BNN Desak Regulasi Ketat Vape dan Gas N2O, 100 Persen Sampel Positif Narkoba

Rabu, 18 Februari 2026 - 23:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Suyudi Ario Seto. (Posnews/Ist)

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Suyudi Ario Seto. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Badan Narkotika Nasional (BNN) menyoroti lonjakan penyalahgunaan rokok elektrik (vape) dan gas dinitrogen oksida (N2O) atau “Whip Pink” sebagai media baru peredaran narkotika.

Karena itu, BNN mendesak pemerintah segera menerbitkan regulasi tegas untuk menutup celah hukum yang dimanfaatkan jaringan narkoba.

Kepala BNN, Komjen Suyudi Ario Seto, menegaskan keberanian politik atau political will menjadi kunci utama dalam memutus rantai penyalahgunaan vape.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menilai Indonesia tidak boleh ragu mengambil langkah keras seperti negara lain.

“Keberanian politik dan dukungan regulasi yang kuat adalah kunci. Tanpa itu, kita akan terus kecolongan,” tegas Suyudi di Kantor BNN RI, Jakarta Timur, Rabu (18/2/2026).

Negara Tetangga Sudah Bertindak

Suyudi memaparkan, sejumlah negara telah lebih dulu bertindak tegas. Singapura menerapkan larangan total vape dan memasukkannya dalam ranah penegakan hukum narkotika.

Baca Juga :  Vape Mengandung Narkoba Jadi Perhatian, Prabowo Gandeng Peneliti dan BNN

Selain itu, Thailand dan Maladewa melarang impor serta penjualan rokok elektrik.

Sementara itu, Malaysia tengah bergerak menuju pelarangan menyeluruh produksi dan distribusi vape. Melihat tren global tersebut, Suyudi menegaskan Indonesia tidak boleh tertinggal.

“Indonesia jangan sampai menjadi tempat pembuangan produk yang sudah dilarang negara lain,” tandasnya.

Modus Baru Edarkan Sabu Lewat Vape

Lebih jauh, Suyudi mengungkapkan vape kini menjadi modus operandi baru bandar narkoba. Pelaku memanfaatkan bentuknya yang menyerupai rokok biasa untuk mengelabui aparat.

“Dulu pengguna memakai bong. Sekarang mereka pakai vape. Terlihat seperti merokok biasa, padahal isinya sabu cair atau etomidate,” jelasnya.

Selain vape, BNN juga mengawasi peredaran gas N2O atau “Whip Pink” yang kerap disalahgunakan untuk efek euforia dan berpotensi dicampur zat berbahaya.

Hasil Uji Lab: 100 Persen Positif Narkoba

Data terbaru dari Pusat Laboratorium Narkotika BNN menguatkan kekhawatiran tersebut. Sepanjang 2025 hingga awal 2026, laboratorium menguji 341 sampel cairan vape. Hasilnya mencengangkan.

Baca Juga :  Zelenskyy Ingin Pasukan AS di Ukraina sebagai Jaminan Keamanan

Kepala Pusat Lab Narkotika BNN, Supianto, menyebut 134 sampel yang diuji untuk kepentingan pro justitia menunjukkan hasil 100 persen positif mengandung narkotika.

“Kami menemukan ganja sintetis, metamfetamin atau sabu, hingga etomidate dalam berbagai kombinasi,” ungkap Supianto.

Berdasarkan temuan tersebut, BNN secara resmi merekomendasikan pelarangan vape di Indonesia. Supianto menegaskan, tanpa kandungan narkoba pun vape sudah berdampak buruk bagi kesehatan.

“Apalagi jika dicampur narkoba. Karena itu, kami tetap merekomendasikan pelarangan vape,” pungkasnya.

BNN berharap pemerintah dan DPR segera menyusun regulasi komprehensif agar penyalahgunaan vape dan gas N2O tidak semakin meluas di kalangan generasi muda. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sengketa Lahan Summarecon Berujung Dugaan Suap, KPK Telusuri Uang Rp800 Juta
Modus Polisi Gadungan, Komplotan Curi 3 Motor di Kos Jakarta Barat
Aduan Warga Berujung Razia Kalibata City, 45 WNA Jalani Pemeriksaan Imigrasi
Tampak Seperti Game Gacha, Boxkia Diduga Sarana Judi Online, Begini Modusnya
Badan Kapal Masih Panas, Polisi Belum Bisa Olah TKP KMP Batumandi
103 Siswa Diduga Keracunan MBG di Bogor, Dapur Penyedia Disetop 20 Hari
11 Korporasi Terseret Kasus Karhutla, Tiga Perusahaan Bermodal Asing
Beras Fortifikasi Dijual Mahal, 25 Merek Tak Penuhi Syarat

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:31 WIB

Sengketa Lahan Summarecon Berujung Dugaan Suap, KPK Telusuri Uang Rp800 Juta

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:18 WIB

Modus Polisi Gadungan, Komplotan Curi 3 Motor di Kos Jakarta Barat

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:25 WIB

Aduan Warga Berujung Razia Kalibata City, 45 WNA Jalani Pemeriksaan Imigrasi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:32 WIB

Tampak Seperti Game Gacha, Boxkia Diduga Sarana Judi Online, Begini Modusnya

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:36 WIB

Badan Kapal Masih Panas, Polisi Belum Bisa Olah TKP KMP Batumandi

Berita Terbaru

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengecam klaim bohong Donald Trump dan manipulasi gambar AI terkait kerusuhan Paris. Simak ulasan lengkapnya. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Macron Kecam Narasi Pemimpin Asing Atas Kerusuhan Prancis

Jumat, 23 Okt 2026 - 07:18 WIB