Diplomasi Dagang di Perancis: Mencari Penyeimbang Baru dalam Hubungan AS-China

Minggu, 15 Maret 2026 - 13:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menjaga stabilitas global. Amerika Serikat dan China menggelar perundingan ekonomi di Perancis guna memperluas daftar kerja sama dan memperkuat ketergantungan ekonomi yang saling menguntungkan. Dok: Istimewa.

Menjaga stabilitas global. Amerika Serikat dan China menggelar perundingan ekonomi di Perancis guna memperluas daftar kerja sama dan memperkuat ketergantungan ekonomi yang saling menguntungkan. Dok: Istimewa.

PARIS, POSNEWS.CO.ID – China dan Amerika Serikat bersiap menggelar perundingan ekonomi dan perdagangan tingkat tinggi di Perancis pada 14-17 Maret mendatang. Pertemuan ini menjadi langkah krusial bagi kedua raksasa ekonomi tersebut untuk memastikan kerja sama bilateral tetap berada pada jalur yang stabil di tahun 2026.

Dalam konteks ini, pertemuan tersebut menindaklanjuti keberhasilan lima putaran dialog tahun lalu. Laporan kerja pemerintah China yang terbit pada hari Kamis menegaskan bahwa konsultasi tersebut telah membuahkan hasil positif. Oleh karena itu, kedua belah pihak kini berupaya mengimplementasikan pemahaman bersama yang telah dicapai oleh kepala negara kedua negara dalam pertemuan tatap muka di Busan sebelumnya.

Perdagangan yang Saling Menguntungkan: Data dan Fakta

China secara konsisten menekankan bahwa esensi dari hubungan ekonomi kedua negara adalah kerja sama yang saling menguntungkan (win-win). Bahkan, data perdagangan tahun 2025 membuktikan besarnya interdependensi ini. Total nilai ekspor dan impor antara China dan Amerika Serikat mencapai 4,01 triliun yuan atau sekitar $574,66 miliar sepanjang tahun lalu.

Baca Juga :  GT Senayan dan GT Semanggi 1 Kembali Dibuka, Jasa Marga Pastikan Tol Dalam Kota Jakarta Lancar

Sebagai hasilnya, China tetap menjadi salah satu pasar ekspor paling penting bagi produk-produk Amerika Serikat, setelah Meksiko dan Kanada. Lebih lanjut, laporan Dewan Bisnis AS-China (USCBC) memperkirakan bahwa ekspor ke China mendukung sekitar 531.232 lapangan kerja di seluruh Amerika Serikat. Bagi konsumen Amerika, impor dari China juga membantu menekan biaya hidup dan meningkatkan daya beli rumah tangga berpenghasilan rendah hingga menengah.

Memperluas Daftar Kerja Sama di Sektor Inovatif

Pejabat China berulang kali mendesak Amerika Serikat untuk mengadopsi pendekatan konstruktif dengan memperpendek daftar masalah dan memperluas daftar kerja sama. Dalam hal ini, China ingin hubungan ekonomi berfungsi sebagai “batu penyeimbang” (ballast stone) bagi stabilitas politik global. Oleh sebab itu, langkah konkret mulai terlihat melalui rencana kunjungan delegasi bisnis China ke Amerika Serikat tahun ini untuk mempertemukan para pelaku usaha.

Selain itu, potensi kolaborasi di bidang sains dan teknologi sangat menjanjikan. Presiden USCBC, Sean Stein, menyoroti kemajuan pesat China dalam pengembangan obat molekuler baru global yang kini mencapai 37 persen. Oleh karena itu, sektor ilmu hayati (life sciences) seperti penanganan kanker dan diabetes menjadi area prioritas. Secara simultan, kedua pihak juga dapat menggali potensi di bidang energi baru, material baru, kedirgantaraan, hingga ekonomi rendah karbon.

Baca Juga :  Serangan Tahun Pertama Trump Lampaui Empat Tahun Biden

Momentum APEC dan G20 di Akhir Tahun 2026

Tahun 2026 memberikan peluang unik bagi keterlibatan bilateral yang lebih mendalam. Pada bulan November, China akan menjadi tuan rumah Pertemuan Pemimpin Ekonomi APEC di Shenzhen. Selanjutnya, Amerika Serikat akan menyambut para pemimpin dunia dalam KTT G20 di Miami, Florida pada bulan Desember.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan demikian, Duta Besar China Xie Feng menyerukan agar komunitas bisnis kedua negara memperkuat dialog dan mendukung pemerintah masing-masing dalam menjaga komunikasi. Pada akhirnya, keberhasilan diplomasi dagang ini akan bergantung pada seberapa efektif kedua pihak mampu menciptakan energi positif dan meminimalkan gangguan baru. Oleh sebab itu, perundingan di Perancis pekan depan akan menjadi indikator penting bagi arah hubungan ekonomi dunia di masa depan.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ukraina Terkepung: Rusia Lancarkan Gelombang Serangan Drone dan Rudal Terbesar Tahun 2026
Polisi Bubarkan Konvoi Remaja di Jakarta Barat, Petasan dan Bendera Diamankan
30 Putar Balik Jalur Pantura Bekasi Ditutup Polisi Saat Arus Mudik Lebaran
Tonggak Diplomasi: Israel dan Lebanon Berpeluang Gelar Perundingan Langsung
Seruan Maritim Trump: Koalisi Internasional untuk Selat Hormuz di Tengah Eskalasi Iran
Tawuran Dini Hari di Jakarta Utara Digagalkan Polisi, 3 Celurit Diamankan
25 Persen Kendaraan Tinggalkan Jakarta di Hari Ketiga Operasi Ketupat 2026, Arus Mudik Lancar
Banjir Deepfake di Platform X: Disinformasi AI Kaburkan Realita Perang Iran

Berita Terkait

Minggu, 15 Maret 2026 - 19:07 WIB

Ukraina Terkepung: Rusia Lancarkan Gelombang Serangan Drone dan Rudal Terbesar Tahun 2026

Minggu, 15 Maret 2026 - 19:05 WIB

Polisi Bubarkan Konvoi Remaja di Jakarta Barat, Petasan dan Bendera Diamankan

Minggu, 15 Maret 2026 - 18:11 WIB

30 Putar Balik Jalur Pantura Bekasi Ditutup Polisi Saat Arus Mudik Lebaran

Minggu, 15 Maret 2026 - 18:02 WIB

Tonggak Diplomasi: Israel dan Lebanon Berpeluang Gelar Perundingan Langsung

Minggu, 15 Maret 2026 - 17:57 WIB

Seruan Maritim Trump: Koalisi Internasional untuk Selat Hormuz di Tengah Eskalasi Iran

Berita Terbaru