Peringatan Keras Tiongkok: Jepang Hadapi “Pukulan Telak

Jumat, 20 Februari 2026 - 09:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Panas di PBB! Tiongkok kirim surat resmi ke Sekjen PBB, sebut ucapan PM Jepang Sanae Takaichi soal Taiwan sebagai

Panas di PBB! Tiongkok kirim surat resmi ke Sekjen PBB, sebut ucapan PM Jepang Sanae Takaichi soal Taiwan sebagai "provokasi militer" yang berbahaya. Dok: Istimewa.

NEW YORK, POSNEWS.CO.ID – Saat ini, Tiongkok secara resmi memperingatkan Jepang untuk menarik diri dari setiap upaya intervensi militer terkait isu Taiwan. Selain itu, utusan PBB Fu Cong menegaskan bahwa Tiongkok akan membalas secara keras jika Tokyo nekat bertindak.

Pernyataan ini muncul dalam sidang pleno Komite Khusus Piagam PBB tahun 2026. Adapun Fu Cong menilai kebijakan luar negeri Jepang telah menyimpang dari prinsip perdamaian dunia. Oleh karena itu, Beijing menuntut agar Tokyo segera mengevaluasi kembali posisinya di kawasan Asia-Pasifik.

Kritik atas Dalih “Bela Diri” Jepang

Dalam pidatonya, Fu Cong mengkritik langkah Tokyo yang mengaitkan isu Taiwan dengan “situasi yang mengancam keberadaan”. Dalam hal ini, Jepang tampak memanfaatkan aliansi dengan Amerika Serikat guna membenarkan potensi intervensi bersenjata.

“Argumen-argumen keliru ini tidak memiliki dasar hukum,” tegas Fu Cong. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Taiwan adalah bagian yang tidak terpisahkan dari wilayah Tiongkok. Selanjutnya, ia menekankan bahwa penyelesaian masalah Taiwan merupakan urusan dalam negeri Tiongkok sepenuhnya. “Tidak ada negara lain yang berhak mencampuri, apalagi menggunakan kekuatan militer di bawah kedok ‘bela diri’,” tambahnya.

Baca Juga :  Skandal Investasi Syariah, Modus Proyek Fiktif PT DSI - 15 Ribu Lender Rugi Rp2,4 Triliun

Pengkhianatan terhadap Sejarah Pasca-Perang

Fu Cong juga menyoroti bahwa argumen Jepang saat ini mengkhianati kewajiban mereka sebagai negara yang kalah. Padahal, langkah Tokyo secara nyata telah melanggar Deklarasi Kairo, Proklamasi Potsdam, serta Instrumen Penyerahan Jepang.

Selain itu, tindakan tersebut mencederai prinsip Piagam PBB tentang kedaulatan dan integritas wilayah. Bahkan, Fu menyebut klaim ini menantang tatanan internasional pasca-perang secara serius. Oleh sebab itu, bangsa pencinta damai wajib mewaspadai langkah tersebut. Jika Jepang tetap memaksakan hak “bela diri kolektif” di Selat Taiwan, maka Tiongkok akan menganggap hal tersebut sebagai tindakan agresi langsung.

Baca Juga :  Buruh Jabar Tunggu Janji Dedi Mulyadi Revisi UMSK 2026, FSP SPSI Soroti Dasar Hukum

Rujukan Sejarah Wang Yi: Belajar dari Pearl Harbor

Ketegangan ini pun memperkuat pernyataan Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, di Konferensi Keamanan Munich. Wang Yi mengingatkan sejarah invasi Tiongkok dan serangan Pearl Harbor tahun 1941. Sebagai catatan, dahulu Jepang menggunakan dalih serupa untuk melakukan ekspansi militer.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Perjudian sejarah ini hanya akan membawa kekalahan yang lebih cepat dan kerugian yang lebih dahsyat,” tegas Wang Yi. Dengan demikian, Beijing secara konsisten memperingatkan Jepang agar tidak mengulangi kesalahan masa lalu. Sebagai hasilnya, mereka tidak akan menoleransi kebangkitan militerisme yang mengancam kedaulatan Tiongkok di masa depan.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tembok Ratapan: Saksi Bisu Peradaban dan Simbol Suci di Jantung Yerusalem
PM Sanae Takaichi Janjikan Pertumbuhan Agresif
27 Kecelakaan Akibat Jalan Berlubang, Bekasi Dominasi Korban Awal 2026
5 Rekomendasi Kegiatan Produktif Selain Sekadar Menunggu Adzan
Ditpolairud Polda Metro Siaga, Evakuasi Warga Terdampak Banjir 70 Cm Pondok Karya
Ambisi Perdamaian Trump: BOP Himpun $7 Miliar dan Libatkan 8.000 Pasukan Indonesia
Langkah Catur Tiongkok: Memanfaatkan Kebijakan Trump
Banjir Kebon Pala Jakarta Timur, Ditpolairud Polda Metro Jaya Evakuasi Bayi dan Warga

Berita Terkait

Jumat, 20 Februari 2026 - 15:45 WIB

Tembok Ratapan: Saksi Bisu Peradaban dan Simbol Suci di Jantung Yerusalem

Jumat, 20 Februari 2026 - 15:31 WIB

PM Sanae Takaichi Janjikan Pertumbuhan Agresif

Jumat, 20 Februari 2026 - 14:17 WIB

27 Kecelakaan Akibat Jalan Berlubang, Bekasi Dominasi Korban Awal 2026

Jumat, 20 Februari 2026 - 13:56 WIB

5 Rekomendasi Kegiatan Produktif Selain Sekadar Menunggu Adzan

Jumat, 20 Februari 2026 - 13:54 WIB

Ditpolairud Polda Metro Siaga, Evakuasi Warga Terdampak Banjir 70 Cm Pondok Karya

Berita Terbaru

Menekan sakelar pertumbuhan. Dalam pidato kebijakan pertamanya pasca-terpilih kembali, PM Sanae Takaichi mengumumkan penghentian kebijakan penghematan fiskal. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

PM Sanae Takaichi Janjikan Pertumbuhan Agresif

Jumat, 20 Feb 2026 - 15:31 WIB