Presiden Lai Ching-te Pulang ke Taiwan Usai Kunjungan Defian ke Eswatini

Rabu, 6 Mei 2026 - 15:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menjaga kedaulatan demokrasi. Presiden Taiwan Lai Ching-te menegaskan hak pertahanan negara dan mendesak persetujuan pembelian senjata baru dari AS. Dok: Istimewa.

Menjaga kedaulatan demokrasi. Presiden Taiwan Lai Ching-te menegaskan hak pertahanan negara dan mendesak persetujuan pembelian senjata baru dari AS. Dok: Istimewa.

TAOYUAN, POSNEWS.CO.ID – Presiden Taiwan Lai Ching-te menyampaikan pesan perlawanan kuat setibanya di Bandara Internasional Taoyuan pada Selasa sore. Momentum kembalinya Lai ini menandai akhir misi diplomatik ke Afrika. Namun, perjalanan tersebut menghadapi banyak rintangan logistik akibat intervensi China.

Pemerintah Taiwan mengungkapkan bahwa China sengaja menekan tiga negara di Samudra Hindia. Negara-negara tersebut adalah Seychelles, Mauritius, dan Madagaskar. Tujuannya agar mereka menolak izin lintas udara bagi pesawat kepresidenan. Akibatnya, delegasi Taiwan menempuh rute yang jauh lebih panjang. Hal ini penting guna menjamin keamanan serta kedaulatan perjalanan tersebut.

Rute Melingkar Menghindari “Sahabat” Beijing

Pesawat A340 milik Kerajaan Eswatini terbang jauh ke selatan melewati perairan internasional Samudra Hindia. Kemudian, data pelacakan menunjukkan pesawat tersebut sengaja menghindari wilayah informasi penerbangan (FIR) Mauritius dan Madagaskar. Sebab, kedua negara tersebut memiliki hubungan ekonomi yang sangat erat dengan Beijing.

Pesawat tersebut terbang di atas Pulau Natal Australia setelah melintasi Samudra Hindia. Selanjutnya, armada ini melewati ruang udara Indonesia, Malaysia, dan Filipina. Akhirnya, pesawat memasuki wilayah udara Taiwan dengan selamat. Pilot mengambil strategi navigasi ini guna menggagalkan blokade diplomatik China selama sebulan terakhir.

Pernyataan Tegas: “Taiwan Milik Dunia”

Dalam pidato ketibaannya, Presiden Lai menekankan satu poin penting. Ia menyatakan tekanan luar tidak akan melunturkan semangat rakyat Taiwan dalam menjalin hubungan internasional. Maka dari itu, ia memandang hambatan perjalanan justru membuktikan determinasi kuat Taipei kepada dunia.

“Dunia adalah milik semua orang. Taiwan milik dunia, dan rakyat Taiwan adalah warga dunia,” tegas Lai kepada media. Oleh sebab itu, ia menyatakan hak diplomasi antarnegara merupakan hak yang sah. Selain itu, ia menegaskan Taiwan tidak akan mundur sedikit pun saat menghadapi penindasan.

Retorika Keras China dan Dukungan Amerika Serikat

Serangan verbal dari Beijing semakin memperuncing ketegangan ini. Sebagai contoh, pemerintah China menyamakan langkah diplomatik Lai dengan perilaku “tikus” pada pekan lalu. Di samping itu, China secara konsisten menganggap Taiwan sebagai bagian wilayahnya. Beijing juga menolak pengakuan apa pun terhadap simbol negara Taiwan.

Baca Juga :  Eropa Siap Pimpin Pasukan Multinasional ke Ukraina

Di sisi lain, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat membela kunjungan tersebut. Washington menyebut Taiwan sebagai mitra yang andal dan mampu. Terlebih lagi, hubungan global Taipei memberikan manfaat besar bagi tatanan internasional. Dalam pada itu, Wakil Perdana Menteri Eswatini Thulisile Dladla turut mendampingi kunjungan ini. Ia memastikan keamanan perjalanan seluruh delegasi tersebut.

Menjaga Tatanan Internasional

Misi ke Afrika ini menjadi perjalanan luar negeri kedua bagi Lai sejak akhir 2024. Awalnya, ia sempat mengunjungi wilayah Pasifik serta melakukan transit di Hawaii dan Guam. Singkatnya, kunjungan ke Eswatini bukan sekadar upaya memelihara persahabatan lama. Langkah ini membuktikan keinginan kuat Taiwan dalam menjaga tatanan internasional bersama negara-negara sevisi.

Dengan demikian, publik dunia menyaksikan pergeseran persaingan diplomatik pada tahun 2026. Persaingan ini kini beralih ke aspek teknis dan navigasi udara. Meskipun China berupaya mempersempit ruang gerak Taipei, Taiwan justru menunjukkan kreativitas tinggi. Negara ini membuktikan ketahanannya dalam menjalankan hak diplomasi di panggung dunia.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Donald Trump Tuding Aksi Vandalisme sebagai Penyebab
Pecah Kongsi G7: Giorgia Meloni Sebut Serangan Donald Trump
Babak Baru di Jenewa: AS dan Iran Memulai Perundingan Damai
Perusahaan Eropa Pamerkan Robot Humanoid Canggih di Vivatech
Bantai Tunisia Empat-Nol: Samurai Blue Selangkah Lagi
BGN Evaluasi Motor Listrik, Laptop hingga CCTV untuk Efisiensi Anggaran 2026
Patung Kuda Bakal Dipadati Massa, 50 Ribu Orang Siap Dukung Program MBG
Andy Burnham Menangkan Kursi Parlemen Inggris Utara

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 21:53 WIB

Donald Trump Tuding Aksi Vandalisme sebagai Penyebab

Minggu, 21 Juni 2026 - 20:49 WIB

Pecah Kongsi G7: Giorgia Meloni Sebut Serangan Donald Trump

Minggu, 21 Juni 2026 - 19:44 WIB

Babak Baru di Jenewa: AS dan Iran Memulai Perundingan Damai

Minggu, 21 Juni 2026 - 19:28 WIB

Perusahaan Eropa Pamerkan Robot Humanoid Canggih di Vivatech

Minggu, 21 Juni 2026 - 18:42 WIB

Bantai Tunisia Empat-Nol: Samurai Blue Selangkah Lagi

Berita Terbaru

Klaim sabotase di Washington. Presiden Donald Trump menuduh perusak merusak lapisan cat baru Reflecting Pool yang kini mengelupas dan berlumut hijau. Dok: REUTERS/Christian Hartmann

INTERNASIONAL

Donald Trump Tuding Aksi Vandalisme sebagai Penyebab

Minggu, 21 Jun 2026 - 21:53 WIB

Keretakan aliansi sayap kanan. Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengecam keras klaim sepihak Donald Trump mengenai foto bersama di KTT G7 Evian. Dok: (Ludovic MARIN/Pool Photo via AP)

INTERNASIONAL

Pecah Kongsi G7: Giorgia Meloni Sebut Serangan Donald Trump

Minggu, 21 Jun 2026 - 20:49 WIB

Terobosan di meja perundingan. Amerika Serikat dan Iran resmi mempublikasikan draf kesepakatan damai sementara guna mengakhiri perang dan memulihkan ekonomi dunia. Dok: REUTERS/Stringer

INTERNASIONAL

Babak Baru di Jenewa: AS dan Iran Memulai Perundingan Damai

Minggu, 21 Jun 2026 - 19:44 WIB

Kebangkitan robotika Eropa. Berbagai startup Eropa memamerkan inovasi robot humanoid di pameran Vivatech guna mengurangi ketergantungan pada dominasi manufaktur Tiongkok. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Perusahaan Eropa Pamerkan Robot Humanoid Canggih di Vivatech

Minggu, 21 Jun 2026 - 19:28 WIB

Dominasi mutlak Samurai Blue. Jepang mencetak sejarah baru setelah menggilas Tunisia empat-nol, membuka peluang lebar menuju babak gugur Piala Dunia. Dok: (AP Photo/Matias Delacroix)

INTERNASIONAL

Bantai Tunisia Empat-Nol: Samurai Blue Selangkah Lagi

Minggu, 21 Jun 2026 - 18:42 WIB