Diplomasi Rel dan Jembatan: Korea Utara Buka Kembali Jalur Logistik dengan China dan Rusia

Sabtu, 14 Maret 2026 - 20:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Ketegangan di Semenanjung Korea. Korea Utara kembali meluncurkan rudal balistik dari pangkalan kapal selam Sinpo, bertepatan dengan laporan IAEA mengenai peningkatan serius fasilitas pengayaan uranium rezim Kim Jong Un tahun 2026.  Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Ketegangan di Semenanjung Korea. Korea Utara kembali meluncurkan rudal balistik dari pangkalan kapal selam Sinpo, bertepatan dengan laporan IAEA mengenai peningkatan serius fasilitas pengayaan uranium rezim Kim Jong Un tahun 2026. Dok: Istimewa.

PYONGYANG, POSNEWS.CO.ID – Korea Utara mulai mengakhiri isolasi wilayahnya dengan mengaktifkan kembali jalur transportasi utama ke China dan Rusia. Pada hari Kamis, layanan kereta penumpang antara Pyongyang dan Beijing kembali beroperasi secara resmi setelah terhenti sejak awal tahun 2020.

Meskipun demikian, surat kabar resmi Korea Utara, Rodong Sinmun, sama sekali tidak memberitakan peristiwa bersejarah ini. Sebaliknya, harian lokal di kota perbatasan Dandong, China, justru menampilkan berita tersebut di halaman depan. Oleh karena itu, para analis menduga Pyongyang masih merasa khawatir terhadap dominasi ekonomi China yang kian kuat di wilayahnya.

Antusiasme Dandong dan Keheningan Pyongyang

Pembukaan kembali jalur rel ini memicu harapan besar bagi pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi di perbatasan China. Dalam hal ini, layanan kereta yang menghubungkan kedua ibu kota akan beroperasi empat kali seminggu. Selain itu, layanan kereta harian antara Dandong dan Pyongyang juga telah kembali normal sejak Kamis lalu.

Duta Besar China untuk Korea Utara, Wang Yajun, menyambut langsung para penumpang yang tiba di stasiun Pyongyang. Ia menegaskan bahwa dimulainya kembali jalur rel ini adalah peristiwa signifikan dalam hubungan bilateral kedua negara. Namun, untuk saat ini, penumpang kereta masih terbatas pada kalangan diplomat dan pebisnis karena Korea Utara belum menerbitkan kembali visa untuk turis umum.

Jembatan Tumen: Koneksi Baru dengan Rusia

Lebih lanjut, perkembangan menarik juga terjadi di perbatasan Korea Utara dan Rusia. Berdasarkan citra satelit resolusi tinggi, sebuah jembatan kendaraan di atas Sungai Tumen kini telah tersambung sepenuhnya. Sebelumnya, akses transportasi di wilayah tersebut hanya mengandalkan jalur kereta api yang terbatas.

Penyambungan jembatan ini terjadi di tengah semakin dalamnya hubungan militer antara Pyongyang dan Moskow. Sebagaimana diketahui, Korea Utara telah mengerahkan ribuan tentara untuk mendukung Rusia dalam perang melawan Ukraina. Oleh sebab itu, keberadaan jembatan baru ini kemungkinan besar akan mempercepat aliran logistik militer dan sumber daya di antara kedua negara tersebut.

Baca Juga :  Ruang Publik Habermas: Apakah Diskusi Sehat Masih Mungkin di Era Post-Truth?

Ekspansi Jalur Udara dan Masa Depan Ekonomi

Terlebih lagi, ekspansi jalur transportasi ini juga merambah ke sektor udara. Maskapai Air China dijadwalkan akan memulai kembali penerbangan langsung Beijing-Pyongyang pada 30 Maret mendatang. Secara simultan, maskapai nasional Korea Utara, Air Koryo, juga telah mengaktifkan kembali jadwal penerbangan regulernya.

Sebagai hasilnya, ketergantungan Korea Utara terhadap China dan Rusia sebagai penyokong ekonomi utama semakin tidak terelakkan. Dengan demikian, pembukaan kembali jalur-jalur logistik ini bukan sekadar urusan transportasi, melainkan strategi bertahan hidup Pyongyang di tengah sanksi internasional. Pada akhirnya, dunia kini memantau sejauh mana pembukaan perbatasan ini akan memengaruhi dinamika keamanan di kawasan Asia Timur.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Samurai Blue Tahan Imbang Belanda di Piala Dunia
Israel Gempur Lebanon Selatan di Tengah Isyarat Damai
Donald Trump dan Emmanuel Macron Pererat Aliansi
Wabah Ebola Kongo Kian Mengkhawatirkan
Israel Bersiap Hadapi Pemilihan Umum Sela
Presiden Mongolia Ukhnaa Khurelsukh Sambut Menlu Tiongkok
Raksasa Teknologi Dunia Serap Mineral Milisi M23
Militer Amerika Serikat Tembak Mati Gembong Kriminal

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 08:35 WIB

Samurai Blue Tahan Imbang Belanda di Piala Dunia

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:21 WIB

Israel Gempur Lebanon Selatan di Tengah Isyarat Damai

Minggu, 14 Juni 2026 - 16:14 WIB

Donald Trump dan Emmanuel Macron Pererat Aliansi

Minggu, 14 Juni 2026 - 14:03 WIB

Wabah Ebola Kongo Kian Mengkhawatirkan

Minggu, 14 Juni 2026 - 12:56 WIB

Israel Bersiap Hadapi Pemilihan Umum Sela

Berita Terbaru

Tandukan dramatis Daichi Kamada pada menit-menit akhir menyelamatkan Jepang dari kekalahan saat menghadapi Belanda pada laga pembuka Piala Dunia. Dok: (AP Photo/Julio Cortez)

SPORT

Samurai Blue Tahan Imbang Belanda di Piala Dunia

Senin, 15 Jun 2026 - 08:35 WIB