi triple burden of malnutrition, yakni stunting, obesitas, dan defisiensi mikronutrien. Meski stunting menurun, masalah gizi lain justru semakin menguat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menilai peningkatan konsumsi makanan ultra-proses seperti nugget, sosis, sereal manis, dan camilan kemasan menjadi pemicu utama. Makanan ini praktis dan digemari anak, tetapi miskin nilai gizi.

“Dalam jangka panjang, makanan ultra-proses merusak sinyal kenyang alami, memicu obesitas, dan meningkatkan risiko penyakit metabolik sejak dini,” ujarnya.

Hidden Hunger Sering Tak Terlihat

Hidden hunger kerap luput terdeteksi karena gejalanya tidak kasat mata. Orang tua perlu waspada jika anak mudah lelah, sulit konsentrasi, sering sariawan, gusi berdarah, rambut kusam dan rontok, kuku rapuh, atau kerap sakit.

Baca Juga :  Gratis, DKI Buka Sayembara Desain Gapura Lenteng Agung Hadiah Rp10 Juta

“Anak bisa tampak sehat, tetapi tubuhnya kekurangan zat gizi esensial,” jelas dr. Monique.

Karena itu, dr. Monique menekankan pentingnya skrining gizi rutin, meski anak terlihat sehat. Skrining membantu mendeteksi masalah gizi sejak dini dan mencegah stunting terselubung, obesitas, serta penyakit tidak menular.

Idealnya, skrining mencakup pengukuran antropometri, pemeriksaan fisik, evaluasi pola makan, dan pemeriksaan laboratorium bila diperlukan.

Dengan edukasi dan pemantauan rutin, masalah gizi anak dapat dicegah sejak dini. Kesalahan nutrisi pada masa kanak-kanak tidak hanya memengaruhi pertumbuhan fisik, tetapi juga kecerdasan dan produktivitas jangka panjang.

“Nutrisi anak tidak boleh disepelekan. Asupan hari ini menentukan kesehatan dan daya saing mereka di masa depan,” pungkas dr. Monique. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Timur Tengah Membara: Houthi Serang Israel Saat AS Terjunkan Divisi Airborne ke-82
Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi
20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan
Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton
Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun
Update Arus Balik Lebaran 2026, 186 Ribu Kendaraan Serbu Jabodetabek
Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global
Tantangan Ekonomi Perempuan dalam Ekonomi Gig

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:47 WIB

Timur Tengah Membara: Houthi Serang Israel Saat AS Terjunkan Divisi Airborne ke-82

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:00 WIB

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Maret 2026 - 19:30 WIB

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:30 WIB

Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:00 WIB

Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun

Berita Terbaru

Pemberontakan sipil di seluruh negeri. Gelombang ketiga aksi

INTERNASIONAL

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Mar 2026 - 20:00 WIB

Sisi gelap perang energi. Sekitar 20.000 pelaut sipil kini terperangkap di kawasan Teluk, menghadapi kelangkaan pasokan dasar dan ancaman serangan udara saat operator kapal mulai mengabaikan hak-hak keselamatan mereka. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Mar 2026 - 19:30 WIB

Ilustrasi, Modernisasi vs Tradisi. Kyoto mengkaji rencana pelonggaran batas tinggi bangunan dari 31 meter menjadi 60 meter guna menarik investasi, memicu perdebatan mengenai identitas visual ibu kota kuno Jepang tersebut. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun

Minggu, 29 Mar 2026 - 18:00 WIB