Bareskrim Polri Sikat 30.000 Pil Ekstasi di Pelalawan Riau, Nilai Rp30 Miliar

Selasa, 3 Maret 2026 - 04:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi menunjukkan tersangka dan barang bukti 30.000 pil ekstasi hasil pengungkapan di Riau. (Posnews/Ist)

Polisi menunjukkan tersangka dan barang bukti 30.000 pil ekstasi hasil pengungkapan di Riau. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri kembali membongkar peredaran gelap narkotika skala besar.

Kali ini, tim Subdit IV menyita 30.000 butir pil ekstasi Golongan I dalam operasi di Kabupaten Pelalawan, Riau, Minggu (1/3/2026).

Pengungkapan ini dipimpin langsung jajaran Dittipidnarkoba dan dikendalikan Direktur Tindak Pidana Narkoba, Brigjen Pol Eko Hadi Santoso.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Polisi menaksir nilai barang haram tersebut mencapai Rp30 miliar dan menyelamatkan sedikitnya 30.000 jiwa dari ancaman narkoba.

Penangkapan Dramatis di Jalan Lintas Timur

Pertama, tim menangkap dua kurir di pinggir Jalan Lintas Timur Jambi–Riau, Dusun Kiab, Kecamatan Sei Kijang, Kabupaten Pelalawan, sekitar pukul 15.00 WIB.

Kedua tersangka yakni:

  • Syaiful alias Ipul (37), warga Kampar, berperan sebagai kurir.
  • Benny Saputra (48), wiraswasta, berperan sebagai sopir sekaligus penyedia mobil rental.

Sebelumnya, tim menerima informasi masyarakat soal pengiriman ekstasi dari Pekanbaru menuju Palembang melalui jalur darat.

Menindaklanjuti laporan itu, Kasubdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri Kombes Pol Handik Zusen langsung memerintahkan Kanit III Subdit IV Kompol Reza Pahlevi untuk melakukan penyelidikan dan pembuntutan kendaraan target.

Baca Juga :  Banjir Rendam 33 Jalan di Jakarta, Ketinggian Air Capai 95 Cm - Jakarta Selatan dan Utara Terparah

Selanjutnya, tim menghentikan Daihatsu Terios hitam BM 1141 JT setelah berkoordinasi dengan Pos Lantas setempat untuk menutup jalur.

Begitu mobil berhenti akibat kemacetan, petugas langsung mengamankan kedua tersangka.

Saat menggeledah kendaraan, polisi menemukan tas ransel hitam berisi tiga bungkus plastik besar warna silver.

Di dalamnya, petugas mendapati masing-masing 10.000 butir pil ekstasi berlogo “Heineken” warna merah muda. Totalnya mencapai ±30.000 butir.

Penggeledahan Rumah, Polisi Temukan Sisa Ekstasi dan Alat Hisap

Tak berhenti di lokasi penangkapan, pada pukul 21.30 WIB tim bergerak ke rumah Syaiful di Perumahan Mutiara Kualu Permai I, Kampar.

Di lokasi kedua ini, polisi kembali menemukan:

  • Beberapa butir ekstasi berlogo “WhatsApp” warna hijau,
  • Pecahan pil ekstasi merah muda dan hijau,
  • Alat hisap (bong) dan kaca pirex,
  • Ponsel,
  • Sepeda motor Yamaha WR 155 CC.

Seluruh barang bukti langsung diamankan untuk proses penyidikan lanjutan.

Dijanjikan Upah Rp25 Juta

Dari hasil interogasi awal, Syaiful mengaku menerima perintah dari dua DPO berinisial Robi (koordinator kurir) dan Indra (koordinator barang).

Baca Juga :  Kapolri Bertemu Panglima TNI, Bahas Modus Narkoba dalam Vape dan Tambang Ilegal

Ia mengaku sudah dua kali menerima tawaran pengiriman narkoba. Untuk sekali jalan, ia dijanjikan upah Rp25 juta dan telah menerima uang jalan Rp6 juta pada pagi hari sebelum penangkapan.

Selanjutnya, Indra mengarahkan Syaiful mengambil paket ekstasi di kawasan Rumbai, Pekanbaru.

Setelah mengambil barang yang disembunyikan di bawah tiang listrik, ia pulang dan kemudian berangkat bersama Benny menuju Palembang sebelum akhirnya tertangkap.

Pengembangan Jaringan dan Ancaman Hukuman Berat

Kini, kedua tersangka dan seluruh barang bukti diamankan di kantor Dittipidnarkoba Bareskrim Polri untuk pemeriksaan mendalam.

Polisi juga memburu Robi dan Indra yang masuk daftar pencarian orang (DPO).

Selain itu, penyidik akan melakukan gelar perkara, uji laboratorium barang bukti, serta pemberkasan untuk proses hukum lebih lanjut.

Polisi menegaskan akan menjerat para tersangka dengan pasal berlapis Undang-Undang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal penjara seumur hidup atau pidana mati.

Intinya, operasi ini kembali membuktikan keseriusan aparat memberantas jaringan narkoba lintas provinsi. Bareskrim memastikan tidak memberi ruang sedikit pun bagi bandar dan kurir narkotika di Indonesia. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polri Janji Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden, Tiga Tersangka Ditahan
Terungkap! Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo Berlangsung Sejak 2025
Pernah Dampingi Prabowo dan Listyo Sigit, Ini Profil Irjen Ahrie Sonta
Dua Kali Tak Hadir, Nusron Wahid Segera Dipanggil Lagi oleh KPK
Diburu Polisi, Terduga Bandar Narkoba Kampung Bahari Ditangkap
Hampir Lima Tahun Menanti, 7.871 Korban NET89 Berharap Uang Kembali
264 Perwira Polri Dirotasi, Jabatan Wakapolda hingga Kapolres Berubah
Dikabarkan 7 Jenderal Diperiksa di Mabes Polri, Dugaan Informasi Penyadapan

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 21:26 WIB

Polri Janji Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden, Tiga Tersangka Ditahan

Selasa, 3 November 2026 - 21:11 WIB

Terungkap! Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo Berlangsung Sejak 2025

Selasa, 3 November 2026 - 20:22 WIB

Pernah Dampingi Prabowo dan Listyo Sigit, Ini Profil Irjen Ahrie Sonta

Selasa, 3 November 2026 - 19:06 WIB

Diburu Polisi, Terduga Bandar Narkoba Kampung Bahari Ditangkap

Selasa, 3 November 2026 - 18:47 WIB

Hampir Lima Tahun Menanti, 7.871 Korban NET89 Berharap Uang Kembali

Berita Terbaru

Aparat gabungan disiagakan untuk mengamankan aksi penolakan konser Andrea Bocelli di kawasan JIExpo Kemayoran, Jakarta.

JABODETABEK

Konser Andrea Bocelli Picu Polemik, Ribuan Aparat Amankan JIExpo

Selasa, 3 Nov 2026 - 21:40 WIB