Bos Nvidia Jensen Huang Desak Masyarakat Cepat Adaptasi

Rabu, 17 Juni 2026 - 08:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menyambut perubahan zaman. CEO Nvidia Jensen Huang menegaskan pentingnya adaptasi teknologi kecerdasan buatan (AI) di tengah kekhawatiran krisis energi nasional. Dok: Istimewa.

Menyambut perubahan zaman. CEO Nvidia Jensen Huang menegaskan pentingnya adaptasi teknologi kecerdasan buatan (AI) di tengah kekhawatiran krisis energi nasional. Dok: Istimewa.

SHERMAN, POSNEWS.CO.ID – CEO Nvidia Jensen Huang mendesak masyarakat dunia untuk segera beradaptasi dengan kehadiran teknologi kecerdasan buatan (AI). Langkah taktis ini menjadi kunci utama untuk menghadapi transisi sosial di era kecerdasan digital masa kini.

Ia menyampaikan pesan penting tersebut dalam sebuah wawancara khusus bersama Associated Press hari Selasa kemarin. Sebab, ia menilai penolakan terhadap perkembangan teknologi baru hanya akan merugikan daya saing masyarakat itu sendiri.

Solusi Pertumbuhan Ekonomi dan Keadilan Digital

Huang bersikap sangat optimis terhadap potensi besar teknologi AI untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi global. Menurutnya, teknologi ini juga memicu berbagai terobosan ilmiah baru yang sangat menguntungkan peradaban manusia.

Ia menilai AI dapat memperkecil kesenjangan akses teknologi yang terjadi di tengah masyarakat Amerika Serikat saat ini. Kini, masyarakat dapat menyelesaikan pekerjaan komputer tingkat lanjut tanpa harus menguasai bahasa pemrograman yang rumit.

Regulasi Pemerintah dan Kepemilikan Saham Publik

Meskipun demikian, Huang tetap mendukung adanya regulasi pemerintah dan standar keselamatan khusus bagi industri kecerdasan buatan. Ia menegaskan bahwa faktor keamanan nasional harus menjadi prioritas utama bagi perkembangan teknologi canggih tersebut.

Di sisi lain, Huang merespons dingin wacana kepemilikan sebagian saham perusahaan AI oleh pemerintah federal Amerika Serikat. Sebelumnya, Presiden Donald Trump dan Senator Bernie Sanders mengusulkan skema kemitraan saham negara tersebut untuk rakyat.

Namun, Huang meyakini masyarakat sudah menerima manfaat besar secara alami melalui kepemilikan saham dan pajak perusahaan.

Krisis Energi Penghambat Infrastruktur AI

Selain masalah regulasi, Huang menyoroti kelemahan fatal Amerika Serikat dalam hal ketersediaan infrastruktur energi listrik. Sebab, pusat data AI membutuhkan pasokan daya listrik yang sangat luar biasa besar untuk melakukan proses komputasi.

Baca Juga :  CIA Prediksi Iran Bertahan 4 Bulan Saat AS Bidik Jaringan

Ia menilai Amerika Serikat menghadapi ketertinggalan yang sangat jauh dalam hal kapasitas produksi energi nasional. Oleh karena itu, keterbatasan energi ini dapat menghalangi laju pengembangan infrastruktur dan cip semikonduktor masa depan.

Inovasi Laser Penghemat Daya di Texas

Nvidia terus mencari solusi cerdas untuk menekan konsumsi energi yang sangat tinggi pada sistem komputasi tersebut. Huang menyampaikan penjelasan tersebut saat meninjau proyek perluasan pabrik Coherent di kota Sherman, Texas.

Pabrik tersebut memproduksi teknologi laser khusus untuk mempercepat transmisi data antar-cip silikon secara efisien. Inovasi teknologi laser ini mampu memangkas penggunaan energi sistem AI hingga mencapai lima puluh persen. Pada akhirnya, dunia kini menanti realisasi konkret dari kolaborasi teknologi hijau demi kelangsungan masa depan industri komputer.

Penulis : Alifa Latifa

Editor : Alifa Latifa

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Alysa Liu dan Ilia Malinin Siap Beraksi di Skate America
Aliansi SoftBank dan OpenAI: Perangi Krisis Siber Jepang
Donald Trump Desak Rusia Akhiri Perang Pasca-Pertemuan
Taiwan Luncurkan Situs Pelaporan Intelijen
Pelacakan Kontak Ebola di Kamp Pengungsian Kongo
Laporan Lowy Institute Ungkap Skenario Perang Digital
Pasukan Khusus Inggris Sasar Pendanaan Perang Putin
Donald Trump Hubungi Vladimir Putin dan Volodymyr Zelenskyy

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 10:01 WIB

Alysa Liu dan Ilia Malinin Siap Beraksi di Skate America

Rabu, 17 Juni 2026 - 09:54 WIB

Aliansi SoftBank dan OpenAI: Perangi Krisis Siber Jepang

Rabu, 17 Juni 2026 - 08:49 WIB

Bos Nvidia Jensen Huang Desak Masyarakat Cepat Adaptasi

Selasa, 16 Juni 2026 - 18:14 WIB

Taiwan Luncurkan Situs Pelaporan Intelijen

Selasa, 16 Juni 2026 - 14:51 WIB

Pelacakan Kontak Ebola di Kamp Pengungsian Kongo

Berita Terbaru

Menghalau senapan mesin siber. SoftBank dan OpenAI meluncurkan layanan keamanan berbasis kecerdasan buatan (AI) guna melindungi sistem infrastruktur vital Jepang. Dok: (AP Photo/Hiro Komae)

TEKNOLOGI

Aliansi SoftBank dan OpenAI: Perangi Krisis Siber Jepang

Rabu, 17 Jun 2026 - 09:54 WIB

Menyambut perubahan zaman. CEO Nvidia Jensen Huang menegaskan pentingnya adaptasi teknologi kecerdasan buatan (AI) di tengah kekhawatiran krisis energi nasional. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Bos Nvidia Jensen Huang Desak Masyarakat Cepat Adaptasi

Rabu, 17 Jun 2026 - 08:49 WIB