PM Sanae Takaichi Desak IEA Tambah Pelepasan Cadangan Minyak

Kamis, 26 Maret 2026 - 10:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menghadapi era turbulensi. Perdana Menteri Sanae Takaichi mempercepat penguatan militer Jepang melalui peninjauan ulang kebijakan keamanan guna mengantisipasi ancaman baru di kawasan Asia-Pasifik. Dok: Istimewa.

Menghadapi era turbulensi. Perdana Menteri Sanae Takaichi mempercepat penguatan militer Jepang melalui peninjauan ulang kebijakan keamanan guna mengantisipasi ancaman baru di kawasan Asia-Pasifik. Dok: Istimewa.

TOKYO, POSNEWS.CO.ID – Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi secara resmi meminta Badan Energi Internasional (IEA) menyiapkan pelepasan cadangan minyak tambahan. Langkah ini merupakan strategi lindung nilai Tokyo menghadapi potensi konflik Timur Tengah. Jepang mewaspadai perang yang mungkin berlangsung lama di tahun 2026.

Dalam konteks ini, Takaichi menyampaikan permintaan tersebut langsung kepada Direktur Eksekutif IEA, Fatih Birol. Pertemuan keduanya berlangsung di Tokyo pada hari Rabu. Jepang memandang ketidakpastian di Selat Hormuz sebagai ancaman serius. Hal ini membahayakan stabilitas ekonomi domestik maupun global.

Persiapan Menghadapi Gangguan Pasokan

Pemerintah Jepang bertindak proaktif setelah menyepakati rekor pelepasan cadangan minyak bersama IEA awal bulan ini. Selain itu, Takaichi mengumumkan pada hari Selasa bahwa Jepang akan membuka cadangan minyak bersama. Negara-negara produsen memiliki cadangan tersebut di wilayah Jepang.

“Sebagai persiapan jika situasi ini berkepanjangan, saya meminta IEA menyiapkan pelepasan koordinasi tambahan,” ujar Takaichi melalui unggahan media sosial resminya. Oleh karena itu, Jepang berkomitmen untuk bekerja sama erat dengan IEA. Kerja sama ini bertujuan menjaga keseimbangan pasar energi yang sedang volatil.

Respon IEA dan Kapasitas Cadangan Dunia

Direktur Eksekutif IEA, Fatih Birol, sedang berkonsultasi dengan berbagai pemerintahan di Asia dan Eropa mengenai langkah darurat ini. IEA menyepakati pelepasan 400 juta barel pada 11 Maret lalu. Jumlah itu baru mencakup 20 persen dari total stok minyak yang IEA koordinasikan.

Meskipun demikian, Birol menyatakan kesiapannya untuk bergerak maju jika situasi lapangan memburuk. “Kami siap melangkah lebih jauh jika kondisi memerlukan hal tersebut. Namun, saya sangat berharap situasi tidak menuntut langkah itu,” tegas Birol setelah bertemu Takaichi. Saat ini, IEA memantau secara ketat dampak perang Iran terhadap arus energi dari Timur Tengah.

Baca Juga :  Rayakan 70 Tahun Hubungan Bilateral, Kaisar Jepang Sambut Kunjungan

Krisis Logistik: 45 Kapal Jepang Terjebak di Teluk

Di sisi operasional, penutupan Selat Hormuz memberikan dampak nyata bagi sektor maritim Jepang. Pimpinan NYK Group, Hitoshi Nagasawa, mengonfirmasi kondisi logistik yang sulit. Sebanyak 45 kapal yang berafiliasi dengan Jepang masih terdampar di wilayah Teluk.

Akibatnya, rantai pasok logistik Jepang menghadapi kendala yang sangat besar. Kapal-kapal tersebut terperangkap selama otoritas belum menyatakan jalur navigasi Selat Hormuz aman. Oleh sebab itu, stabilitas harga bahan bakar di Jepang bergantung pada keberhasilan diplomasi maritim. Efektivitas intervensi cadangan minyak internasional juga menjadi faktor penentu dalam beberapa pekan ke depan.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wabah Ebola Kongo Meluas: WHO Peringatkan Bahaya
Anthropic Raih Skor Tertinggi di Tengah Ancaman Eksistensial
Gempuran Drone Ukraina Paksa Kilang Minyak Rusia Setop
Nigel Farage Mundur dari Parlemen Inggris
AS Gempur Sasaran Militer Iran Pasca-Serangan Kapal Tanker
Trump Tuntut Kendali Greenland dan Cabut Sanksi Turki
Korban Gempa Venezuela Bertahan Hidup di Bawah Reruntuhan
Rusia Gempur Kyiv dengan Rudal Balistik

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 18:48 WIB

Wabah Ebola Kongo Meluas: WHO Peringatkan Bahaya

Rabu, 8 Juli 2026 - 14:04 WIB

Gempuran Drone Ukraina Paksa Kilang Minyak Rusia Setop

Rabu, 8 Juli 2026 - 13:56 WIB

Nigel Farage Mundur dari Parlemen Inggris

Rabu, 8 Juli 2026 - 12:38 WIB

AS Gempur Sasaran Militer Iran Pasca-Serangan Kapal Tanker

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:31 WIB

Trump Tuntut Kendali Greenland dan Cabut Sanksi Turki

Berita Terbaru

Hambatan di tengah krisis kesehatan. Warga di kamp pengungsian Kpangba mengusir petugas medis yang berupaya melacak kontak erat korban meninggal akibat Ebola. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Wabah Ebola Kongo Meluas: WHO Peringatkan Bahaya

Rabu, 8 Jul 2026 - 18:48 WIB