Polres Pelabuhan Tanjung Priok Bongkar Sindikat LPG Oplosan, Amankan 2.301 Tabung Gas Ilegal

Minggu, 8 Februari 2026 - 15:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi Tangkap 5 Pelaku Pengoplos LPG 3 Kg ke Tabung 12 Kg dan Gas Portabel. (Posnews/MR)

Polisi Tangkap 5 Pelaku Pengoplos LPG 3 Kg ke Tabung 12 Kg dan Gas Portabel. (Posnews/MR)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Polres Pelabuhan Tanjung Priok berhasil menangkap sindikat yang mengoplos LPG 3 kg bersubsidi di Jakarta Utara dan Bogor.

Polisi menangkap lima tersangka dan menyita total 2.301 tabung gas beserta alat suntik rakitan untuk memindahkan isi gas ilegal.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Aris Wibowo, menegaskan bahwa gas oplosan berpotensi memicu ledakan. “Kebocoran gas bisa membahayakan nyawa pengguna dan tetangga sekitar,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tim Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok memulai pengungkapan dari patroli digital. Polisi menemukan penjualan tabung “Tokai” bekas di platform e-commerce.

Penelusuran ini mengarah ke lokasi produksi di Bogor dan lokasi pengembangan di Jakarta Utara.

Para pelaku memindahkan isi tabung 3 kg bersubsidi ke tabung non-subsidi 12 kg dan 5,5 kg serta tabung portabel menggunakan pipa besi rakitan.

Baca Juga :  BMKG Turunkan Tim Rukyat di 37 Titik, Penentuan 1 Ramadan 2026 Tunggu Sidang Isbat

Polisi mengamankan empat tersangka di Jakarta Utara beserta kendaraan pengangkut dan aktivitas pengoplosan. Satu tersangka di Bogor ditangkap dengan ratusan paket gas portabel siap kirim yang dikemas dalam plastik hitam dan kardus.

Keuntungan Sindikat Fantastis

Praktik ini memberi keuntungan besar. Para pelaku menjual tabung 12 kg hasil oplosan seharga Rp200.000–Rp220.000, padahal mereka membeli gas subsidi hanya Rp19.000–Rp21.000, sehingga meraup untung Rp130.000 per tabung.

Pelaku mengubah satu tabung 3 kg menjadi 10 tabung portabel dan meraih keuntungan Rp90.000 per tabung. Sindikat rata-rata memproses 180 tabung subsidi per bulan.

Barang Bukti yang Disita Polisi

  • 1.146 tabung LPG 3 kg (subsidi)
  • 925 tabung gas portabel ilegal
  • 224 tabung LPG non-subsidi 12 kg
  • 6 tabung non-subsidi 5,5 kg
  • 38 pipa besi rakitan
  • 4 mobil bak pengangkut
Baca Juga :  Viral BBM Tercampur Air di SPBU Parungpanjang Bogor, Pertamina Hentikan Penyaluran Pertalite

Timbangan digital, label pengiriman, plastik packing, rekaman CCTV

Pertamina Ingatkan Masyarakat

Pihak Pertamina Patra Niaga, melalui Indra Pratama, mengingatkan masyarakat membeli LPG hanya di pangkalan resmi dengan papan identitas dan segel utuh.

Polisi menjerat tersangka dengan UU No. 6/2023 tentang Cipta Kerja, UU No. 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen, dan UU No. 2/1981 tentang Metrologi Legal.

Kapolres menegaskan bahwa pihak kepolisian akan terus memperketat pengawasan LPG bersubsidi untuk menjamin keselamatan warga dan memastikan subsidi tepat sasaran. (MR)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Serangan Balik: Ukraina Gempur Terminal Minyak Rusia
Sempat Ditangkap Israel, 9 WNI Relawan Gaza Akhirnya Tiba di Indonesia
Marco Rubio Lawat India guna Pulihkan Hubungan Dagang
Bareskrim Selidiki Blackout Sumatera, Kabel SUTET Putus di Jambi Diuji Forensik
Prancis Larang Masuk Menteri Keamanan Israel
WHO Nyatakan Wabah Strain Bundibugyo sebagai Ancaman Global
Trump Klaim Kesepakatan Damai dengan Iran Hampir Tuntas
Brimob Polda Metro Gagalkan Tawuran dan Balap Liar, Celurit hingga Narkoba Disita

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 18:17 WIB

Serangan Balik: Ukraina Gempur Terminal Minyak Rusia

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:24 WIB

Sempat Ditangkap Israel, 9 WNI Relawan Gaza Akhirnya Tiba di Indonesia

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:14 WIB

Marco Rubio Lawat India guna Pulihkan Hubungan Dagang

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:00 WIB

Bareskrim Selidiki Blackout Sumatera, Kabel SUTET Putus di Jambi Diuji Forensik

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:11 WIB

Prancis Larang Masuk Menteri Keamanan Israel

Berita Terbaru

Bara di garis depan. Pasukan Ukraina meluncurkan serangan drone masif terhadap terminal minyak utama Rusia di Novorossiysk, sementara jumlah korban tewas akibat serangan di asrama mahasiswa Starobilsk mencapai 18 jiwa. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Serangan Balik: Ukraina Gempur Terminal Minyak Rusia

Minggu, 24 Mei 2026 - 18:17 WIB

Misi merajut kembali aliansi. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengunjungi India untuk memulihkan hubungan yang sempat retak akibat sengketa tarif dan perbedaan pandangan strategis terkait kawasan Asia Selatan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Marco Rubio Lawat India guna Pulihkan Hubungan Dagang

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:14 WIB

Sanksi diplomatik Paris. Pemerintah Prancis resmi melarang Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, memasuki wilayahnya sebagai respons atas sikap kontroversialnya terhadap aktivis bantuan Gaza. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Prancis Larang Masuk Menteri Keamanan Israel

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:11 WIB