JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Aksi arogan penagih utang berujung ricuh di kawasan Sukapura, Cilincing, Jakarta Utara. Seorang debt collector berinisial F nekat menodongkan hingga menembakkan senjata airsoft gun saat menagih utang.
Akibatnya, seorang pemuda berinisial SH (23) terluka tembak, sementara pelaku justru babak belur setelah dikeroyok warga.
Insiden menegangkan itu terjadi pada Minggu (8/3/2026) malam ketika SH sedang membeli nasi goreng di kawasan Sukapura.
Kapolsek Cilincing AKP Bobi Subasri mengungkapkan, pelaku datang bersama kelompoknya untuk menagih utang kepada korban.
“Pelaku datang menggunakan dua sepeda motor dengan total empat orang,” ujar Bobi saat dikonfirmasi Posnews, Selasa (10/3/2026).
Awalnya, penagihan berlangsung tegang. SH tidak terima didatangi secara kasar sehingga terjadi cekcok sengit di lokasi.
Situasi kemudian memanas. Tanpa pikir panjang, F mengeluarkan airsoft gun dan langsung menembakkan senjata tersebut ke arah korban.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Setelah cekcok, pelaku menembak korban menggunakan senjata airsoft,” tegas Bobi.
Akibat tembakan itu, SH mengalami luka di beberapa bagian tubuh, yakni kaki kanan, punggung kanan, dan lutut kiri.
Namun drama belum berakhir. Setelah suara tembakan memicu kepanikan, warga sekitar langsung berteriak “maling!” kepada pelaku. Teriakan itu memancing emosi massa hingga F menjadi sasaran amukan warga.
“Pelaku diteriaki maling karena menagih utang dengan emosi sambil membawa airsoft gun,” jelas Bobi.
Tak lama kemudian, polisi tiba di lokasi. Saat petugas datang, pelaku sudah lebih dulu dibawa warga ke rumah sakit.
Meski begitu, polisi mengaku belum menemukan pelaku dalam kondisi luka akibat pengeroyokan saat melakukan pengecekan ke sejumlah rumah sakit.
“Ketika anggota mengecek ke beberapa rumah sakit, tidak ditemukan korban pengeroyokan atas nama pelaku,” kata Bobi.
Hingga kini, polisi masih menyelidiki motif utang yang memicu insiden berdarah tersebut. Selain itu, kepemilikan senjata airsoft gun yang digunakan pelaku juga masih didalami.
“Masih dalam proses penyelidikan dan pendalaman,” pungkasnya. (MR)
Editor : Hadwan





















