Diplomasi di Bawah Hujan Drone: Zelenskyy Matangkan Jaminan Keamanan AS

Kamis, 2 April 2026 - 12:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gencatan senjata di atas kertas. Presiden Volodymyr Zelenskyy menuding Moskow secara sengaja mengabaikan usulan jeda tempur melalui rentetan serangan rudal dan drone. Dok: Istimewa.

Gencatan senjata di atas kertas. Presiden Volodymyr Zelenskyy menuding Moskow secara sengaja mengabaikan usulan jeda tempur melalui rentetan serangan rudal dan drone. Dok: Istimewa.

KYIV, POSNEWS.CO.ID – Harapan untuk jeda pertempuran di Ukraina saat perayaan Paskah Ortodoks tampaknya sirna. Presiden Volodymyr Zelenskyy mengkritik keras respon Moskow yang menjawab tawaran gencatan senjata dengan serangan udara besar-besaran pada hari Rabu.

Dalam konteks ini, Zelenskyy tetap memberikan apresiasi terhadap kemajuan jalur diplomatik dengan Washington. “Tim Ukraina dan AS telah sepakat untuk memperkuat dokumen yang menguraikan jaminan keamanan bagi kesepakatan damai masa depan,” ujar Zelenskyy dalam pidato videonya.

Negosiasi Tingkat Tinggi dengan Mediator AS

Zelenskyy melakukan pembicaraan jarak jauh dengan tokoh-tokoh kunci di lingkaran Presiden Donald Trump. Partisipasi Jared Kushner, Steve Witkoff, dan Lindsey Graham menunjukkan upaya serius Washington untuk mengakhiri konflik berdarah di Eropa Timur. Selain itu, Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte turut hadir dalam diskusi tersebut guna memastikan keselarasan aliansi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meskipun demikian, prioritas Washington saat ini sedang terpecah akibat eskalasi perang melawan Iran. Zelenskyy mengakui adanya tekanan bagi Ukraina untuk memberikan konsesi wilayah agar konflik segera berakhir. Namun, ia menegaskan bahwa dokumen jaminan keamanan yang kuat adalah satu-satunya jalan menuju perdamaian yang dapat diandalkan.

Baca Juga :  Pengeroyokan di Setiabudi, Eks Ketua RW dan Anggota Ormas Diduga Serbu Warga di Lahan Sengketa

Kebuntuan Wilayah: Sengketa Donbas dan Serangan 700 Drone

Isu kedaulatan tanah di wilayah Donbas tetap menjadi hambatan utama dalam perundingan. Ukraina menolak keras tuntutan Rusia untuk menyerahkan bagian timur yang belum berhasil mereka taklukkan. Akibatnya, meja perundingan masih terjebak dalam kebuntuan strategis antara kedua belah pihak.

Kementerian Luar Negeri Rusia secara terbuka menolak usulan gencatan senjata Paskah pada 12 April mendatang. Bahkan, Rusia merespons tawaran tersebut dengan meluncurkan lebih dari 700 drone rancangan Iran ke berbagai penjuru Ukraina. “Rusia terus melakukan operasi teroris terhadap sektor energi dan infrastruktur kami di siang hari,” tegas Zelenskyy.

Strategi Energi: Barter Penghentian Serangan Kilang

Ukraina terus meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Moskow dengan menyerang infrastruktur minyak Rusia. Laporan terbaru menunjukkan bahwa 40 persen kapasitas ekspor minyak Rusia telah lumpuh. Dalam hal ini, Zelenskyy menawarkan tawaran barter diplomatik yang sangat spesifik.

Baca Juga :  Prabowo dan Putin Pererat Kerja Sama Energi serta Konsolidasi Kekuatan di BRICS

Ukraina menyatakan siap menghentikan serangan terhadap fasilitas minyak jika Rusia setuju untuk berhenti menargetkan jaringan listrik Ukraina. Oleh karena itu, Zelenskyy mendesak perlunya sinyal baru dari komunitas internasional. Ia meyakini bahwa keheningan senjata selama Paskah dapat menjadi bukti bahwa diplomasi masih memiliki peluang untuk sukses.

Menanti KTT Pemimpin Tertinggi

Ketegangan antara pejabat Amerika Serikat dan Eropa mulai mereda seiring dengan koordinasi yang lebih erat. Presiden Finlandia Alexander Stubb mengonfirmasi adanya pertukaran ide yang konstruktif dengan Donald Trump mengenai isu Ukraina dan NATO. Dengan demikian, stabilitas kawasan kini bergantung pada kemungkinan terselenggaranya pertemuan puncak antara Trump, Zelenskyy, dan Putin.

Pada akhirnya, Zelenskyy menekankan bahwa masalah teritorial hanya dapat diputuskan di tingkat pemimpin tertinggi. Masa depan Donbas dan integritas wilayah Ukraina tetap menjadi poin paling volatil dalam arsitektur keamanan dunia tahun 2026. Dunia kini menunggu apakah dokumen jaminan keamanan AS mampu meruntuhkan dominasi peluru dan drone di langit Kyiv.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Serangan Balik: Ukraina Gempur Terminal Minyak Rusia
Sempat Ditangkap Israel, 9 WNI Relawan Gaza Akhirnya Tiba di Indonesia
Marco Rubio Lawat India guna Pulihkan Hubungan Dagang
Bareskrim Selidiki Blackout Sumatera, Kabel SUTET Putus di Jambi Diuji Forensik
Prancis Larang Masuk Menteri Keamanan Israel
WHO Nyatakan Wabah Strain Bundibugyo sebagai Ancaman Global
Trump Klaim Kesepakatan Damai dengan Iran Hampir Tuntas
Brimob Polda Metro Gagalkan Tawuran dan Balap Liar, Celurit hingga Narkoba Disita

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 18:17 WIB

Serangan Balik: Ukraina Gempur Terminal Minyak Rusia

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:24 WIB

Sempat Ditangkap Israel, 9 WNI Relawan Gaza Akhirnya Tiba di Indonesia

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:14 WIB

Marco Rubio Lawat India guna Pulihkan Hubungan Dagang

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:00 WIB

Bareskrim Selidiki Blackout Sumatera, Kabel SUTET Putus di Jambi Diuji Forensik

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:11 WIB

Prancis Larang Masuk Menteri Keamanan Israel

Berita Terbaru

Bara di garis depan. Pasukan Ukraina meluncurkan serangan drone masif terhadap terminal minyak utama Rusia di Novorossiysk, sementara jumlah korban tewas akibat serangan di asrama mahasiswa Starobilsk mencapai 18 jiwa. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Serangan Balik: Ukraina Gempur Terminal Minyak Rusia

Minggu, 24 Mei 2026 - 18:17 WIB

Misi merajut kembali aliansi. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengunjungi India untuk memulihkan hubungan yang sempat retak akibat sengketa tarif dan perbedaan pandangan strategis terkait kawasan Asia Selatan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Marco Rubio Lawat India guna Pulihkan Hubungan Dagang

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:14 WIB

Sanksi diplomatik Paris. Pemerintah Prancis resmi melarang Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, memasuki wilayahnya sebagai respons atas sikap kontroversialnya terhadap aktivis bantuan Gaza. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Prancis Larang Masuk Menteri Keamanan Israel

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:11 WIB