JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kepulan asap tebal membumbung dari Dermaga Kaliadem, Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (19/7/2026).
Tiga kapal nelayan tradisional terbakar hingga membuat nelayan dan warga di sekitar lokasi panik.
Api dengan cepat membesar dan melalap kapal-kapal tersebut. Bahkan, kobaran api merembet ke kapal lain yang berada di sekitar lokasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Situasi pun sempat mencekam. Nelayan dan warga bergegas menjauh dari titik kebakaran karena khawatir api terus menjalar dan membakar kapal-kapal lain yang bersandar di dermaga.
Tiga Kapal Nelayan Terbakar
Kebakaran terjadi di kawasan Dermaga Kaliadem, Muara Angke. Ketiga kapal yang terbakar diketahui merupakan kapal tradisional yang digunakan nelayan untuk menangkap ikan.
Api yang berkobar cepat membuat asap hitam pekat membumbung tinggi. Selain itu, posisi kapal yang berdekatan meningkatkan risiko api menjalar ke kapal lain.
Karena itu, nelayan dan warga di sekitar dermaga langsung meningkatkan kewaspadaan. Mereka menjauh dari lokasi kebakaran untuk menghindari bahaya sekaligus memberi ruang kepada petugas untuk melakukan pemadaman.
Petugas Berjibaku Padamkan Api
Petugas pemadam kebakaran bersama unsur terkait langsung melakukan penanganan. Mereka berupaya memadamkan api dan mencegah kobaran meluas ke kapal-kapal lain.
Hingga berita ini ditulis, petugas masih mendata penyebab kebakaran dan total kerugian. Petugas juga masih memastikan kondisi seluruh nelayan dan warga yang berada di sekitar lokasi.
Kebakaran kapal di Dermaga Kaliadem bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, kebakaran kapal ikan di kawasan Muara Angke juga pernah ditangani dengan pengerahan belasan unit mobil pemadam kebakaran.
Oleh sebab itu, penanganan cepat menjadi kunci untuk mencegah api meluas di kawasan dermaga yang dipenuhi kapal nelayan.
Sementara itu, kondisi cuaca maritim di Pelabuhan Muara Angke pada Minggu diprakirakan relatif tenang dengan tinggi gelombang sekitar 0,3 meter. Namun, angin dapat mencapai sekitar 10 knot dengan hembusan hingga 18 knot pada pagi hari.
Dengan kondisi tersebut, petugas tetap perlu memperhitungkan arah angin selama proses pemadaman agar api tidak semakin cepat menyebar ke kapal-kapal di sekitarnya. MR
Editor : Hadwan













