Trump Izinkan Tanker Minyak Rusia Masuk Kuba di Tengah Krisis

Selasa, 31 Maret 2026 - 13:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Eskalasi terbesar pasca-gencatan senjata. Upaya militer Amerika Serikat untuk membuka paksa Selat Hormuz memancing serangan balasan drone dan rudal Iran, melumpuhkan pelayaran komersial dan memaksa harga energi dunia melonjak tajam. Dok: Istimewa.

Eskalasi terbesar pasca-gencatan senjata. Upaya militer Amerika Serikat untuk membuka paksa Selat Hormuz memancing serangan balasan drone dan rudal Iran, melumpuhkan pelayaran komersial dan memaksa harga energi dunia melonjak tajam. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Gedung Putih secara mengejutkan memberikan lampu hijau bagi pengiriman minyak Rusia ke Kuba pada hari Senin. Keputusan ini muncul sebagai respon atas krisis kemanusiaan yang kian memburuk akibat kelangkaan energi yang melumpuhkan pulau tersebut.

Dalam konteks ini, Amerika Serikat mengizinkan sebuah tanker yang sebelumnya terkena sanksi untuk menyuplai bahan bakar ke Havana. Namun, Washington menekankan bahwa langkah ini bukan merupakan tanda pelunakan kebijakan luar negeri secara menyeluruh.

Penanganan “Kasus per Kasus” dan Alasan Kemanusiaan

Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengonfirmasi bahwa izin tersebut murni bertujuan memenuhi kebutuhan dasar rakyat Kuba. “Ini bukan perubahan kebijakan. Belum ada perubahan formal dalam kebijakan sanksi kami,” tegas Leavitt kepada wartawan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meskipun demikian, Amerika Serikat tetap mempertahankan otoritas hukum untuk menyita kapal-kapal yang menuju Kuba jika terbukti melanggar aturan sanksi di masa depan. Keputusan untuk mengizinkan masuknya kapal Rusia ini akan pemerintah tangani berdasarkan evaluasi kasus per kasus. Fokus utamanya adalah mencegah lonjakan angka kematian akibat kegagalan sistem medis yang bergantung pada energi listrik.

Baca Juga :  Kyiv Membeku: Rusia Gempur dengan Rudal Kinzhal

Dampak Penghentian Ekspor Minyak Venezuela

Krisis energi di Kuba mencapai titik kritis setelah jatuhnya Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada 3 Januari lalu. Oleh karena itu, pasokan minyak utama Kuba dari Caracas terhenti sepenuhnya akibat tekanan diplomatik dari Washington. Presiden Donald Trump sebelumnya bahkan mengancam akan memberlakukan tarif hukuman bagi negara mana pun yang nekat mengirimkan minyak mentah ke Havana.

Akibatnya, negara berpenduduk 10 juta jiwa tersebut mengalami penjatahan bahan bakar yang sangat ketat dan pemadaman listrik massal yang berkepanjangan. Pejabat kesehatan Kuba memperingatkan bahwa krisis ini meningkatkan risiko kematian bagi pasien kritis. Oleh sebab itu, Trump menyatakan simpatinya pada hari Minggu dengan menyebut bahwa ia tidak keberatan jika ada negara yang ingin membantu krisis energi Kuba saat ini.

Diplomasi Bahan Bakar di Havana

Di sisi lain, Kedutaan Besar Amerika Serikat di Havana akhirnya menerima kiriman bahan bakar untuk pengoperasian generator internal mereka pekan lalu. Sebagai hasilnya, pemerintah Kuba menjamin akan menghormati kewajiban mereka di bawah Konvensi Wina yang mengatur hubungan diplomatik.

Baca Juga :  arget Berikutnya Setelah Iran: Trump Prediksi Rezim Kuba Akan Segera Runtuh

Sebelumnya, sempat terjadi ketegangan saat Havana menolak permintaan kedutaan untuk mengimpor diesel di tengah kelangkaan nasional. Namun, kedatangan tanker Rusia yang membawa 100.000 metrik ton minyak mentah diharapkan dapat meredakan tensi domestik dan internasional. Langkah ini dipandang sebagai upaya taktis Trump untuk menunjukkan kepemimpinan yang manusiawi tanpa kehilangan posisi tawar politiknya terhadap rezim Miguel Diaz-Canel.

Menanti Kepastian Politik Jangka Panjang

Masa depan hubungan AS-Kuba di tahun 2026 masih diselimuti ketidakpastian. Pada akhirnya, izin masuknya tanker Rusia ini hanyalah solusi jangka pendek bagi masalah sistemik yang dihadapi Havana.

Dengan demikian, dunia kini memantau apakah “gestur niat baik” ini akan berlanjut menjadi negosiasi politik yang lebih dalam atau hanya sekadar tindakan darurat medis sementara. Stabilitas di Karibia sangat bergantung pada bagaimana Washington menyeimbangkan antara tekanan ekonomi dan tanggung jawab kemanusiaan global di tengah krisis energi yang sedang melanda.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Serangan Balik: Ukraina Gempur Terminal Minyak Rusia
Sempat Ditangkap Israel, 9 WNI Relawan Gaza Akhirnya Tiba di Indonesia
Marco Rubio Lawat India guna Pulihkan Hubungan Dagang
Bareskrim Selidiki Blackout Sumatera, Kabel SUTET Putus di Jambi Diuji Forensik
Prancis Larang Masuk Menteri Keamanan Israel
WHO Nyatakan Wabah Strain Bundibugyo sebagai Ancaman Global
Trump Klaim Kesepakatan Damai dengan Iran Hampir Tuntas
Brimob Polda Metro Gagalkan Tawuran dan Balap Liar, Celurit hingga Narkoba Disita

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 18:17 WIB

Serangan Balik: Ukraina Gempur Terminal Minyak Rusia

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:24 WIB

Sempat Ditangkap Israel, 9 WNI Relawan Gaza Akhirnya Tiba di Indonesia

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:14 WIB

Marco Rubio Lawat India guna Pulihkan Hubungan Dagang

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:00 WIB

Bareskrim Selidiki Blackout Sumatera, Kabel SUTET Putus di Jambi Diuji Forensik

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:11 WIB

Prancis Larang Masuk Menteri Keamanan Israel

Berita Terbaru

Bara di garis depan. Pasukan Ukraina meluncurkan serangan drone masif terhadap terminal minyak utama Rusia di Novorossiysk, sementara jumlah korban tewas akibat serangan di asrama mahasiswa Starobilsk mencapai 18 jiwa. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Serangan Balik: Ukraina Gempur Terminal Minyak Rusia

Minggu, 24 Mei 2026 - 18:17 WIB

Misi merajut kembali aliansi. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengunjungi India untuk memulihkan hubungan yang sempat retak akibat sengketa tarif dan perbedaan pandangan strategis terkait kawasan Asia Selatan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Marco Rubio Lawat India guna Pulihkan Hubungan Dagang

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:14 WIB

Sanksi diplomatik Paris. Pemerintah Prancis resmi melarang Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, memasuki wilayahnya sebagai respons atas sikap kontroversialnya terhadap aktivis bantuan Gaza. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Prancis Larang Masuk Menteri Keamanan Israel

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:11 WIB