Ribuan Jemaah Umrah Tertahan Konflik Timteng, DPR Desak Pemerintah Bertindak Cepat

Minggu, 1 Maret 2026 - 21:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jalur Udara Timur Tengah Ditutup, Pemerintah Bentuk Tiga Tim Dampingi Jemaah Umrah. (Posnews/Ist)

Jalur Udara Timur Tengah Ditutup, Pemerintah Bentuk Tiga Tim Dampingi Jemaah Umrah. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PKB, Maman Imanul Haq, mendesak pemerintah segera mengambil langkah darurat untuk melindungi ribuan jemaah umrah asal Indonesia yang terdampak eskalasi konflik Timur Tengah (Timteng).

Konflik memanas setelah serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran memicu penutupan wilayah udara di sejumlah negara.

Akibatnya, jalur penerbangan menuju Arab Saudi maupun rute kepulangan ke Indonesia terganggu, sehingga banyak jemaah tertahan di bandara transit.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami sangat prihatin. Keselamatan dan perlindungan WNI harus menjadi prioritas utama. Negara wajib hadir memastikan jemaah aman, mendapat logistik cukup, serta kepastian informasi,” tegas Maman, Minggu (1/3/2026).

Minta Mitigasi Cepat dan Terukur

Maman meminta pemerintah memperkuat koordinasi lintas kementerian, mulai dari Kementerian Luar Negeri, Kementerian Agama, hingga Kementerian Perhubungan.

Baca Juga :  Diperiksa Maraton 8,5 Jam di KPK, Yaqut Ogah Jawab Soal Dugaan Korupsi Kuota Haji

Ia menekankan pentingnya skema mitigasi konkret, termasuk pengalihan rute penerbangan dan penyediaan akomodasi sementara bagi jemaah yang telantar.

“Kami minta pendataan jemaah terdampak dilakukan cepat, siapkan akomodasi, dan susun skema pemulangan aman. Jangan biarkan jemaah tanpa kepastian di bandara,” ujarnya.

Selain itu, ia mendesak pemerintah membentuk pusat informasi resmi satu pintu. Langkah ini penting untuk mencegah kepanikan keluarga di Tanah Air dan menekan penyebaran hoaks di media sosial.

“Pemerintah harus menjadi rujukan utama informasi. Travel umrah juga wajib aktif berkoordinasi dengan KBRI agar pendampingan maksimal,” tambahnya.

Pemerintah Bentuk Tiga Tim di Bandara

Sementara itu, pemerintah melalui Kantor Urusan Haji (KUH) Jeddah bergerak cepat.

KUH membentuk tiga tim yang bekerja dalam tiga shift dan disebar di tiga titik bandara, yakni Terminal 1, Terminal 2 (eks Saudia), dan Terminal Haji.

Baca Juga :  Ulama Soroti Implementasi UU Pesantren, Pemerintah Diminta Bertindak Nyata

Staf Teknis KUH Jeddah, Muhammad Ilham Effendy, menegaskan tim tersebut fokus melakukan pendampingan dan koordinasi bagi jemaah yang terdampak perubahan jadwal penerbangan.

“Langkah ini untuk memastikan pendampingan dan koordinasi berjalan optimal bagi jemaah yang terdampak,” ujarnya.

Komisi VIII Kawal Hingga Tuntas

Maman memastikan Komisi VIII DPR RI akan terus mengawal situasi hingga seluruh WNI berada dalam kondisi aman.

Ia juga mengimbau jemaah tetap tenang dan mengikuti arahan otoritas setempat maupun perwakilan RI.

“Kami berharap jemaah tetap tenang dan memprioritaskan keselamatan diri,” pungkasnya.

Hingga kini, pemerintah terus memantau perkembangan situasi geopolitik dan membuka opsi penyesuaian rute penerbangan jika kondisi keamanan belum stabil. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polda Metro Jaya Periksa 10 Saksi, Hotman Paris Belum Dipanggil
Modus Kerja di Turki, 105 WNI Dikirim Ilegal ke Libya
Masuk Jalur Rel hingga Bergelantungan di Luar KRL, Pria Ini Di-blacklist
Mangkir Lagi, Febrie Adriansyah Terancam Dijemput Paksa Kejagung
Kasus TPPU Rp476 Miliar, Kejagung Kembali Periksa Febrie Adriansyah
BNN Ubah Petani Ganja Jadi Petani Kopi, Putus Rantai Narkoba dari Hulu
KemenHAM RI Kecam Pembunuhan Warga Sipil di Yahukimo, Semua Pihak Diminta Tahan Diri
Kasus Whip Pink Bergulir, Bareskrim Tahan Dua Bos Pabrik Gas N2O

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:12 WIB

Polda Metro Jaya Periksa 10 Saksi, Hotman Paris Belum Dipanggil

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:01 WIB

Modus Kerja di Turki, 105 WNI Dikirim Ilegal ke Libya

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:48 WIB

Masuk Jalur Rel hingga Bergelantungan di Luar KRL, Pria Ini Di-blacklist

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:12 WIB

Mangkir Lagi, Febrie Adriansyah Terancam Dijemput Paksa Kejagung

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:52 WIB

Kasus TPPU Rp476 Miliar, Kejagung Kembali Periksa Febrie Adriansyah

Berita Terbaru

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin. (Posnews/Humas PMJ)

HUKRIM

Modus Kerja di Turki, 105 WNI Dikirim Ilegal ke Libya

Jumat, 24 Jul 2026 - 17:01 WIB

Panggung politik Hungaria memanas. Mantan PM Viktor Orban merilis Pernyataan Perlawanan pasca-penggeledahan kantor partai Fidesz oleh pihak kejaksaan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Mantan PM Hungaria Tuduh Pemerintah Hancurkan Demokrasi

Jumat, 24 Jul 2026 - 14:22 WIB