Awal Ramadan 1447 H, Menag: Momentum Perkuat Kesalehan Sosial dan Harmoni Bangsa

Kamis, 19 Februari 2026 - 10:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Agama Nasaruddin Umar. (Posnews/Kemenang)

Menteri Agama Nasaruddin Umar. (Posnews/Kemenang)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Memasuki 1 Ramadan 1447 Hijriah, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak umat Islam memaknai puasa bukan hanya sebagai ritual tahunan, tetapi sebagai gerakan moral untuk memperkuat kesalehan sosial dan menjaga harmoni kebangsaan.

Pesan itu ia sampaikan bertepatan dengan awal Ramadan yang jatuh pada Kamis (19/2/2026).

Ia menegaskan, Ramadan tidak boleh berhenti pada ibadah personal seperti menahan lapar dan dahaga.

Sebaliknya, bulan suci harus menghadirkan dampak nyata di ruang publik—memperkuat solidaritas, menumbuhkan empati, dan merawat persaudaraan di tengah perbedaan yang menjadi kekayaan bangsa.

“Ramadan adalah momentum memperkuat kesalehan sosial dan merawat harmoni kebangsaan. Ini bukan sekadar ibadah individual, tetapi madrasah ruhani yang membentuk empati, kepedulian, dan tanggung jawab sebagai bagian dari bangsa Indonesia,” tegas Nasaruddin, Kamis (19/2/2026).

Sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin juga menyoroti makna puasa sebagai latihan pengendalian diri. Menurut dia, puasa mengajarkan hidup proporsional dan menahan diri dari sikap berlebihan.

Baca Juga :  Catatan Harian Nenek Moyang Memprediksi Kiamat Iklim

Nilai tersebut, lanjutnya, menjadi fondasi membangun masyarakat yang adil, tidak eksploitatif, dan berkelanjutan, termasuk dalam menjaga lingkungan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ramadan mendidik kita bahwa hidup bukan tentang memuaskan seluruh keinginan. Kita diajak hidup seimbang. Pengendalian diri itulah fondasi keberlanjutan bangsa yang bermartabat,” ujarnya lugas.

Sikapi Perbedaan Awal Ramadan dengan Dewasa

Menag juga menyinggung dinamika perbedaan awal Ramadan 1447 H di tengah masyarakat. Ia meminta umat Islam menyikapinya dengan kepala dingin dan semangat ukhuwah.

Menurutnya, perbedaan metode penentuan awal bulan merupakan bagian dari khazanah dan kebhinekaan Indonesia.

“Jadikan perbedaan sebagai rahmat, bukan sekat. Jangan biarkan perbedaan hitungan merenggangkan hati. Justru di situlah kualitas toleransi kita diuji,” pesannya.

Lebih lanjut, Nasaruddin mengimbau masyarakat memperkuat solidaritas sosial selama Ramadan. Ia mengingatkan teladan Rasulullah SAW yang dikenal paling dermawan, terutama saat bulan puasa.

Baca Juga :  Prajurit TNI Diduga Tembak Mati Juru Parkir di Jayapura, Pelaku Ditahan

Karena itu, ia mendorong agar keberkahan Ramadan benar-benar dirasakan seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok rentan.

“Atas nama Menteri Agama Republik Indonesia, saya mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa. Marhaban ya Ramadan. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita dan melimpahkan keberkahan bagi Indonesia tercinta,” tutupnya.

Mensetneg: Ramadan Momentum Introspeksi dan Perkuat Kebersamaan

Senada dengan Menag, Prasetyo Hadi mengucapkan selamat menunaikan puasa 1 Ramadan 1447 H. Ia mengajak umat Islam menjadikan Ramadan sebagai momen introspeksi dan mempererat kebersamaan.

“Mari jadikan puasa sebagai sarana introspeksi dan memperkuat kehidupan yang rukun serta penuh berkah,” tulisnya, Kamis (19/2/2026).

Ia menegaskan, Ramadan melatih kesabaran, keikhlasan, dan kepedulian sosial, sehingga menghadirkan dampak positif bagi masyarakat dan bangsa. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Zelenskyy Tolak Konsesi Wilayah Meski Trump Klaim Kemajuan
Diplomasi di Ambang Perang: Trump Beri Sinyal Serangan
Tantang Kebijakan Trump: Kanselir Friedrich Merz Cari Mitra Strategis di Tiongkok
Kasus Gratifikasi Batu Bara Kukar Melebar, Tiga Korporasi Jadi Tersangka KPK
Pramono Anung Larang Perang Sarung dan SOTR Rusuh di Ramadan 1447 H Jakarta
Satgas SABER 2026 Sidak Pasar Koja Baru, Pastikan Harga Bapokting Stabil Jelang Ramadan
Ancaman Nuklir di Garis Depan: Kim Jong Un Pamerkan Senjata Ajaib 600mm
Suplai Turun Akibat Hujan, Harga Cabai di Jakarta Tembus Rp90 Ribu per Kg

Berita Terkait

Kamis, 19 Februari 2026 - 14:06 WIB

Zelenskyy Tolak Konsesi Wilayah Meski Trump Klaim Kemajuan

Kamis, 19 Februari 2026 - 13:57 WIB

Diplomasi di Ambang Perang: Trump Beri Sinyal Serangan

Kamis, 19 Februari 2026 - 13:43 WIB

Tantang Kebijakan Trump: Kanselir Friedrich Merz Cari Mitra Strategis di Tiongkok

Kamis, 19 Februari 2026 - 13:34 WIB

Kasus Gratifikasi Batu Bara Kukar Melebar, Tiga Korporasi Jadi Tersangka KPK

Kamis, 19 Februari 2026 - 13:21 WIB

Pramono Anung Larang Perang Sarung dan SOTR Rusuh di Ramadan 1447 H Jakarta

Berita Terbaru

Nampak Volodymyr Zelenskyy, Presiden yang memimpin negara Ukraina. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy Tolak Konsesi Wilayah Meski Trump Klaim Kemajuan

Kamis, 19 Feb 2026 - 14:06 WIB

Trump nampak mengantuk saat menghadiri rapat kabinet di Gedung Putih. Dok: Reuters/Jonathan Ernst.

INTERNASIONAL

Diplomasi di Ambang Perang: Trump Beri Sinyal Serangan

Kamis, 19 Feb 2026 - 13:57 WIB