Kapal Selam AS Tenggelamkan Frigat Iran di Perairan Sri Lanka

Sabtu, 7 Maret 2026 - 21:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Retorika agresif di Washington. Presiden Donald Trump menggambarkan blokade laut AS terhadap pelabuhan Iran sebagai aksi

Retorika agresif di Washington. Presiden Donald Trump menggambarkan blokade laut AS terhadap pelabuhan Iran sebagai aksi "bajak laut" yang menguntungkan, memicu kecaman internasional terkait potensi pelanggaran hukum perang. Dok: Istimewa.

GALLE, POSNEWS.CO.ID – Perang antara Amerika Serikat dan Iran kini meluas hingga ke Samudra Hindia. Kapal selam bertenaga nuklir Amerika Serikat menenggelamkan kapal perang Iran, IRIS Dena, pada Selasa malam.

Lokasi kejadian berada di lepas pantai selatan Sri Lanka. Insiden berdarah ini membuktikan ancaman Presiden Donald Trump untuk menghancurkan struktur militer Teheran. Alhasil, frigat terbaru milik angkatan laut Iran tersebut kini karam di dasar laut bersama puluhan awaknya.

“Kematian Senyap” dan Rekaman Pentagon

Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, mengonfirmasi serangan tersebut di Pentagon. Militer Amerika Serikat merilis cuplikan hitam-putih yang menunjukkan momen krusial serangan. Torpedo kelas berat Mark 48 terlihat menghantam lambung IRIS Dena dengan sangat presisi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kapal selam Amerika menenggelamkan kapal perang Iran yang mengira dirinya aman,” ujar Hegseth. Ia melabeli penyerangan tersebut sebagai “kematian senyap”. Hegseth mengeklaim peristiwa ini sebagai penenggelaman kapal musuh pertama oleh torpedo sejak Perang Dunia II. “Kita bertempur untuk menang, persis seperti saat era Departemen Perang dahulu,” tambahnya secara asertif.

Baca Juga :  Eskalasi Laut China Timur: Jepang Sita Kapal Nelayan Tiongkok

Operasi Penyelamatan di Zona Ekonomi Eksklusif

Menteri Luar Negeri Sri Lanka, Vijitha Herath, menyebut penjaga pantai menerima panggilan darurat pada Rabu fajar. Para awak kapal yang selamat mendeskripsikan ledakan dahsyat yang melumpuhkan sistem pertahanan kapal secara instan.

Oleh karena itu, Sri Lanka segera mengerahkan dua kapal angkatan laut guna melakukan pencarian. Tim medis menyelamatkan 32 orang dari total estimasi 180 kru di atas kapal. Juru bicara Angkatan Laut, Buddhika Sampath, melaporkan penemuan 87 jenazah di lokasi yang berjarak 81 kilometer dari Galle. Lokasi serangan berada di luar wilayah perairan teritorial, namun masih di dalam Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Sri Lanka.

Kritik atas Pelanggaran Hukum Internasional

Langkah militer Washington ini memicu perdebatan sengit mengenai legalitas perang. Wes Bryant, mantan ahli penargetan Angkatan Udara AS, melabeli serangan tersebut sebagai tindakan ilegal.

Baca Juga :  Demo Lapas Bollangi Gowa Ricuh, 8 Provokator Ditangkap Polisi, 2 Positif Narkoba

Pasalnya, kapal tersebut sedang dalam perjalanan pulang dari latihan navigasi di Teluk Benggala. “Anda tidak bisa mengeklaim kapal ini sebagai ancaman segera jika ia tidak aktif menyerang,” tegas Bryant. Ia menilai kebijakan administrasi Trump sebagai contoh berbahaya dari pelampauan wewenang militer (military overreach).

Eskalasi Regional dan Front Turki

Di saat Samudra Hindia membara, konflik juga merembat ke wilayah anggota NATO. Turki melaporkan bahwa sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat rudal balistik Iran pada hari Rabu.

Selanjutnya, Garda Revolusi Iran (IRGC) bersumpah akan terus meluncurkan serangan balasan. Teheran mengincar berbagai fasilitas sekutu di seluruh Timur Tengah. Dengan penutupan Selat Hormuz yang sudah berjalan lima hari, dunia kini bersiap menghadapi krisis energi global yang lebih parah di sisa tahun 2026.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China
El Nino Kuat dan Mandat B50 Indonesia Dorong Penguatan Pasar
Pemerintah Minta AS Bebaskan Tarif Impor Minyak Sawit
Malaysia Siapkan Peningkatan Campuran Biodiesel B12 dan B15
Puncak 15 Pekan: Harga Minyak Sawit Malaysia Melandai
Lonjakan Harga Global Tekan Impor Minyak Nabati India
Polisi Tembak Mati Pelaku Penabrakan Minivan Pride
Pelaku Lepaskan Tembakan ke Gedung Konsulat AS

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:09 WIB

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:00 WIB

El Nino Kuat dan Mandat B50 Indonesia Dorong Penguatan Pasar

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:17 WIB

Pemerintah Minta AS Bebaskan Tarif Impor Minyak Sawit

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:13 WIB

Malaysia Siapkan Peningkatan Campuran Biodiesel B12 dan B15

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:08 WIB

Puncak 15 Pekan: Harga Minyak Sawit Malaysia Melandai

Berita Terbaru

Langkah taktis Teheran amankan wilayah udara. Iran membeli 400 peluncur rudal panggul buatan China bernilai 70 juta dolar AS guna memperkuat pertahanan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China

Kamis, 30 Jul 2026 - 14:09 WIB

Solusi daya ringkas harian. Itel merilis powerbank Zeno berkapasitas 10.000mAh dan 20.000mAh berbekal kabel terintegrasi serta pengisian cepat. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Itel Resmi Meluncurkan Powerbank Zeno di India

Kamis, 30 Jul 2026 - 13:00 WIB