Arus Mudik Lebaran 2026, Korlantas: Delay System hingga Buffer Zone di Pelabuhan

Kamis, 12 Maret 2026 - 07:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho. (Posnews/Ist)

Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Agus Suryonugroho, menyiapkan strategi khusus untuk mencegah kemacetan parah saat arus mudik Lebaran 2026, terutama di jalur penyeberangan kapal.

Salah satu langkah utama yang disiapkan adalah penerapan delay system untuk menahan laju kendaraan sebelum memasuki pelabuhan.

Strategi itu diumumkan Irjen Agus dalam konferensi pers persiapan mudik Lebaran di Gedung Bina Graha, Rabu (11/3/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, sistem ini menjadi kunci mengantisipasi lonjakan kendaraan, terutama jika cuaca ekstrem menghambat penyeberangan kapal.

Rawan Kemacetan di Pelabuhan

Ia menegaskan titik rawan kemacetan berada di pelabuhan penyeberangan utama seperti Pelabuhan Merak, Pelabuhan Bakauheni, Pelabuhan Ketapang, dan Pelabuhan Gilimanuk.

Jika kapal tidak bisa beroperasi akibat cuaca buruk, distribusi kendaraan otomatis terhenti dan antrean panjang tidak terhindarkan.

Karena itu, Korlantas Polri bersama berbagai pemangku kepentingan menyiapkan skenario pengendalian lalu lintas berbasis tiga level kondisi.

Pertama situasi hijau atau normal, kedua kuning saat mulai terjadi kepadatan, dan ketiga merah jika gangguan serius terjadi.

Baca Juga :  6.859 Masjid Ramah Pemudik Siap Layani Mudik Lebaran 2026 di Seluruh Indonesia

Selain itu, polisi juga menyiapkan emergency plan lengkap. Rencana darurat tersebut mencakup pengaturan antrean kendaraan di jalan tol, penyediaan peralatan pendukung, hingga analisis kecelakaan lalu lintas untuk mencegah gangguan tambahan di jalur mudik.

Menurut Agus, gangguan distribusi kendaraan di penyeberangan bisa memicu kemacetan ekstrem hanya dalam waktu singkat.

Bahkan, keterlambatan penyeberangan selama satu jam saja berpotensi memicu antrean kendaraan panjang menuju pelabuhan.

Terapkan Delay System di Rest Area Jalur Tol Menuju Merak

Untuk mengatasi situasi itu, Korlantas akan menerapkan delay system dengan menahan kendaraan di rest area sepanjang jalur tol menuju Merak.

Sistem ini membuat kendaraan tidak langsung menuju pelabuhan ketika kapasitas penyeberangan penuh.

Polisi telah menyiapkan tiga rest area di jalur tol dari Cikupa menuju Banten sebagai titik penahanan kendaraan.

Kendaraan dari arah Jakarta akan diarahkan berhenti sementara di rest area hingga jalur penyeberangan kembali normal.

Jika rest area pertama penuh, kendaraan akan dialihkan ke rest area berikutnya secara bertahap.

Baca Juga :  Polisi Gugur Saat Operasi Ketupat 2026, Diduga Kelelahan Ekstrem

Skema ini dimulai dari rest area KM 68, lalu KM 43, hingga KM 13 untuk mengendalikan arus kendaraan menuju pelabuhan.

Tak hanya itu, Korlantas juga menyiapkan buffer zone sebagai area parkir darurat jika penyeberangan kapal berhenti selama beberapa jam akibat cuaca ekstrem.

Zona ini berfungsi menampung kendaraan agar antrean tidak meluas hingga jalan utama.

Agus menegaskan negara harus hadir memastikan perjalanan mudik berjalan aman dan tertib.

Karena itu, Korlantas menggandeng berbagai kementerian dan lembaga untuk menyukseskan Operasi Ketupat 2026 dengan slogan Mudik Aman, Keluarga Bahagia.

Ia menekankan kolaborasi menjadi kunci utama keberhasilan pengamanan mudik tahun ini.

Pemerintah, Polri, dan berbagai lembaga terkait telah menyusun serta mengevaluasi berbagai langkah strategis untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat.

Menurut Agus, Operasi Ketupat bukan hanya mengatur lalu lintas.

Operasi ini juga memastikan keamanan masyarakat selama Ramadan hingga Idul Fitri, mulai dari perlindungan terhadap kriminalitas hingga kelancaran mobilitas jutaan pemudik di seluruh Indonesia. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Nusron Wahid Diperiksa 5 Jam, KPK Bongkar Dugaan Setoran Jabatan
Kasus Penyadapan Presiden Prabowo Memanas, Yusril Ungkap Indikasi Makar
Mengapa 20.980 Personel TNI AL Disiapkan ke Jakarta? Ini Penjelasan Mabes TNI
Pigai Kecam Dugaan Penyadapan Presiden, Desak Kasus Listyo Sigit Diusut Tuntas
Mohammad Iqbal: DPD RI Awards Jadi Panggung Tokoh Inspiratif dari Pelosok Negeri
Siapa Perekrut Peserta Bayaran di Deklarasi Sumpah Pemuda?
Mengenal Kombes Pol Ardyansyah, Perwira Intelijen Polda Metro Jaya
Sidang Dugaan Penculikan Penjaringan, Korban Mengaku Diseret ke Fortuner Putih

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 20:03 WIB

Nusron Wahid Diperiksa 5 Jam, KPK Bongkar Dugaan Setoran Jabatan

Rabu, 4 November 2026 - 18:01 WIB

Kasus Penyadapan Presiden Prabowo Memanas, Yusril Ungkap Indikasi Makar

Rabu, 4 November 2026 - 17:49 WIB

Mengapa 20.980 Personel TNI AL Disiapkan ke Jakarta? Ini Penjelasan Mabes TNI

Rabu, 4 November 2026 - 17:21 WIB

Pigai Kecam Dugaan Penyadapan Presiden, Desak Kasus Listyo Sigit Diusut Tuntas

Rabu, 4 November 2026 - 16:29 WIB

Mohammad Iqbal: DPD RI Awards Jadi Panggung Tokoh Inspiratif dari Pelosok Negeri

Berita Terbaru

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Posnews/Kominfo)

JABODETABEK

3.418 PNS Baru DKI Diingatkan Pramono soal Etika Bermedsos

Rabu, 4 Nov 2026 - 19:51 WIB