Sengketa Selat Hormuz: Iran Bantah Penutupan Jalur Meski Serang Tanker Minyak

Minggu, 8 Maret 2026 - 17:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mencari napas di Afrika. Pemerintah Korea Selatan mengerahkan utusan khusus ke Aljazair, Libya, dan Republik Kongo guna mengamankan rute pasok alternatif setelah perang Amerika Serikat-Iran melumpuhkan navigasi di Timur Tengah. Dok: Istimewa.

Mencari napas di Afrika. Pemerintah Korea Selatan mengerahkan utusan khusus ke Aljazair, Libya, dan Republik Kongo guna mengamankan rute pasok alternatif setelah perang Amerika Serikat-Iran melumpuhkan navigasi di Timur Tengah. Dok: Istimewa.

TEHERAN, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Iran mengeluarkan serangkaian pernyataan kontradiktif mengenai status navigasi di Selat Hormuz. Meskipun militer secara aktif menyerang kapal komersial, Teheran bersikeras bahwa jalur perairan paling strategis di dunia tersebut tetap berfungsi secara normal.

Melalui pernyataan resmi pada Sabtu, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengonfirmasi telah menghantam kapal tanker minyak bernama Prima menggunakan drone penyerang. Militer berdalih bahwa kapal tersebut mengabaikan peringatan berulang kali mengenai “pelarangan lalu lintas” serta kondisi “ketidakamanan” di jalur lintasan tersebut.

Bantahan Penutupan dan Aturan Navigasi

Serangan fisik ini terjadi hanya satu hari setelah pejabat tinggi Iran menyatakan bahwa negara tersebut tidak memiliki rencana untuk menutup Selat Hormuz. Seorang perwira senior IRGC menegaskan melalui televisi negara bahwa klaim penutupan selat adalah informasi yang “tidak akurat”.

Baca Juga :  Bezzecchi Catat Waktu Tercepat di Latihan MotoGP Mandalika 2025, Marquez Terjatuh

Menurutnya, Iran tetap menangani pengiriman kapal sesuai dengan aturan navigasi internasional. Oleh karena itu, Teheran menolak tuduhan pihak Barat yang menyebut Iran sedang menyandera ekonomi global. Televisi negara juga mengutip sumber militer yang menyatakan bahwa selat tetap terbuka, namun dengan catatan keras bahwa kapal milik Amerika Serikat atau Israel akan langsung petugas anggap sebagai target militer yang sah.

Diplomasi di New Delhi dan Syarat Penutupan

Di panggung internasional, Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh, mencoba meredam kekhawatiran pasar energi. Berbicara dalam konferensi internasional di New Delhi, India, ia menegaskan bahwa Iran belum menutup arteri vital tersebut.

“Jika Iran memutuskan untuk menutup selat, kami akan memberikan pengumuman resmi,” ujar Khatibzadeh. Ia menambahkan bahwa pergerakan kapal saat ini tetap mendapatkan perlakuan sesuai dengan perjanjian internasional. Namun demikian, militer Iran memberikan klarifikasi bahwa mereka tetap melakukan intersep terhadap kapal perang yang menyamar sebagai kapal dagang guna menjaga keamanan nasional.

Baca Juga :  Dishub DKI Jakarta Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Otista Selama Revitalisasi JPO Hingga Desember 2025

Hak Kontrol Navigasi di Masa Perang

Meskipun diplomasi sedang berjalan, IRGC kembali mempertegas posisi kedaulatan mereka. Dalam situasi perang, Iran mengeklaim memiliki hak penuh untuk mengendalikan navigasi melalui Selat Hormuz.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Secara eksplisit, militer melarang kapal-kapal yang berafiliasi dengan Amerika Serikat, Israel, dan negara-negara Eropa untuk melintas. Larangan ini petugas nilai sebagai upaya Iran untuk memberikan tekanan ekonomi balik terhadap sanksi yang Washington jatuhkan. Dunia kini memantau dengan cermat apakah serangan terhadap tanker Prima merupakan awal dari blokade de facto yang akan melumpuhkan pasokan minyak global di sisa tahun 2026.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Duel Sadis Lawan Begal di Jakbar, Korban Luka Wajah Disayat Senjata Tajam
Jambret HP WN Jerman di Sawah Besar Diciduk, Polisi Ringkus Pelaku dan Penadah
Sopir Angkot Dibakar Hidup-Hidup di Tanah Abang, Fakta Terbaru Terungkap
Inggris-Prancis Sahkan Pakta ÂŁ500 Juta guna Tekan Penyeberangan Selat Inggris
Pangeran Harry Desak Putin Akhiri Perang dan Trump Tunjukkan Kepemimpinan
Serangan Udara di Gaza dan Penembakan Remaja di Tepi Barat Picu Duka Mendalam
Polisi Gagalkan Penyelundupan 82 Ribu KL Solar di Banyuasin, Dua Kapal Disita
Trump Perpanjang Gencatan Senjata Israel-Lebanon Selama Tiga Pekan

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 19:01 WIB

Duel Sadis Lawan Begal di Jakbar, Korban Luka Wajah Disayat Senjata Tajam

Sabtu, 25 April 2026 - 18:22 WIB

Jambret HP WN Jerman di Sawah Besar Diciduk, Polisi Ringkus Pelaku dan Penadah

Sabtu, 25 April 2026 - 18:01 WIB

Sopir Angkot Dibakar Hidup-Hidup di Tanah Abang, Fakta Terbaru Terungkap

Sabtu, 25 April 2026 - 17:57 WIB

Inggris-Prancis Sahkan Pakta ÂŁ500 Juta guna Tekan Penyeberangan Selat Inggris

Sabtu, 25 April 2026 - 16:44 WIB

Pangeran Harry Desak Putin Akhiri Perang dan Trump Tunjukkan Kepemimpinan

Berita Terbaru