JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca di wilayah Jabodetabek dan sejumlah kota besar Indonesia pada Senin (6/4/2026) didominasi hujan dengan intensitas bervariasi.
Secara umum, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan yang disertai angin kencang dan petir, terutama pada siang hingga malam hari.
Jabodetabek: Hujan Ringan hingga Sedang Mengguyur
Wilayah Jakarta diperkirakan mengalami hujan ringan hingga sedang sejak siang hari.
Sementara itu, wilayah Bogor dan Depok berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, terutama pada sore hingga malam hari.
Kemudian, Tangerang dan Bekasi juga diprediksi mengalami hujan ringan hingga sedang.
Adapun suhu udara di Jabodetabek berkisar antara 24–31 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan 70–95 persen.
Pulau Jawa: Mayoritas Kota Diguyur Hujan
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
BMKG memprakirakan sejumlah kota besar di Pulau Jawa turut diguyur hujan.
- Bandung: hujan sedang
- Semarang: hujan ringan
- Yogyakarta: hujan ringan hingga sedang
- Surabaya: hujan disertai angin
Selain itu, potensi hujan petir dapat terjadi di beberapa wilayah dataran tinggi.
- Sumatera: Waspada Hujan Lebat dan Petir
Di Pulau Sumatera, cuaca cenderung lebih ekstrem.
- Medan: hujan lebat dan petir
- Padang: hujan sedang
- Palembang: hujan ringan
Dengan demikian, masyarakat diminta waspada terhadap genangan hingga banjir lokal.
Kalimantan, Sulawesi, dan Indonesia Timur: Hujan Masih Dominan
BMKG juga memprediksi hujan mengguyur wilayah lain di Indonesia.
- Balikpapan: hujan sedang
- Banjarmasin: hujan ringan
- Makassar: hujan sedang
- Manado: hujan disertai petir
Sementara itu:
- Denpasar: berawan hingga hujan ringan
- Jayapura: hujan sedang
- Imbauan BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem
Oleh karena itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk:
- Menghindari aktivitas di luar ruangan saat hujan lebat
- Waspada pohon tumbang dan genangan
- Memantau informasi cuaca terbaru secara berkala
- Kesimpulan: Hujan Merata, Aktivitas Harus Lebih Waspada (red)
Editor : Hadwan



















