TORAJA, POSNEWS.CO.ID – Keributan brutal pecah di sebuah tempat hiburan malam di Toraja Utara. Lima oknum TNI dan dua oknum polisi terlibat baku hantam dengan pengunjung hingga viral di media sosial.
Insiden ini langsung menyita perhatian publik, karena aksi saling serang terjadi secara terbuka di dalam kafe saat pengunjung masih memadati lokasi.
Dipicu Musik DJ Berhenti, Keributan Meledak
Komandan Kodim 1414 Tana Toraja, Letkol Inf. Armal, mengungkapkan kronologi awal kejadian.
Awalnya, suasana kafe berjalan normal dengan alunan musik DJ. Namun tiba-tiba musik dihentikan. Seorang pengunjung yang tidak terima langsung melayangkan protes.
Selanjutnya, cekcok tak terhindarkan. Adu mulut berubah menjadi bentrokan fisik yang melibatkan sejumlah oknum aparat dan pengunjung.
“Protes soal musik yang dihentikan memicu perkelahian, itu kronologi awal yang kami terima,” ujar Armal.
Kursi dan Botol Jadi Senjata, Pengunjung Panik
Dalam video yang beredar, situasi berubah liar. Para pelaku saling serang menggunakan benda di sekitar seperti kursi dan botol minuman.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Akibatnya, sejumlah pengunjung yang tidak terlibat ikut menjadi korban. Beberapa dilaporkan terkena hantaman benda tumpul saat bentrokan berlangsung.
Suasana yang awalnya santai berubah mencekam dalam hitungan detik. Teriakan dan kepanikan pecah di dalam ruangan.
Di tengah viralnya kejadian, muncul kabar bahwa keributan dipicu permintaan minuman gratis oleh oknum aparat.
Namun demikian, Armal langsung membantah tegas isu tersebut.
“Informasi soal anggota meminta minuman gratis itu tidak benar,” katanya.
Akhirnya Dilerai, Kafe Rusak Parah
Ketegangan baru mereda setelah karyawan kafe dan pengunjung lain turun tangan melerai.
Setelah itu, para pihak yang terlibat berhasil dipisahkan. Situasi perlahan kembali kondusif, meski sejumlah fasilitas kafe dilaporkan rusak akibat amukan massa.
Kini, kasus ini menjadi sorotan tajam publik. Keterlibatan oknum aparat dalam keributan di tempat hiburan malam memicu desakan evaluasi internal.
Masyarakat pun menunggu langkah tegas dari institusi terkait untuk menindak para pelaku dan mencegah kejadian serupa terulang. (red)
Editor : Hadwan



















