Operasi Senyap Bareskrim Bongkar Jaringan Narkoba di THM Delona dan NCO Living Bali

Jumat, 3 April 2026 - 14:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garis polisi terpasang di tempat hiburan malam Delona usai penggerebekan narkoba. (Posnews/Ist)

Garis polisi terpasang di tempat hiburan malam Delona usai penggerebekan narkoba. (Posnews/Ist)

BALI, POSNEWS.CO.ID – Operasi besar-besaran narkotika terus dilakukan Badan Reserse dan kriminal (Bareskrim) Polri di Bali.

Dua tempat hiburan malam (THM), yakni Delona Cafe dan NCO Living Bali, digerebek terkait dugaan kuat peredaran narkoba yang melibatkan manajemen internal.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Hadi Santoso, memastikan penindakan dilakukan pada Kamis (2/4/2026). Saat ini, para tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik.

Penggerebekan berlangsung dramatis pada dini hari. Tim Mabes Polri pertama kali menyasar lokasi NCO Living Bali sekitar pukul 00.10 WITA.

Di lokasi ini, petugas langsung mengamankan sejumlah orang, mulai dari manajer, waitres, hingga pengunjung. Polisi juga menemukan barang bukti narkotika dalam jumlah besar.

Tak berhenti di situ, aparat kemudian bergerak cepat ke Delona Cafe. Di lokasi kedua ini, sedikitnya lima orang turut diamankan.

Kedua lokasi langsung dipasangi garis polisi (police line), menandakan statusnya sebagai tempat kejadian perkara (TKP) serius.

Baca Juga :  Anggota Polri Dibacok Geng Motor Saat Cegah Tawuran di Kota Bogor

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ribuan Ekstasi Disita, Jaringan Besar Terbongkar

Dari hasil penggerebekan, polisi menyita ribuan butir ekstasi yang diduga siap edar di dalam THM.

Temuan ini menguatkan dugaan bahwa kedua tempat hiburan tersebut bukan sekadar lokasi pesta, melainkan juga menjadi pusat transaksi narkoba.

Lebih mengejutkan lagi, hasil pengembangan mengarah pada satu jaringan besar. Kedua THM ini diduga berada di bawah kendali bandar yang sama.

Bandar tersebut disebut sebagai residivis narkoba yang baru bebas dan kini kembali mengendalikan peredaran dari balik layar.

Penyelidikan awal mengungkap modus licik. Jaringan narkoba diduga melibatkan orang dalam di masing-masing tempat hiburan.

Mulai dari waitres, kasir, hingga manajemen disebut ikut berperan dalam distribusi barang haram tersebut.

Bahkan, sebelum penggerebekan, tim Mabes Polri disebut melakukan penyamaran sebagai pengunjung untuk mengungkap praktik transaksi narkoba di lokasi.

Garis polisi terpasang di Pintu Utama THM NCO Living Bali
Garis polisi terpasang di Pintu Utama THM NCO Living Bali

Operasi Senyap, Tanpa Libatkan Aparat Lokal

Fakta lain yang menyita perhatian, operasi ini dilakukan langsung oleh Mabes Polri tanpa melibatkan aparat lokal.

Baca Juga :  Cuaca Jabodetabek Hari Ini, BMKG Prediksi Hujan Siang hingga Sore

Langkah ini memicu sorotan publik, mengingat Bali merupakan destinasi wisata internasional yang seharusnya steril dari jaringan narkoba.

Informasi di lapangan menyebutkan, kedua THM tersebut sebenarnya sudah lama masuk Target Operasi (TO) Mabes Polri.

Bahkan, Delona Cafe sebelumnya pernah tersandung kasus serupa terkait narkotika.

Artinya, penggerebekan ini bukan kebetulan, melainkan hasil pengintaian panjang aparat.

Polisi Dalami Peran Manajemen

Saat ini, fokus penyidik mengarah pada keterlibatan pihak manajemen. Dugaan kuat menyebut aktivitas peredaran narkoba tidak berdiri sendiri, melainkan terorganisir.

“Para tersangka sedang dilakukan pemeriksaan oleh penyidik,” tegas Brigjen Eko.

Kasus ini kembali menjadi tamparan keras bagi citra pariwisata Bali. Tempat hiburan malam yang seharusnya menjadi ruang hiburan justru diduga berubah menjadi sarang peredaran narkoba.

Polri menegaskan akan menindak tegas seluruh pihak yang terlibat, tanpa pandang bulu. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Meruntuhkan Kesombongan Induksi: Kritik Karl Popper terhadap Positivisme Logis
Agama Kemanusiaan: Upaya Terakhir Comte Menyatukan Masyarakat Tanpa Tuhan
Lebaran Betawi 2026 Digelar di Lapangan Banteng, Ini Rangkaian Acara dan Jadwalnya
RUU Penyadapan DPR 2026, Fokus Penegakan Hukum – Privasi Warga Dijaga
KKB Papua Dilumpuhkan, Pulan Wonda Ditembak Aparat – Terlibat Teror Sejak 2012
Bapak Ilmu Pengetahuan Modern? Kontribusi Positivisme terhadap Metode Ilmiah
Sosiologi sebagai Fisika Sosial: Ambisi Positivisme Mengukur Perilaku Manusia
Driver Online Cabuli Penumpang di Jakarta Pusat, Ditangkap Usai Video Viral

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 18:09 WIB

Meruntuhkan Kesombongan Induksi: Kritik Karl Popper terhadap Positivisme Logis

Jumat, 3 April 2026 - 17:30 WIB

Agama Kemanusiaan: Upaya Terakhir Comte Menyatukan Masyarakat Tanpa Tuhan

Jumat, 3 April 2026 - 16:58 WIB

Lebaran Betawi 2026 Digelar di Lapangan Banteng, Ini Rangkaian Acara dan Jadwalnya

Jumat, 3 April 2026 - 16:35 WIB

RUU Penyadapan DPR 2026, Fokus Penegakan Hukum – Privasi Warga Dijaga

Jumat, 3 April 2026 - 16:20 WIB

KKB Papua Dilumpuhkan, Pulan Wonda Ditembak Aparat – Terlibat Teror Sejak 2012

Berita Terbaru