UNESCO Tunjuk Profesor Tiongkok Chen Qun sebagai Asisten Direktur Jenderal

Minggu, 5 April 2026 - 15:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sinergi sains dan kebijakan. Direktur Jenderal UNESCO Khaled El-Enany memperkuat tim manajemennya dengan menunjuk fisikawan terkemuka Chen Qun guna memimpin agenda pendidikan inklusif dan berkualitas di seluruh dunia. Dok: UNESCO.

Sinergi sains dan kebijakan. Direktur Jenderal UNESCO Khaled El-Enany memperkuat tim manajemennya dengan menunjuk fisikawan terkemuka Chen Qun guna memimpin agenda pendidikan inklusif dan berkualitas di seluruh dunia. Dok: UNESCO.

PARIS, POSNEWS.CO.ID – Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO) memperkuat jajaran pimpinan tingginya guna menghadapi tantangan sistem pendidikan masa depan. Direktur Jenderal Khaled El-Enany mengonfirmasi penunjukan Profesor Chen Qun sebagai tokoh kunci yang akan mengawal kebijakan pendidikan internasional.

Dalam konteks ini, Chen Qun bergabung dalam tim manajemen baru yang progresif. Penunjukan ini merupakan bagian dari restrukturisasi organisasi yang El-Enany lakukan sejak menjabat pada November lalu sebagai Direktur Jenderal ke-12 UNESCO.

Rekam Jejak Intelektual: Dari Fisikawan ke Rektor

Profesor Chen Qun membangun fondasi kariernya sebagai sarjana sains di East China Normal University (ECNU). Bahkan, ia meraih gelar profesor tetap pada usia yang sangat muda berkat kontribusinya dalam riset ilmiah dan ilmu interdisipliner.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut, Chen memegang peran kepemimpinan krusial di ECNU sebagai Wakil Rektor (2003-2012) dan kemudian menjabat sebagai Rektor (2012-2018). Selama masa jabatannya, ia memimpin pengembangan International Education Park dan memperkuat kemitraan dengan universitas di seluruh dunia. Sebagai hasilnya, institusi tersebut kini menjadi rumah bagi ribuan mahasiswa internasional dan pusat pelatihan guru global yang berafiliasi dengan UNESCO.

Baca Juga :  Tembok Ratapan: Saksi Bisu Peradaban dan Simbol Suci di Jantung Yerusalem

Transisi ke Kepemimpinan Publik di Shanghai

Selain pencapaian akademis, Chen memiliki pengalaman administratif yang luas di pemerintahan. Ia menjabat sebagai Wakil Walikota Shanghai antara tahun 2017 hingga 2023. Dalam hal ini, ia mengawasi portofolio penting yang mencakup pendidikan, urusan sosial, hingga masalah hukum.

Oleh karena itu, kepakarannya dalam menyelaraskan dunia akademik dengan kebijakan publik sangat ia butuhkan di UNESCO. Chen memainkan peran kunci dalam pembentukan Institut Internasional untuk Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (IISTEM) milik UNESCO. Kontribusi ini membuktikan visinya dalam mendorong pendidikan STEM sebagai alat utama pembangunan ekonomi dan sosial yang berkelanjutan.

Sinergi Tim Manajemen Baru dan Visi Inklusivitas

Penunjukan Chen menyusul pengisian posisi senior lainnya oleh tiga tokoh perempuan pada Januari lalu. Mereka adalah Asa Regner (Swedia) sebagai Wakil Direktur Jenderal, Lidia Brito (Mozambik) untuk urusan Afrika, dan Mariya Gabriel (Bulgaria) untuk urusan komunikasi.

Baca Juga :  Kapolda Metro Jaya Imbau Warga Jakarta Tetap Tenang, Patroli Skala Besar Usai Kericuhan

Secara simultan, tim pimpinan baru ini bertujuan untuk memajukan pembelajaran yang setara, inklusif, dan berkualitas tinggi. El-Enany, yang merupakan pakar Mesir Kuno dan pemimpin pertama dari negara Arab, berharap Chen mampu mentransformasi cara dunia memandang pendidikan. Dengan demikian, pelajar global diharapkan memiliki kemampuan adaptasi terhadap teknologi mutakhir tanpa kehilangan nilai-nilai perdamaian.

Menghadapi Tantangan 2026

Masa depan literasi dunia kini berada di pundak kolaborasi internasional yang erat. Pada akhirnya, kehadiran Chen Qun dalam tim senior UNESCO memberikan harapan baru bagi percepatan pencapaian target pembangunan berkelanjutan di bidang pendidikan.

Dengan demikian, dunia internasional memantau bagaimana pengalaman 30 tahun Chen Qun akan diterjemahkan ke dalam kebijakan nyata di lapangan. Di tengah krisis keamanan dan energi yang melanda berbagai kawasan, UNESCO menegaskan bahwa pendidikan tetap menjadi benteng pertahanan terakhir untuk menjaga keutuhan peradaban manusia.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik
Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%
Peluncuran Konsol Retro NEOGEO AES+ Ditunda
Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya
Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa
Shinjuku Larang Separuh Sewa Liburan, Termasuk Properti
Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir
PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 20:57 WIB

Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik

Minggu, 13 September 2026 - 19:56 WIB

Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%

Minggu, 13 September 2026 - 13:30 WIB

Peluncuran Konsol Retro NEOGEO AES+ Ditunda

Rabu, 9 September 2026 - 08:03 WIB

Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya

Rabu, 9 September 2026 - 07:00 WIB

Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa

Berita Terbaru

Presiden Xi Jinping menyerukan blok BRICS menjadi juru damai konflik Timur Tengah pada KTT New Delhi serta mempererat hubungan diplomatik dengan India. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik

Minggu, 13 Sep 2026 - 20:57 WIB

2.713 penari dari 12 negara membawakan Tari Semarak Jali-Jali Betawi di Ancol. (Posnews/Ancol)

JABODETABEK

Budaya Betawi Mendunia, 2.713 Penari Pecahkan Rekor MURI di Ancol

Minggu, 13 Sep 2026 - 20:41 WIB

Hakim federal AS membatalkan rencana pemangkasan 50% staf FEMA era pemerintahan Trump. Keputusan ini dinilai menegakkan undang-undang perlindungan FEMA. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%

Minggu, 13 Sep 2026 - 19:56 WIB