Demo Gemarak di DPR, 1.145 Polisi Disiagakan Tanpa Senjata Api

Kamis, 21 Agustus 2025 - 11:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi menyiagakan ribuan personel untuk mengamankan aksi demonstrasi pengemudi Ojol dan mahasiswa di kawasan Istana dan DPR/MPR, Jakarta Pusat. Dok-Polri

Polisi menyiagakan ribuan personel untuk mengamankan aksi demonstrasi pengemudi Ojol dan mahasiswa di kawasan Istana dan DPR/MPR, Jakarta Pusat. Dok-Polri

JAKARTA, ONLINEWS.CO.ID – Sebanyak 1.145 personel kepolisian disiagakan untuk mengamankan aksi unjuk rasa Gerakan Mahasiswa Bersama Rakyat (Gemarak) di depan gedung DPR, Kamis (21/8/2025).

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo Condro memimpin apel pengamanan dan menegaskan seluruh personel tidak membawa senjata api.

“Polisi mengamankan aksi dengan cara persuasif dan mengedepankan pendekatan humanis,” kata Susatyo.

Susatyo mempersilakan masyarakat menyampaikan pendapat. Namun, ia mengingatkan agar aksi tetap berlangsung tertib.

“Silakan berorasi, tapi jangan memprovokasi, jangan melawan petugas, dan hindari membakar ban, menutup jalan, atau merusak fasilitas umum,” katanya.

Lalu Lintas Bersifat Situasional

Polisi juga mengimbau pengguna jalan menghindari kawasan depan kompleks MPR/DPR/DPD RI. Susatyo menjelaskan polisi akan menerapkan rekayasa lalu lintas secara situasional sesuai jumlah massa yang hadir.

Baca Juga :  DPR dan Pemerintah Sepakat Bentuk Kementerian Haji dan Umrah

“Arus lalu lintas di sekitar lokasi bersifat situasional. Susatyo menyarankan warga memilih jalur alternatif agar mobilitas tetap lancar. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

WHO Nyatakan Wabah Strain Bundibugyo sebagai Ancaman Global
Trump Klaim Kesepakatan Damai dengan Iran Hampir Tuntas
Brimob Polda Metro Gagalkan Tawuran dan Balap Liar, Celurit hingga Narkoba Disita
SpaceX Uji Coba Roket Terkuat dalam Sejarah Jelang Misi Bulan
Selebriti Lawan Deepfake AI dengan Hukum Trademark
Dendam Lama Meledak di Panggung Nikahan, Lansia Tanjung Priok Ditangkap
AS Wajibkan Pelamar Green Card Ajukan Aplikasi dari Negara Asal
Ledakan Gas Tewaskan 90 Pekerja, Bencana Terburuk dalam 17 Tahun

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 15:06 WIB

WHO Nyatakan Wabah Strain Bundibugyo sebagai Ancaman Global

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:03 WIB

Trump Klaim Kesepakatan Damai dengan Iran Hampir Tuntas

Minggu, 24 Mei 2026 - 13:44 WIB

Brimob Polda Metro Gagalkan Tawuran dan Balap Liar, Celurit hingga Narkoba Disita

Minggu, 24 Mei 2026 - 13:30 WIB

SpaceX Uji Coba Roket Terkuat dalam Sejarah Jelang Misi Bulan

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:57 WIB

Selebriti Lawan Deepfake AI dengan Hukum Trademark

Berita Terbaru

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC) dan Uganda sebagai darurat internasional. Dok: (AP Photo/Moses Sawasawa)

KESEHATAN

WHO Nyatakan Wabah Strain Bundibugyo sebagai Ancaman Global

Minggu, 24 Mei 2026 - 15:06 WIB

Pintu perdamaian terbuka. Presiden Donald Trump mengeklaim negosiasi dengan Iran telah mencapai tahap akhir, meski isu nuklir dan kontrol Selat Hormuz masih menjadi ganjalan besar bagi tercapainya perdamaian permanen. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Trump Klaim Kesepakatan Damai dengan Iran Hampir Tuntas

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:03 WIB

Era baru eksplorasi ruang angkasa. SpaceX sukses meluncurkan Starship V3, roket paling kuat yang pernah dibuat manusia, sebagai langkah krusial bagi ambisi NASA mendaratkan astronot di Bulan dan rencana perjalanan manusia ke Mars. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

SpaceX Uji Coba Roket Terkuat dalam Sejarah Jelang Misi Bulan

Minggu, 24 Mei 2026 - 13:30 WIB

Taylor Swift hingga Matthew McConaughey kini menggunakan hukum merek dagang untuk melindungi wajah dan suara mereka dari kloning kecerdasan buatan. Dok: Istimewa.

ENTERTAINMENT

Selebriti Lawan Deepfake AI dengan Hukum Trademark

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:57 WIB