Fakta Baru Bentrok TNI-Polisi di Toraja Utara, Pengunjung Jadi Korban – Dipicu Musik DJ

Minggu, 5 April 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana ricuh di diskotek Toraja Utara saat terjadi baku hantam. (Posnews/Ist)

Suasana ricuh di diskotek Toraja Utara saat terjadi baku hantam. (Posnews/Ist)

TORAJA, POSNEWS.CO.ID – Keributan brutal pecah di sebuah tempat hiburan malam di Toraja Utara. Lima oknum TNI dan dua oknum polisi terlibat baku hantam dengan pengunjung hingga viral di media sosial.

Insiden ini langsung menyita perhatian publik, karena aksi saling serang terjadi secara terbuka di dalam kafe saat pengunjung masih memadati lokasi.

Dipicu Musik DJ Berhenti, Keributan Meledak

Komandan Kodim 1414 Tana Toraja, Letkol Inf. Armal, mengungkapkan kronologi awal kejadian.

Awalnya, suasana kafe berjalan normal dengan alunan musik DJ. Namun tiba-tiba musik dihentikan. Seorang pengunjung yang tidak terima langsung melayangkan protes.

Selanjutnya, cekcok tak terhindarkan. Adu mulut berubah menjadi bentrokan fisik yang melibatkan sejumlah oknum aparat dan pengunjung.

Baca Juga :  Polri Komitmen Lindungi Tenaga Medis Lewat Rapat Penyusunan Perpres Perlindungan Nakes

“Protes soal musik yang dihentikan memicu perkelahian, itu kronologi awal yang kami terima,” ujar Armal.

Kursi dan Botol Jadi Senjata, Pengunjung Panik

Dalam video yang beredar, situasi berubah liar. Para pelaku saling serang menggunakan benda di sekitar seperti kursi dan botol minuman.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Akibatnya, sejumlah pengunjung yang tidak terlibat ikut menjadi korban. Beberapa dilaporkan terkena hantaman benda tumpul saat bentrokan berlangsung.

Suasana yang awalnya santai berubah mencekam dalam hitungan detik. Teriakan dan kepanikan pecah di dalam ruangan.

Di tengah viralnya kejadian, muncul kabar bahwa keributan dipicu permintaan minuman gratis oleh oknum aparat.

Baca Juga :  Truk Tronton Terjun dari Tol Jakarta-Merak Timpa Mobil dan Motor, 5 Orang Terluka

Namun demikian, Armal langsung membantah tegas isu tersebut.

“Informasi soal anggota meminta minuman gratis itu tidak benar,” katanya.

Akhirnya Dilerai, Kafe Rusak Parah

Ketegangan baru mereda setelah karyawan kafe dan pengunjung lain turun tangan melerai.

Setelah itu, para pihak yang terlibat berhasil dipisahkan. Situasi perlahan kembali kondusif, meski sejumlah fasilitas kafe dilaporkan rusak akibat amukan massa.

Kini, kasus ini menjadi sorotan tajam publik. Keterlibatan oknum aparat dalam keributan di tempat hiburan malam memicu desakan evaluasi internal.

Masyarakat pun menunggu langkah tegas dari institusi terkait untuk menindak para pelaku dan mencegah kejadian serupa terulang. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polda Riau Bongkar Mafia Solar Subsidi, Lebih 10.000 Liter Disita dari Darat dan Laut
JK Bantah Tuduhan Danai Isu Ijazah Jokowi Rp5 Miliar, Siap Laporkan ke Bareskrim
Polisi Bongkar Kedok Konter HP di Kabupaten Bogor, Jual Tramadol Ilegal
Diplomasi Transnasional: AS Dekati DR Kongo untuk Skema Deportasi
Pemotor Tewas Terlindas Truk Dinas TNI AD di Kalideres, Sopir Diperiksa
Petani di Bone Tewas Ditikam, Pelaku Ngaku Sakit Hati soal Perselingkuhan
UNESCO Tunjuk Profesor Tiongkok Chen Qun sebagai Asisten Direktur Jenderal
Iran Serang Tanker Minyak Prima Menggunakan Drone di Selat Hormuz

Berita Terkait

Minggu, 5 April 2026 - 20:59 WIB

Polda Riau Bongkar Mafia Solar Subsidi, Lebih 10.000 Liter Disita dari Darat dan Laut

Minggu, 5 April 2026 - 20:40 WIB

JK Bantah Tuduhan Danai Isu Ijazah Jokowi Rp5 Miliar, Siap Laporkan ke Bareskrim

Minggu, 5 April 2026 - 18:44 WIB

Polisi Bongkar Kedok Konter HP di Kabupaten Bogor, Jual Tramadol Ilegal

Minggu, 5 April 2026 - 18:39 WIB

Diplomasi Transnasional: AS Dekati DR Kongo untuk Skema Deportasi

Minggu, 5 April 2026 - 18:28 WIB

Pemotor Tewas Terlindas Truk Dinas TNI AD di Kalideres, Sopir Diperiksa

Berita Terbaru

Imigrasi sebagai alat tawar. Washington menjajaki kerja sama dengan Republik Demokratik Kongo untuk memproses deportasi migran ilegal, menyatukan isu perbatasan dengan kepentingan strategis mineral kritis di Afrika. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Diplomasi Transnasional: AS Dekati DR Kongo untuk Skema Deportasi

Minggu, 5 Apr 2026 - 18:39 WIB