Sentimen Konsumen AS Terjun Bebas: Dampak Perang Iran Mulai Cekik Ekonomi Rumah Tangga

Sabtu, 14 Maret 2026 - 13:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Pessimisme di pasar domestik. Sentimen konsumen Amerika Serikat jatuh ke level terendah tahun ini akibat lonjakan harga bensin dan ketidakpastian ekonomi pasca-invasi ke Iran. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Pessimisme di pasar domestik. Sentimen konsumen Amerika Serikat jatuh ke level terendah tahun ini akibat lonjakan harga bensin dan ketidakpastian ekonomi pasca-invasi ke Iran. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Sentimen konsumen Amerika Serikat merosot tajam pada bulan Maret ke level terendah sepanjang tahun ini. Rumah tangga di seluruh negeri kini mulai berjuang menghadapi dampak ekonomi dari perang yang sedang berlangsung antara AS-Israel melawan Iran.

University of Michigan merilis data awal pada hari Jumat yang menunjukkan Indeks Sentimen Konsumen jatuh ke angka 55,5. Angka ini merosot dari pembacaan akhir Februari sebesar 56,6 dan 2,6 persen lebih rendah daripada posisi Maret 2025. Akibatnya, optimisme publik yang sempat tumbuh sebelum konflik kini telah sirna sepenuhnya.

Harga Bensin Memicu Pessimisme Massal

Direktur survei Joanne Hsu mencatat bahwa wawancara awal sebenarnya menunjukkan adanya penguatan ekonomi. Namun, sentimen melemah secara drastis setelah Amerika Serikat dan Israel meluncurkan kampanye militer pada 28 Februari lalu. Dalam hal ini, kenaikan harga bensin menjadi faktor yang memberikan dampak paling cepat bagi pengeluaran rumah tangga.

Oleh karena itu, Indeks Ekspektasi Konsumen turun lebih tajam dari 56,6 menjadi 54,1 pada bulan ini. Penurunan ini memberikan sinyal kuat mengenai tumbuhnya pesimisme terhadap masa depan ekonomi nasional. Bahkan, ekspektasi keuangan pribadi menurun secara luas sebesar 7,5 persen di seluruh tingkat pendapatan, kelompok usia, dan afiliasi politik.

Ancaman Inflasi Energi yang Menetap

Ekspektasi inflasi untuk tahun depan kini stabil di angka 3,4 persen. Kondisi ini secara otomatis menghentikan tren penurunan inflasi selama enam bulan berturut-turut. Meskipun demikian, angka tersebut tetap jauh lebih tinggi daripada rata-rata sebelum pandemi COVID-19.

Terlebih lagi, pasar energi dunia yang terus mengetat akan memberikan tekanan tambahan pada harga gas di masa depan. “Pengetatan pasar energi global kemungkinan besar mendorong ekspektasi inflasi secara keseluruhan ke tingkat yang lebih tinggi,” tegas Hsu. Dengan demikian, konflik di Timur Tengah memberikan ancaman serius terhadap daya beli masyarakat Amerika Serikat jika tidak segera mereda.

Baca Juga :  Diplomasi Nuklir AS-Iran: Trump Ancam Tarif Global

Tekanan pada Sektor Manufaktur dan Jasa

Meskipun Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini naik tipis menjadi 57,8, angka tersebut masih 9,4 persen lebih rendah daripada tahun lalu. Secara simultan, ketidakpastian pasokan energi mulai mengganggu rencana investasi perusahaan domestik. Banyak sektor jasa juga melaporkan penurunan kunjungan konsumen akibat biaya hidup yang kian membengkak.

Pada akhirnya, pemerintah menghadapi tantangan ganda yaitu membiayai operasi militer sembari menjaga stabilitas ekonomi dalam negeri. Sentimen konsumen yang lemah biasanya menjadi indikator awal bagi penurunan belanja publik yang dapat memicu resesi. Oleh sebab itu, administrasi Trump harus segera menangani keresahan ekonomi domestik agar dukungan terhadap kebijakan luar negerinya tidak semakin terkikis.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PM Kanada Dan Presiden AS Bahas Kesepakatan Perdagangan
Polisi Israel Bebaskan Tersangka Suap Pemilih, Upaya Likud
Politisi Jerman Kecam Kerusuhan Demonstrasi Pemuda
UEA Berharap Mediasi Qatar Berhasil Mencegah Konflik
167 Warga Sipil Berhasil Dievakuasi dari Oleshky Kherson
Penembakan Guncang Hiburan Malam AS Saat Halloween
Gedung Putih Siapkan Perintah Eksekutif dan Pertahanan Hukum
Jelang Pemilu Sela: Partai Republik Raih Dukungan di Michigan

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 14:21 WIB

PM Kanada Dan Presiden AS Bahas Kesepakatan Perdagangan

Selasa, 3 November 2026 - 13:11 WIB

Polisi Israel Bebaskan Tersangka Suap Pemilih, Upaya Likud

Selasa, 3 November 2026 - 12:04 WIB

Politisi Jerman Kecam Kerusuhan Demonstrasi Pemuda

Selasa, 3 November 2026 - 11:08 WIB

UEA Berharap Mediasi Qatar Berhasil Mencegah Konflik

Selasa, 3 November 2026 - 10:30 WIB

167 Warga Sipil Berhasil Dievakuasi dari Oleshky Kherson

Berita Terbaru