WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – PM Jepang Sanae Takaichi mendarat di Amerika Serikat pada Rabu malam. Ia memulai kunjungan tiga hari yang sangat menentukan. Pertemuan puncak dengan Presiden Donald Trump di Gedung Putih bertujuan memperkuat aliansi kedua negara. Saat ini, perang Iran sedang mengancam stabilitas global.
Takaichi menekankan pentingnya de-eskalasi di Timur Tengah sebelum berangkat dari Tokyo. Hal ini krusial demi keamanan pelayaran dan energi dunia. “Situasi tidak stabil ini akan menyulitkan Jepang, Amerika Serikat, dan seluruh dunia,” ujar Takaichi kepada wartawan.
Ekonomi sebagai “Batu Penyeimbang” Aliansi
Hubungan AS-Jepang tampak stabil meskipun Trump sering menerapkan kebijakan tarif agresif. Kedua pemimpin akan mengonfirmasi implementasi kesepakatan bilateral bulan Juli lalu. Tokyo berkomitmen mengalokasikan $550 miliar untuk proyek strategis di AS. Proyek tersebut mencakup sektor energi, mineral kritis, semikonduktor, dan galangan kapal.
Sumber pemerintah Jepang menyebut investasi batch kedua mencapai 10 triliun yen ($63 miliar). Sebagai imbalannya, administrasi Trump menyetujui pengurangan tarif barang impor dari Jepang. Langkah Takaichi ini bertujuan menjaga relevansi ekonomi Jepang di hadapan prinsip “America First”.
Dilema Selat Hormuz dan Batas Konstitusi
Keamanan Selat Hormuz menjadi poin paling sensitif dalam pertemuan ini. Jepang sangat bergantung pada Timur Tengah untuk 90 persen impor minyak mentahnya. Saat ini, Iran sedang memblokade jalur vital tersebut.
Namun, Jepang menghadapi kendala konstitusional yang ketat. Konstitusi pasifis melarang pengiriman Pasukan Bela Diri (SDF) ke luar negeri jika berisiko terlibat pertempuran. Trump sempat mendesak Jepang mengirim kapal perang untuk mengawal tangker. Namun, ia berubah pikiran pada hari Selasa. Ia menyatakan AS tidak lagi membutuhkan dukungan angkatan laut dari sekutu.
Menghadapi Dominasi Tiongkok di Indo-Pasifik
Takaichi dan Trump juga membahas visi “Indo-Pasifik yang Bebas dan Terbuka”. Visi ini bertujuan membendung pengaruh Tiongkok yang kian meluas. Mereka memprioritaskan kerja sama pengembangan Kecerdasan Buatan (AI) dan rantai pasok tanah jarang (rare earths). Hal ini menjamin keunggulan teknologi blok Barat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kunjungan ini merupakan perjalanan luar negeri pertama Takaichi sejak kemenangan besar partai LDP pada Februari lalu. Trump akan menjamu Takaichi dalam makan siang kerja dan makan malam resmi pada hari Kamis. Sementara itu, Trump meminta Tiongkok menunda rencana kunjungannya ke Beijing akibat konflik Iran yang masih membara.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia




















