Terbongkar! Bos & Manajer Klub Malam White Rabbit Ditangkap, Peredaran Narkoba Terstruktur

Rabu, 25 Maret 2026 - 16:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bareskrim Polri menangkap Direktur klub malam White Rabbit Alex Kurniawan terkait kasus peredaran narkoba di Jakarta Selatan. (Posnews/Ist)

Bareskrim Polri menangkap Direktur klub malam White Rabbit Alex Kurniawan terkait kasus peredaran narkoba di Jakarta Selatan. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Skandal narkotika di tempat hiburan malam kembali terbongkar.

Bareskrim Polri melalui Direktorat Tindak Pidana Narkoba sukses membongkar jaringan peredaran narkotika di klub malam White Rabbit, kawasan Gatot Subroto, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Tak tanggung-tanggung, polisi langsung membekuk direktur hingga manajer operasional yang diduga menjadi otak di balik praktik haram tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengungkapan kasus ini merupakan pengembangan dari laporan polisi tertanggal 17 Maret 2026.

Setelah mengantongi bukti kuat, Tim gabungan Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri dipimpin Kombes Pol Handik Zusen bersama Satgas NIC Kombes Pol Kevin Leleury bergerak cepat melakukan pengejaran terhadap dua target utama.

Hasilnya, pada Rabu (18/3/2026) pukul 16.45 WIB, polisi lebih dulu menangkap Yaser Leopold Talahatu di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid, Kota Bekasi.

Selanjutnya, pada malam hari pukul 22.30 WIB, giliran Alex Kurniawan dibekuk di kawasan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan.

Penangkapan ini menandai babak baru pengungkapan jaringan narkoba di tempat hiburan elite.

Baca Juga :  Panduan Lengkap Teknik Pembibitan Kelapa Sawit

Terbongkar dari Penggerebekan Awal di Klub Malam

Kasus ini bermula dari penyelidikan intensif terhadap dugaan transaksi narkotika di White Rabbit yang berlokasi di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan.

Dalam operasi awal, polisi lebih dulu mengamankan lima tersangka, terdiri dari dua bandar dan tiga karyawan klub malam.

Dari hasil pemeriksaan, fakta mengejutkan terkuak. Para karyawan mengaku praktik jual beli narkoba berlangsung dengan restu manajemen.

Bahkan, setiap transaksi harus mendapat persetujuan dari atasan.

Manajer Setujui Transaksi, Direktur Diduga Biarkan

Polisi mengungkap, Yaser selaku manajer operasional berperan memberikan izin setiap kali ada tamu yang memesan narkotika melalui waiter.

Lebih parah lagi, Alex selaku direktur diduga mengetahui bahkan membiarkan praktik tersebut berlangsung demi menjaga keramaian tempat usaha.

Pengakuan tersangka menyebut peredaran narkotika sudah berjalan sejak 2024 dan dikoordinasikan oleh sosok misterius bernama “Koko”. Aktivitas ilegal ini bahkan disebut menjadi strategi untuk menarik pengunjung agar klub tetap ramai.

Baca Juga :  Duel Maut WNA di Jakarta Pusat, Pria Asal Kamerun Tewas Usai Baku Pukul

Dalam penangkapan ini, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa beberapa unit ponsel milik tersangka yang diduga menyimpan jejak komunikasi jaringan narkotika.

Saat ini, perangkat tersebut tengah menjalani pemeriksaan digital forensik untuk mengungkap jaringan yang lebih luas.

Polisi Kembangkan Kasus, TPPU Diusut

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Hadi Santoso, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan berhenti pada dua tersangka ini.

Polisi kini memburu pelaku lain yang terlibat, termasuk menelusuri aliran dana yang berpotensi mengarah pada tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Selain itu, penyidik juga tengah menyusun berkas perkara dan melakukan gelar perkara guna memperkuat konstruksi hukum sebelum dilimpahkan ke tahap berikutnya.

Kasus ini menjadi bukti bahwa peredaran narkotika di tempat hiburan malam masih menjadi ancaman serius.

Oleh karena itu, Polri memastikan akan terus menggencarkan operasi dan penindakan tegas demi memutus rantai peredaran narkoba di Indonesia. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prabowo Beri Taklimat 800 Pati TNI-Polri, Tekankan Sinergi dan Kesiapan
Profil Letjen TNI Iwan Setiawan, Pangkostrad Baru Penakluk Everest
Putusan MK Jadi Amunisi, Gibran Dilaporkan ke Bareskrim soal Dokumen Pendidikan
Sopir Taksi Listrik Ditusuk di Pademangan, Wanita MS Diamankan Polisi
Pesta Narkoba di Rutan Depok Berujung Pemindahan 313 Napi ke Nusakambangan
Baru Mau Naik Bus, Pria di Serang Dikeroyok dan Ditusuk, 2 Kernet Dibekuk
Prabowo Tambah Polisi Hutan Jadi 70 Ribu, Pembalak Liar Mulai Diburu
Nusron Wahid Dipanggil KPK Hari Ini, Kasus HGB Summarecon Makin Terang?

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:44 WIB

Prabowo Beri Taklimat 800 Pati TNI-Polri, Tekankan Sinergi dan Kesiapan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:27 WIB

Profil Letjen TNI Iwan Setiawan, Pangkostrad Baru Penakluk Everest

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Sopir Taksi Listrik Ditusuk di Pademangan, Wanita MS Diamankan Polisi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:35 WIB

Pesta Narkoba di Rutan Depok Berujung Pemindahan 313 Napi ke Nusakambangan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:25 WIB

Baru Mau Naik Bus, Pria di Serang Dikeroyok dan Ditusuk, 2 Kernet Dibekuk

Berita Terbaru

Pengacara David Hearn mendesak pengawas pemerintah AS menyelidiki kegagalan renovasi Kolam Refleksi Lincoln dan kriminalisasi palsu. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pengacara Mantan Atlet Olimpiade AS Mendesak Penyelidikan

Rabu, 7 Okt 2026 - 15:12 WIB

Donald Trump mempromosikan investasi Anduril $3,7 miliar di Sparrows Point Maryland untuk komponen kapal selam nuklir AS menjelang pemilu sela. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Donald Trump Mempromosikan Investasi Anduril Senilai 3,7 Miliar

Rabu, 7 Okt 2026 - 13:52 WIB