Sejarah Tradisi Hagaf Gunting Saga, Pesta Rakyat Lebaran Meriah di Labuhanbatu Utara

Senin, 9 Maret 2026 - 11:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Festival Hagaf di Sungai Kualuh Gunting Saga Labuhanbatu Utara. (Posnews/Analisa)

Festival Hagaf di Sungai Kualuh Gunting Saga Labuhanbatu Utara. (Posnews/Analisa)

LABUHANBATU UTARA, POSNEWS.CO.ID – Tradisi Hagaf (Hari Gembira Aidil Fitri) kembali menjadi sorotan setiap tahun di Kelurahan Gunting Saga.

Festival rakyat yang lahir dari semangat kebersamaan masyarakat ini telah berlangsung puluhan tahun dan kini menjadi salah satu tradisi Lebaran paling meriah di Sumatera Utara.

Setiap selesai perayaan Idul Fitri, ribuan warga memadati kawasan Sungai Kualuh untuk merayakan Hagaf.

Tidak hanya warga lokal, pengunjung dari berbagai daerah di sekitar Kabupaten Labuhanbatu Utara bahkan luar daerah turut datang untuk menikmati kemeriahan pesta rakyat tersebut.

Tradisi ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi simbol persatuan, silaturahmi, dan identitas budaya masyarakat Gunting Saga yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.

Sejarah Hagaf: Tradisi Lebaran yang Lahir dari Semangat Kebersamaan

Sejarah Hagaf bermula sekitar tahun 1960-an, ketika masyarakat Gunting Saga ingin menciptakan kegiatan bersama setelah menjalani ibadah Ramadan dan merayakan Idul Fitri.

Saat itu, warga memanfaatkan kawasan Sungai Kualuh sebagai tempat berkumpul dan bersilaturahmi. Awalnya kegiatan ini hanya berupa rekreasi sederhana di sungai, seperti berenang, memancing, dan bermain bersama keluarga.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun seiring waktu, kegiatan tersebut berkembang menjadi festival rakyat besar. Warga kemudian memberi nama perayaan ini Hagaf, singkatan dari Hari Gembira Aidil Fitri, yang menggambarkan kebahagiaan masyarakat setelah menjalani bulan puasa.

Baca Juga :  1.250 Personel Gabungan Amankan Aksi di DPR/MPR, Polisi Tegaskan Pengamanan Humanis

Sejak saat itu, Hagaf menjadi tradisi tahunan yang terus berkembang dan semakin meriah setiap tahunnya.

Tradisi Hagaf (Hari Gembira Aidil Fitri) di setiap Lebaran kedua kembali menjadi sorotan setiap tahun di Kelurahan Gunting Saga.
Sejarah Hagaf bermula sekitar tahun 1960-an, ketika masyarakat Gunting Saga ingin menciptakan kegiatan bersama setelah menjalani ibadah Ramadan dan merayakan Idul Fitri.

Hagaf Berubah Menjadi Festival Budaya dan Wisata

Seiring perkembangan zaman, masyarakat Gunting Saga tidak hanya mempertahankan tradisi Hagaf, tetapi juga mengembangkannya menjadi festival budaya dan wisata rakyat.

Biasanya, perayaan Hagaf digelar mulai hari kedua hingga beberapa hari setelah Lebaran. Selama perayaan berlangsung, kawasan Sungai Kualuh berubah menjadi pusat keramaian yang dipenuhi pengunjung.

Berbagai hiburan rakyat digelar untuk memeriahkan suasana. Mulai dari permainan tradisional hingga pertunjukan seni budaya yang melibatkan masyarakat setempat.

Beberapa kegiatan yang selalu menjadi daya tarik dalam Hagaf antara lain:

  • Lomba menangkap bebek di sungai
  • Lomba renang di Sungai Kualuh
  • Pentas musik rakyat dan dangdut
  • Lomba adzan dan tahfidz Al-Qur’an
  • Festival kuliner khas daerah
  • Wisata perahu menyusuri Sungai Kualuh

Kegiatan tersebut membuat Hagaf tidak hanya menjadi tradisi lokal, tetapi juga berkembang sebagai destinasi wisata Lebaran yang unik di Sumatera Utara.

Baca Juga :  Indonesia Fatherless Country: Ketika Ayah Ada Fisiknya, Tapi Hilang Jiwanya

Dampak Ekonomi dan Sosial bagi Masyarakat

Selain mempererat silaturahmi, Hagaf juga membawa dampak ekonomi yang cukup besar bagi masyarakat setempat.

Selama festival berlangsung, banyak warga membuka lapak kuliner, permainan anak, hingga penyewaan perahu wisata di sepanjang Sungai Kualuh.

Aktivitas ini secara langsung meningkatkan pendapatan masyarakat selama musim Lebaran.

Di sisi lain, tradisi Hagaf juga memperkuat nilai gotong royong dan kebersamaan. Warga secara sukarela bekerja sama menyiapkan lokasi, mengatur kegiatan, hingga menjaga keamanan acara.

Karena itu, Hagaf tidak hanya menjadi hiburan tahunan, tetapi juga menjadi ruang budaya yang memperkuat identitas masyarakat Gunting Saga.

Hagaf Tahun Ini Diprediksi Lebih Meriah

Tahun ini, masyarakat Kelurahan Gunting Saga kembali bersiap menggelar Hagaf dengan skala yang lebih meriah.

Berbagai kegiatan hiburan, perlombaan, serta festival budaya dipersiapkan untuk menyambut pengunjung.

Pemerintah daerah bersama masyarakat juga terus mendorong Hagaf agar berkembang sebagai agenda wisata budaya unggulan di Labuhanbatu Utara.

Dengan sejarah panjang, semangat kebersamaan yang kuat, serta kemeriahan yang selalu dinanti setiap tahun, Hagaf di Gunting Saga kini tidak hanya menjadi tradisi lokal, tetapi juga simbol kebanggaan budaya masyarakat Sumatera Utara. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gas LPG Meledak di Kontrakan Depok, Pedagang Bakso Terluka Parah
Gerakan Berbagi Ramadan, Al-Wildan Islamic School 3 Salurkan 500 Paket Sembako
Pria di Limo Depok Habisi Istri Siri karena Sakit Hati dan Masalah Ekonomi
Mudik Lebaran 2026 Dijaga Ketat, Polda Metro Siagakan 6.802 Personel – Ada 95 Pos Pengamanan
Polemik Toraja, Pandji Beberkan Fakta Sidang Adat Toraja yang Dihadiri 32 Wilayah Adat
Tragedi Longsor Sampah Bantargebang Bekasi, 5 Tewas dan 4 Masih Hilang
Mudik Lebaran 2026, Polda Metro Jaya Buka Titip Kendaraan Gratis di Polsek dan Polres
Buronan Red Notice Interpol Jimmy Lie Dicokok di Bandara Kualanamu, Kasus Suap PTSL Tangerang

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 19:38 WIB

Gas LPG Meledak di Kontrakan Depok, Pedagang Bakso Terluka Parah

Senin, 9 Maret 2026 - 19:11 WIB

Gerakan Berbagi Ramadan, Al-Wildan Islamic School 3 Salurkan 500 Paket Sembako

Senin, 9 Maret 2026 - 18:39 WIB

Pria di Limo Depok Habisi Istri Siri karena Sakit Hati dan Masalah Ekonomi

Senin, 9 Maret 2026 - 17:39 WIB

Mudik Lebaran 2026 Dijaga Ketat, Polda Metro Siagakan 6.802 Personel – Ada 95 Pos Pengamanan

Senin, 9 Maret 2026 - 15:15 WIB

Polemik Toraja, Pandji Beberkan Fakta Sidang Adat Toraja yang Dihadiri 32 Wilayah Adat

Berita Terbaru