Aturan Pembelajaran Ramadan 2026 Resmi Terbit, Ini Skema Belajar dan Libur Idulfitri

Sabtu, 14 Februari 2026 - 19:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SEB 3 Menteri Atur Pembelajaran Ramadan 2026, Siswa Belajar Mandiri dan Sekolah. (Posnews/Ist)

SEB 3 Menteri Atur Pembelajaran Ramadan 2026, Siswa Belajar Mandiri dan Sekolah. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah resmi menerbitkan aturan pembelajaran Ramadan 2026 melalui Surat Edaran Bersama (SEB) tiga kementerian.

Melalui kebijakan ini, pemerintah memastikan kegiatan belajar tetap berjalan efektif sekaligus memperkuat karakter dan spiritualitas siswa selama Ramadan 1447 Hijriah.

Tiga kementerian yang menerbitkan aturan tersebut yakni Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Agama, dan Kementerian Dalam Negeri.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mereka menandatangani SEB pada 13 Februari 2026 sebagai pedoman resmi bagi pemerintah daerah, kantor wilayah Kemenag, dan seluruh satuan pendidikan.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan kebijakan ini dirancang agar pembelajaran tetap bermakna tanpa membebani siswa.

Menurutnya, Ramadan bukan hanya bulan ibadah, tetapi juga momentum strategis untuk membentuk karakter, memperkuat iman dan takwa, serta menumbuhkan kepedulian sosial peserta didik.

Selain itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian turut memastikan pemerintah daerah dan sekolah menjalankan aturan ini secara adaptif dan humanis.

Baca Juga :  Polda Metro Jaya Luncurkan Ojol Kamtibmas dan Gerai Rakyat Mart di Stasiun Juanda

Skema Pembelajaran Ramadan 2026: Ini Rinciannya

Pemerintah membagi skema pembelajaran menjadi beberapa tahap agar siswa tetap produktif sekaligus bisa menjalankan ibadah dengan optimal.

18–21 Februari 2026: Belajar Mandiri Berbasis Karakter

Pada tahap awal Ramadan, sekolah mengarahkan siswa untuk belajar mandiri di rumah, tempat ibadah, dan lingkungan masyarakat.

Namun demikian, sekolah tetap memberikan penugasan sederhana dan menyenangkan. Pemerintah juga menekankan agar guru meminimalkan penggunaan gawai dan internet agar siswa tidak terbebani secara digital.

Langkah ini bertujuan mendorong keterlibatan keluarga dalam pendidikan karakter anak selama Ramadan.

23 Februari–14 Maret 2026: Belajar di Sekolah dengan Penguatan Spiritual

Selanjutnya, siswa kembali belajar di sekolah, madrasah, atau satuan pendidikan keagamaan. Selain kegiatan akademik, sekolah dianjurkan menggelar program penguatan iman, akhlak mulia, kepemimpinan, dan kepedulian sosial.

Baca Juga :  Driver Ojol Bonyok Dikeroyok di Tanah Merah, Polisi Tetapkan Satu Tersangka

Bagi siswa beragama Islam, sekolah mendorong kegiatan seperti tadarus Al-Qur’an, pesantren kilat, dan kajian keislaman.

Sementara itu, siswa non-Muslim mengikuti bimbingan rohani sesuai agama dan kepercayaannya masing-masing. Dengan demikian, seluruh peserta didik tetap mendapatkan pembinaan spiritual secara inklusif.

Libur Idulfitri 2026 dan Kembali Sekolah

Pemerintah juga menetapkan libur bersama Idulfitri 1447 H pada 16–20 Maret dan 23–27 Maret 2026.

Selama periode tersebut, siswa diharapkan memanfaatkan waktu untuk bersilaturahmi, mempererat persaudaraan, dan memperkuat nilai kekeluargaan.

Setelah itu, kegiatan pembelajaran kembali berjalan normal pada 30 Maret 2026.

Melalui kebijakan ini, pemerintah tidak hanya menjaga kualitas pendidikan selama Ramadan 2026, tetapi juga mendorong pembentukan generasi yang berkarakter, religius, dan peduli sosial.

Dengan pendekatan adaptif dan humanis, sekolah tetap aktif, siswa tetap produktif, dan nilai-nilai Ramadan semakin membumi dalam dunia pendidikan Indonesia. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Anggaran Polri 2027 Kurang Rp66 Triliun, Remunerasi hingga Pemilu Jadi Alasan
António Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng
Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan
Donald Trump Sebut Benjamin Netanyahu Gila
Mikrofon Bocor Ungkap Obrolan Spontan Para Pemimpin Dunia
Alysa Liu dan Ilia Malinin Siap Beraksi di Skate America
Aliansi SoftBank dan OpenAI: Perangi Krisis Siber Jepang
Bos Nvidia Jensen Huang Desak Masyarakat Cepat Adaptasi

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:06 WIB

Anggaran Polri 2027 Kurang Rp66 Triliun, Remunerasi hingga Pemilu Jadi Alasan

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:48 WIB

António Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng

Rabu, 17 Juni 2026 - 13:31 WIB

Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:21 WIB

Donald Trump Sebut Benjamin Netanyahu Gila

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:12 WIB

Mikrofon Bocor Ungkap Obrolan Spontan Para Pemimpin Dunia

Berita Terbaru

Penderitaan di bawah kuasa geng. Sekretaris Jenderal PBB António Guterres mengunjungi Haiti guna menyaksikan langsung krisis kemanusiaan dan pengungsian massal akibat dominasi geng Viv Ansanm. Dok: (AP Photo/Danica Coto)

INTERNASIONAL

António Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng

Rabu, 17 Jun 2026 - 14:48 WIB

Ketegangan di perairan internasional. Sebuah kapal fregat militer Rusia melepaskan tembakan peringatan ke arah kapal pesiar berbendera Inggris di Selat Inggris. Dok: (AP Photo, File)

INTERNASIONAL

Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan

Rabu, 17 Jun 2026 - 13:31 WIB

Hubungan sekutu yang retak. Presiden Donald Trump mengecam keras Benjamin Netanyahu karena rencana pengeboman Beirut mengancam kelangsungan rencana damai dengan Iran. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Donald Trump Sebut Benjamin Netanyahu Gila

Rabu, 17 Jun 2026 - 12:21 WIB

Sisi jenaka diplomasi global. Rekaman mikrofon bocor menangkap obrolan santai para pemimpin G7 mengenai kebiasaan merokok, sepak bola, hingga teka-teki Greenland. Dok: (Christian Hartmann/Pool Photo via AP)

INTERNASIONAL

Mikrofon Bocor Ungkap Obrolan Spontan Para Pemimpin Dunia

Rabu, 17 Jun 2026 - 11:12 WIB