Guncangan Perdagangan Global: Trump Ancam Tarif Lebih Tinggi Pasca-Kekalahan di Mahkamah Agung

Selasa, 24 Februari 2026 - 17:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Terobosan besar diplomasi dunia. Presiden Donald Trump mengumumkan pencapaian kesepakatan damai dengan Iran guna membuka kembali Selat Hormuz dan memulihkan energi global. Dok: Istimewa.

Terobosan besar diplomasi dunia. Presiden Donald Trump mengumumkan pencapaian kesepakatan damai dengan Iran guna membuka kembali Selat Hormuz dan memulihkan energi global. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, meluncurkan ancaman baru terhadap para mitra dagang internasional pada Senin (16/2/2026). Ia memperingatkan negara-negara agar tidak “bermain api” pasca-putusan Mahkamah Agung yang membatalkan tarif daruratnya.

Trump menegaskan bahwa setiap negara yang mencoba membatalkan kesepakatan dagang hasil negosiasi akan menghadapi konsekuensi yang lebih berat. Oleh karena itu, ia berencana menggunakan instrumen hukum perdagangan lain guna memungut bea masuk yang jauh lebih tinggi. “Pembeli harus waspada!” tulis Trump melalui platform Truth Social.

Peralihan Dasar Hukum dan Tarif 15 Persen

Meskipun Mahkamah Agung menyatakan penggunaan IEEPA ilegal, Trump mengeklaim putusan tersebut justru memperkuat kemampuannya untuk menggunakan otoritas hukum lain secara lebih asertif. Selanjutnya, Trump resmi menaikkan tarif sementara dari 10 persen menjadi 15 persen.

Pasal 122 UU Perdagangan 1974 menetapkan angka 15 persen tersebut sebagai batas maksimal. Pemerintah menjadwalkan aturan baru ini mulai berlaku pada Selasa pukul 00:01 waktu setempat. Di sisi lain, badan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS (CBP) telah menghentikan pemungutan tarif IEEPA karena putusan pengadilan menyatakan tarif tersebut ilegal.

Pembekuan di Brussels dan Penundaan Global

Reaksi internasional terhadap manuver Trump muncul seketika. Di Brussels, Parlemen Eropa memutuskan untuk menunda pemungutan suara terkait kesepakatan dagang Uni Eropa-AS. Pasalnya, Parlemen menilai pengenaan tarif universal 15 persen merusak semangat negosiasi awal.

Selain itu, Tiongkok mendesak Washington untuk segera menghapus seluruh langkah tarif. Laporan menyebutkan bahwa India juga menunda rencana pembicaraan dagang penting dengan Amerika Serikat. Perwakilan Perdagangan AS (USTR), Jamieson Greer, menyatakan bahwa pemerintah sedang bersiap membuka penyelidikan Pasal 301 mengenai praktik perdagangan tidak adil terhadap beberapa negara. Langkah hukum ini merupakan strategi awal untuk mengancam pemberlakuan tarif baru di masa depan.

Baca Juga :  Fujitsu dan Nvidia Duet Ciptakan Robot AI Fisik Atasi Krisis

Wall Street Memerah dan Intrik Mahkamah Agung

Ketidakpastian kebijakan ini langsung memukul sentimen investor di pasar modal. Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 1.34 persen pada perdagangan Senin pagi. Bahkan, indeks S&P 500 dan Nasdaq masing-masing turun 0.65 persen karena kekhawatiran akan pecahnya perang dagang yang lebih luas.

Namun demikian, fokus Trump tidak hanya tertuju pada ekonomi. Ia kembali menyerang para hakim agung yang memberikan suara menentangnya, termasuk dua hakim yang ia tunjuk pada masa jabatan pertama. Trump menilai Mahkamah Agung sedang mencoba membatasi kekuasaan eksekutif secara berlebihan. Terlebih lagi, ia menyuarakan kekhawatiran bahwa pengadilan mungkin akan menggagalkan upayanya untuk membatasi kewarganegaraan berdasarkan tempat lahir (birthright citizenship) dalam putusan mendatang. Situasi ini menciptakan ketegangan konstitusional yang beriringan dengan krisis ekonomi global.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

El Nino Kuat dan Mandat B50 Indonesia Dorong Penguatan Pasar
Pemerintah Minta AS Bebaskan Tarif Impor Minyak Sawit
Malaysia Siapkan Peningkatan Campuran Biodiesel B12 dan B15
Puncak 15 Pekan: Harga Minyak Sawit Malaysia Melandai
Lonjakan Harga Global Tekan Impor Minyak Nabati India
Polisi Tembak Mati Pelaku Penabrakan Minivan Pride
Pelaku Lepaskan Tembakan ke Gedung Konsulat AS
Gelombang Fitur AI Interaktif Ubah Pengalaman Membaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:00 WIB

El Nino Kuat dan Mandat B50 Indonesia Dorong Penguatan Pasar

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:17 WIB

Pemerintah Minta AS Bebaskan Tarif Impor Minyak Sawit

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:13 WIB

Malaysia Siapkan Peningkatan Campuran Biodiesel B12 dan B15

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:08 WIB

Puncak 15 Pekan: Harga Minyak Sawit Malaysia Melandai

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:04 WIB

Lonjakan Harga Global Tekan Impor Minyak Nabati India

Berita Terbaru

Solusi daya ringkas harian. Itel merilis powerbank Zeno berkapasitas 10.000mAh dan 20.000mAh berbekal kabel terintegrasi serta pengisian cepat. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Itel Resmi Meluncurkan Powerbank Zeno di India

Kamis, 30 Jul 2026 - 13:00 WIB

Terobosan baru industri gawai. Qualcomm merancang fitur eksklusif AI Frame Fusion pada Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro demi pengalaman gaming ekstra mulus. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Qualcomm Bekali Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro

Kamis, 30 Jul 2026 - 12:00 WIB

Inovasi tablet ringkas Apple. Bocoran Bloomberg mengungkap kehadiran IP rating tahan air serta layar OLED pada iPad mini mendatang. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

iPad Mini Generasi Baru Bawa Sertifikasi Tahan Air

Kamis, 30 Jul 2026 - 10:31 WIB