Inggris-Prancis Sahkan Pakta £500 Juta guna Tekan Penyeberangan Selat Inggris

Sabtu, 25 April 2026 - 17:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Inggris dalam siaga

Inggris dalam siaga "Severe". Essa Suleiman menghadapi dakwaan percobaan pembunuhan dalam persidangan perdana di London, sementara pemerintah menaikkan status ancaman teror menyusul serangan yang menargetkan komunitas Yahudi. Dok: Istimewa.

DUNKIRK, POSNEWS.CO.ID – Inggris dan Prancis memperkuat barisan pertahanan di sepanjang pesisir Selat Inggris. Menteri Dalam Negeri Inggris Shabana Mahmood dan Mendagri Prancis Laurent Nuñez meresmikan perjanjian jutaan euro di wilayah Dunkirk pada hari Kamis.

Dalam konteks ini, kerja sama tersebut bertujuan murni guna memutus rantai penyelundupan manusia. Oleh karena itu, kedua negara menyinergikan sumber daya finansial dan teknologi guna memastikan keamanan perbatasan maritim tetap terjaga di tahun 2026.

Investasi Keamanan: £500 Juta dan Dana Insentif

Inggris berkomitmen untuk menyuntikkan dana sebesar 500 juta poundsterling selama tiga tahun ke depan guna memperkuat tindakan pengamanan di Prancis Utara. Selain itu, London menyediakan dana tambahan sebesar 160 juta poundsterling ($216 juta) yang bersifat kondisional.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pencairan dana tambahan tersebut sangat bergantung pada tingkat keberhasilan taktik baru di lapangan. Kantor Dalam Negeri Inggris menegaskan bahwa bantuan finansial akan pemerintah hentikan setelah satu tahun jika upaya tersebut gagal membuahkan hasil nyata. Mahmood memuji kesepakatan ini sebagai perpaduan keterampilan dan kapabilitas yang tepat guna mengurangi keberangkatan perahu dari pantai.

Baca Juga :  Uni Eropa Cari Jalur Alternatif guna Hindari Selat Hormuz

Target Operasional: Melawan Fenomena “Taxi Boats”

Pilar utama dari rencana ini adalah penambahan jumlah personel polisi darat secara signifikan. Pemerintah akan meningkatkan jumlah petugas dari 907 orang saat ini menjadi 1.392 personel untuk periode 2026–2029.

Secara khusus, teknologi pengawasan baru akan pemerintah fokuskan guna mendeteksi “perahu taksi”. Istilah ini merujuk pada perahu karet bermotor yang diselundupkan dan dioperasikan secara rahasia untuk menjemput migran di titik pertemuan pantai yang terpencil.

  • Drone dan Helikopter: Ekspansi kemampuan pemantauan udara 24 jam.
  • Pemantauan Elektronik: Deteksi dini pergerakan kendaraan di area bukit pasir.
  • Unit Polisi Khusus: Prancis akan mendirikan unit baru yang didedikasikan murni untuk memerangi migrasi ireguler.

Tekanan Politik dan Pemilu 7 Mei

Isu penyeberangan perahu kecil telah menjadi variabel politik yang sangat volatil di Inggris. Kemarahan publik atas kegagalan pemerintah sebelumnya dalam menangani masalah ini telah memicu kerusuhan dan demonstrasi dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga :  Plt Presiden Delcy Rodriguez Janjikan Kenaikan Upah pada 1 Mei

Akibatnya, partai sayap kanan Reform UK mencatatkan lonjakan dukungan yang signifikan dalam berbagai jajak pendapat. Oleh sebab itu, PM Keir Starmer berupaya membuktikan ketegasan pemerintahannya melalui kebijakan deportasi dan pengamanan perbatasan yang kian ketat. “Pemerintah telah mendeportasi atau memulangkan hampir 60.000 orang yang tidak memiliki hak untuk berada di sini,” tegas Starmer guna menenangkan konstituennya menjelang pemilihan 7 Mei mendatang.

Kritik Aktivis dan Tragedi Kemanusiaan

Meskipun demikian, kebijakan ini tidak lepas dari kritik tajam kelompok hak asasi manusia. Imran Hussain dari Refugee Council memperingatkan bahwa pendekatan kepolisian semata tidak akan mampu menghentikan orang-orang yang putus asa.

Terlebih lagi, tindakan keras polisi Prancis—seperti menusuk perahu karet agar tidak layak pakai—justru mendorong penggunaan metode penyeberangan yang lebih berbahaya. Sebagai hasilnya, angka kematian di perbatasan terus bertambah. Baru-baru ini, empat orang tewas saat mencoba menaiki perahu di lepas pantai Prancis Utara. Data dari kelompok Utopia 56 mencatat sedikitnya 162 nyawa telah melayang di perbatasan tersebut dalam tiga tahun terakhir.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran
António Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng
Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan
Donald Trump Sebut Benjamin Netanyahu Gila
Mikrofon Bocor Ungkap Obrolan Spontan Para Pemimpin Dunia
Alysa Liu dan Ilia Malinin Siap Beraksi di Skate America
Aliansi SoftBank dan OpenAI: Perangi Krisis Siber Jepang
Bos Nvidia Jensen Huang Desak Masyarakat Cepat Adaptasi

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:17 WIB

PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:48 WIB

António Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng

Rabu, 17 Juni 2026 - 13:31 WIB

Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:21 WIB

Donald Trump Sebut Benjamin Netanyahu Gila

Rabu, 17 Juni 2026 - 10:01 WIB

Alysa Liu dan Ilia Malinin Siap Beraksi di Skate America

Berita Terbaru

Sinergi Tokyo-Washington di G7. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menggelar pertemuan bilateral singkat bersama Presiden AS Donald Trump untuk membahas isu Timur Tengah dan tarif dagang. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran

Rabu, 17 Jun 2026 - 15:17 WIB

Penderitaan di bawah kuasa geng. Sekretaris Jenderal PBB António Guterres mengunjungi Haiti guna menyaksikan langsung krisis kemanusiaan dan pengungsian massal akibat dominasi geng Viv Ansanm. Dok: (AP Photo/Danica Coto)

INTERNASIONAL

António Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng

Rabu, 17 Jun 2026 - 14:48 WIB

Ketegangan di perairan internasional. Sebuah kapal fregat militer Rusia melepaskan tembakan peringatan ke arah kapal pesiar berbendera Inggris di Selat Inggris. Dok: (AP Photo, File)

INTERNASIONAL

Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan

Rabu, 17 Jun 2026 - 13:31 WIB

Hubungan sekutu yang retak. Presiden Donald Trump mengecam keras Benjamin Netanyahu karena rencana pengeboman Beirut mengancam kelangsungan rencana damai dengan Iran. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Donald Trump Sebut Benjamin Netanyahu Gila

Rabu, 17 Jun 2026 - 12:21 WIB