SEOUL, POSNEWS.CO.ID – Korea Selatan merombak peta logistik energinya secara agresif. Menteri Luar Negeri Cho Hyun mengonfirmasi pengerahan utusan ke Afrika. Delegasi menuju Afrika Utara dan Tengah guna menjajaki rute pasokan baru.
Kebijakan ini muncul setelah Presiden Lee Jae Myung mendesak kabinet. Beliau meminta solusi cepat atas disrupsi maritim yang kian parah. Seoul berupaya meminimalkan ketergantungan pada Selat Hormuz. Jalur tersebut kini praktis lumpuh akibat konflik Washington dan Teheran.
Ekspansi ke Aljazair dan Libya
Deputi Menlu Park Jong-han memulai kunjungan ke Aljazair dan Libya. Ia membahas potensi kerja sama rantai pasok jangka panjang. Kementerian akan aktif mengupayakan pengiriman utusan kepresidenan. Rencana ini melibatkan konsultasi dengan Asosiasi Perminyakan Korea.
Langkah ini menjamin sektor industri tetap mendapatkan bahan baku stabil. Pemerintah mewaspadai gejolak harga komoditas global tahun 2026. Penguatan stok nasional menjadi prioritas utama kabinet saat ini.
Misi Khusus di Republik Kongo dan Timur Tengah
Pemerintah menunjuk Jung Hai-ung sebagai utusan khusus Republik Kongo. Jung mengemban mandat untuk membuka akses sumber daya alternatif di sana. Secara simultan, Istana Presiden mengerahkan Kang Hoon-sik ke Timur Tengah.
Utusan khusus Chung Byung-ha terus menjalin kontak dengan Teheran. Misi ini menjamin keselamatan warga dan awak kapal Korea Selatan. Pihak kementerian memantau ketat setiap kapal yang melintasi zona konflik.
Kedaulatan Energi di Tengah Perang AS-Iran
Kelumpuhan Selat Hormuz mengancam ekonomi Korea Selatan secara eksistensial. Seoul sangat bergantung pada impor hidrokarbon. Maka, perluasan mitra dagang di luar Teluk menjadi keharusan strategis.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kerja sama dengan Aljazair dan Libya memberikan keuntungan geografis. Lokasi ini lebih aman dari jangkauan rudal dan blokade maritim. Diplomasi di Afrika menentukan ketangguhan ekonomi Seoul menghadapi krisis 2026.
Menanti Kepastian Logistik Global
Masa depan ketahanan nasional bergantung pada efektivitas kerja sama ini. Diversifikasi sumber daya menjaga stabilitas harga energi domestik. Dunia internasional memantau apakah langkah berani Seoul memicu tren regional.
Persaingan AS-Iran semakin kaku. Kedaulatan ekonomi melalui diplomasi mandiri menjadi instrumen pertahanan utama Korea Selatan. Jakarta dan Tokyo kemungkinan besar akan mengikuti langkah diversifikasi serupa.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia



















