Banjir Jakarta Hingga Sore: 115 RT dan 16 Jalan Tergenang, Air Capai 1,8 Meter

Minggu, 8 Maret 2026 - 18:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banjir Jakarta 8 Maret 2026 merendam permukiman warga hingga 1,8 meter. (Posnews/Ist)

Banjir Jakarta 8 Maret 2026 merendam permukiman warga hingga 1,8 meter. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Banjir Jakarta masih merendam sejumlah wilayah ibu kota hingga Minggu (8/3/2026) sore.

Hujan deras dengan intensitas tinggi sejak Sabtu (7/3/2026) membuat genangan meluas dan memicu banjir di banyak kawasan permukiman serta ruas jalan utama.

Data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat, hingga pukul 15.00 WIB, sebanyak 115 rukun tetangga (RT) dan 16 ruas jalan di berbagai wilayah Jakarta masih tergenang air.

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji menjelaskan, banjir terjadi setelah hujan lebat mengguyur Jakarta dan wilayah sekitarnya selama dua hari berturut-turut.

β€œHujan deras yang melanda wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya sejak Sabtu hingga Minggu menyebabkan banjir di sejumlah wilayah ibu kota,” ujar Isnawa dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu.

Selain itu, BPBD juga mencatat kondisi banjir yang cukup mengkhawatirkan di beberapa titik. Ketinggian air bervariasi mulai dari 20 sentimeter hingga mencapai 1,8 meter, terutama di kawasan permukiman padat.

Salah satu wilayah dengan genangan tertinggi berada di Kelurahan Kuningan Barat, Jakarta Selatan, di mana sembilan RT terendam banjir dengan ketinggian 60 hingga 180 sentimeter.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebaran Banjir Jakarta di Tiga Wilayah

Jakarta Barat: 33 RT Tergenang

Di wilayah Jakarta Barat, banjir merendam 33 RT yang tersebar di sejumlah kelurahan, antara lain:

  • Kedaung Kali Angke: 4 RT (70 cm)
  • Rawa Buaya: 9 RT (60–120 cm)
  • Jelembur Baru: 1 RT (40 cm)
  • Kebon Jeruk: 1 RT (20 cm)
  • Kedoya Selatan: 4 RT (70 cm)
  • Kedoya Utara: 4 RT (20 cm)
  • Sukabumi Selatan: 2 RT (100 cm)
  • Joglo: 1 RT (65 cm)
  • Kembangan Selatan: 5 RT (50–70 cm)
  • Kembangan Utara: 2 RT (65 cm)
Baca Juga :  BPBD Peringatkan Cuaca Ekstrem 21–27 Januari, Hujan Lebat Picu Banjir - Warga Tetap Waspada

Jakarta Selatan: 51 RT Terendam

Sementara itu, Jakarta Selatan menjadi wilayah paling terdampak dengan total 51 RT yang terendam banjir.

Wilayah yang terdampak meliputi:

  • Petogogan: 39 RT (70 cm)
  • Kuningan Barat: 9 RT (60–180 cm)
  • Pela Mampang: 1 RT (45 cm)
  • Duren Tiga: 2 RT (60 cm)

Jakarta Timur: 31 RT Tergenang

Di Jakarta Timur, genangan air tercatat merendam 31 RT di beberapa kelurahan berikut:

  • Pondok Bambu: 1 RT (70 cm)
  • Cipinang Melayu: 12 RT (30–50 cm)
  • Halim Perdana Kusuma: 15 RT (30–90 cm)
  • Kebon Pala: 3 RT (20 cm)

16 Ruas Jalan Jakarta Ikut Tergenang

Selain permukiman warga, banjir Jakarta juga menggenangi 16 ruas jalan utama dengan ketinggian air berkisar 10 hingga 40 sentimeter, sehingga berpotensi mengganggu arus lalu lintas.

Beberapa ruas jalan yang terdampak antara lain:

  • Jalan Srengseng Raya
  • Jalan Daan Mogot KM 13
  • Jalan Green Garden Kedoya Utara
  • Jalan Meruya Selatan
  • Jalan Kapten Pierre Tendean
  • Jalan Bintaro Permai Raya
  • Jalan Swadarma Raya
  • Jalan Puri Kembangan
  • Jalan Kramat Raya
  • Jalan Bendungan Hilir
  • Jalan Petamburan II
Baca Juga :  Kapolda Metro Jaya Turun Tangan, Usut Tuntas Mobil MBG Tabrak Siswa SD di Cilincing

Puluhan Warga Terpaksa Mengungsi

Akibat banjir yang terus meluas, puluhan warga harus meninggalkan rumah mereka. BPBD mencatat 46 kepala keluarga (72 jiwa) mengungsi di Mushola Al Inayah, Pejaten Barat.

Selain itu, 12 kepala keluarga dengan total 50 jiwa juga mengungsi di Masjid Baitussalam, Kuningan Barat.

BPBD Kerahkan Tim dan Pompa Air

Untuk mempercepat penanganan, BPBD DKI Jakarta langsung mengerahkan personel ke berbagai titik banjir.

Petugas bekerja sama dengan Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, serta Dinas Gulkarmat untuk menyedot genangan air dan memastikan saluran drainase berfungsi dengan baik.

Selain itu, petugas di tingkat kelurahan dan kecamatan juga membantu menyalurkan bantuan kebutuhan dasar bagi para penyintas banjir.

BPBD menargetkan genangan air dapat surut dalam waktu cepat jika intensitas hujan berkurang.

Di tengah kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan, BPBD mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi banjir dan genangan.

β€œJika terjadi kondisi darurat, masyarakat dapat segera menghubungi nomor layanan 112. Layanan ini gratis dan beroperasi 24 jam non-stop,” kata Isnawa.

Sementara itu, warga di wilayah rawan banjir diimbau untuk terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi sungai guna mengantisipasi kemungkinan banjir susulan di Jakarta. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dilema Keamanan Nuklir: Saat Upaya Bertahan Hidup Justru Memicu Perlombaan Senjata
Aliansi Baru di Pasifik sebagai Bentuk Penyeimbang Kekuatan Tiongkok
Mengapa Negara Tak Pernah Benar-Benar Saling Percaya?
Mengapa Ambisi Pemimpin Dunia Tetap Menjadi Motor Konflik?
Pramono Anung Peringatkan Ormas Jangan Paksa Pengusaha Minta THR Jelang Lebaran 2026
Hakim Tolak Gugatan Yaqut, Status Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji Tetap Berlaku
Jasad Pria dengan Luka Tembak di Kepala Ditemukan di Jaksel, Polisi Selidiki Senjata Api
Kasus Suap Terbongkar, KPK Tetapkan 5 Tersangka Termasuk Bupati Rejang Lebong

Berita Terkait

Rabu, 11 Maret 2026 - 16:31 WIB

Dilema Keamanan Nuklir: Saat Upaya Bertahan Hidup Justru Memicu Perlombaan Senjata

Rabu, 11 Maret 2026 - 15:26 WIB

Aliansi Baru di Pasifik sebagai Bentuk Penyeimbang Kekuatan Tiongkok

Rabu, 11 Maret 2026 - 14:20 WIB

Mengapa Negara Tak Pernah Benar-Benar Saling Percaya?

Rabu, 11 Maret 2026 - 13:19 WIB

Mengapa Ambisi Pemimpin Dunia Tetap Menjadi Motor Konflik?

Rabu, 11 Maret 2026 - 12:34 WIB

Pramono Anung Peringatkan Ormas Jangan Paksa Pengusaha Minta THR Jelang Lebaran 2026

Berita Terbaru

Struktur adalah takdir. Melalui lensa Neo-Realisme Kenneth Waltz, kita memahami bahwa konflik dunia bukan disebabkan oleh sifat jahat manusia, melainkan oleh sistem internasional yang memaksa setiap negara untuk terus waspada demi bertahan hidup. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Mengapa Negara Tak Pernah Benar-Benar Saling Percaya?

Rabu, 11 Mar 2026 - 14:20 WIB

Politik adalah cermin manusia. Melalui kacamata Realisme Klasik Hans Morgenthau, kita memahami bahwa konflik global bukan sekadar masalah teknis diplomatik, melainkan manifestasi dari dorongan biologis manusia untuk mendominasi. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Mengapa Ambisi Pemimpin Dunia Tetap Menjadi Motor Konflik?

Rabu, 11 Mar 2026 - 13:19 WIB