Kasus Air Keras Aktivis KontraS, Natalius Pigai Desak Polisi Tangkap Pelaku

Sabtu, 14 Maret 2026 - 09:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri HAM Natalius Pigai. (Posnews/Ist)

Menteri HAM Natalius Pigai. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai marah mengecam brutalnya serangan penyiraman air keras terhadap aktivis HAM sekaligus Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.

Aksi keji yang dilakukan orang tak dikenal itu dinilai sebagai bentuk kekerasan biadab yang mencoreng wajah demokrasi Indonesia.

Pigai menegaskan, praktik premanisme dan teror terhadap aktivis tidak boleh dibiarkan tumbuh di negara hukum.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, serangan dengan air keras adalah tindakan sadis yang sama sekali tidak dapat ditoleransi.

“Premanisme tidak boleh hidup di negeri ini. Indonesia adalah negara damai dan beradab. Menyiram air keras kepada siapa pun, apalagi aktivis yang memperjuangkan kepentingan publik, adalah tindakan brutal yang tidak bisa diterima,” tegas Pigai saat memberikan pernyataan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Baca Juga :  Viral Dugaan Asusila di Taksi Online Cipulir, Gojek Blokir Permanen Akun Penumpang

Selanjutnya, Pigai menekankan bahwa perbedaan pandangan dalam demokrasi adalah hal wajar.

Namun, konflik atau kritik terhadap pemerintah maupun kelompok tertentu harus diselesaikan melalui dialog dan mekanisme hukum, bukan dengan aksi kekerasan yang mengancam nyawa.

Menurut mantan Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia itu, Indonesia justru sedang menikmati ruang demokrasi yang luas.

Karena itu, setiap pihak wajib menjaga iklim kebebasan berpendapat tanpa menggunakan cara-cara teror.

Lebih jauh, Pigai mengingatkan bahwa keberadaan masyarakat sipil merupakan pilar penting dalam menjaga keseimbangan kekuasaan negara.

Aktivis, organisasi masyarakat, dan kelompok advokasi berperan sebagai pengawas yang memastikan jalannya pemerintahan tetap berada di jalur demokrasi.

Baca Juga :  Ibu Korban Pembunuhan Bocah di Cilincing Meninggal Dunia, Kasus Tetap Berlanjut

“Bangsa ini besar karena peran civil society. Mereka menjadi pengontrol dan penyeimbang dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena itu, serangan terhadap aktivis adalah ancaman serius bagi demokrasi kita,” ujarnya.

Desak Polri Tangkap Pelaku

Di sisi lain, Pigai mendesak aparat kepolisian bergerak cepat dan membongkar dalang di balik aksi teror tersebut.

Ia menegaskan pelaku harus ditangkap dan diproses hukum agar korban serta keluarganya memperoleh keadilan.

“Saya meminta kepolisian mengusut tuntas kasus ini. Pelaku harus ditemukan dan dihukum. Negara harus memastikan korban dan keluarganya mendapat keadilan, karena hukum harus hadir melindungi seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya.

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Suami Bunuh Istri di Kamar Kos Grogol, Polisi Sita Palu Berdarah
Modus Ganjal ATM Digagalkan di Pamulang, 3 Pelaku Ditangkap Warga
Pegawai KPK Jadi Tersangka, Diduga Bocorkan Kasus Bupati Pemalang
Survei IDM: Kepuasan Publik terhadap Prabowo Capai 81,5 Persen, Penegakan Hukum Jadi Faktor Terkuat
Hindari Amukan Massa, Polisi Evakuasi Sopir Kontainer Diduga Teler Tramadol
Polisi Bongkar Gudang Obat Keras di Tanah Abang, Tangkap 5 Orang
Sopir Kontainer Diduga Mabuk Tabrak 2 Mobil dan Motor di Plumpang
Budaya Evaluasi Jadi Kunci Reformasi DPD RI

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:03 WIB

Suami Bunuh Istri di Kamar Kos Grogol, Polisi Sita Palu Berdarah

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:44 WIB

Modus Ganjal ATM Digagalkan di Pamulang, 3 Pelaku Ditangkap Warga

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:20 WIB

Pegawai KPK Jadi Tersangka, Diduga Bocorkan Kasus Bupati Pemalang

Kamis, 30 Juli 2026 - 13:46 WIB

Survei IDM: Kepuasan Publik terhadap Prabowo Capai 81,5 Persen, Penegakan Hukum Jadi Faktor Terkuat

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:56 WIB

Hindari Amukan Massa, Polisi Evakuasi Sopir Kontainer Diduga Teler Tramadol

Berita Terbaru

Langkah taktis amankan benteng udara. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menemui Donald Trump di Washington guna membahas produksi mandiri rudal Patriot. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy dan Trump Gelar Pertemuan Penting di Gedung Putih

Kamis, 30 Jul 2026 - 16:12 WIB

Langkah taktis Teheran amankan wilayah udara. Iran membeli 400 peluncur rudal panggul buatan China bernilai 70 juta dolar AS guna memperkuat pertahanan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China

Kamis, 30 Jul 2026 - 14:09 WIB