BNN dan NU Alarm Keras: Vape Bisa Jadi Pintu Masuk Narkoba

Sabtu, 18 April 2026 - 16:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Vape berisi Etomidate. (Posnews/canva.com)

Ilustrasi, Vape berisi Etomidate. (Posnews/canva.com)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Rabithah Ma’ahid Islamiyah NU DKI Jakarta mengeluarkan peringatan serius soal bahaya vape di kalangan santri.

Lewat seminar bertajuk “Vape dalam Bahaya”, kedua lembaga ini menegaskan bahwa rokok elektronik bukan sekadar tren, melainkan ancaman nyata bagi kesehatan dan masa depan generasi muda.

Kegiatan tersebut digelar di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (17/4/2026), dan langsung menyita perhatian para pengasuh pesantren hingga santri.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Zat Misterius dalam Vape Bikin Waswas

Perwakilan BNN, Agus Irianto, membongkar fakta mengejutkan. Ia menyebut kandungan dalam vape tidak sepenuhnya jelas dan berpotensi sangat berbahaya.

Menurutnya, dalam sejumlah temuan, cairan vape diduga mengandung logam berat hingga zat kimia beracun.

Bahkan, ada indikasi penyalahgunaan dengan mencampurkan narkotika seperti ganja cair melalui laboratorium ilegal.

“Zat yang masuk ke tubuh lewat vape tidak sepenuhnya diketahui. Ini bisa merusak sel, mengganggu jantung, hingga menghambat suplai oksigen,” tegasnya, Sabtu (18/4/2026).

Baca Juga :  Pemerintah Resmi Batalkan Visa Atlet Israel, Tegas Ikuti Arahan Presiden Prabowo

Tak hanya itu, bentuk vape yang menyerupai alat konsumsi narkoba juga membuka celah penyalahgunaan di lapangan.

Pesantren Diminta Jadi Benteng Moral

Ketua RMI NU DKI Jakarta, Rahmad Zaelani Kiki, menegaskan pesantren harus berada di garis depan dalam melawan tren berbahaya ini.

Ia menilai edukasi soal bahaya vape wajib digencarkan agar santri tidak terjebak gaya hidup yang merusak kesehatan.

“Pesantren adalah benteng moral. Santri harus dibekali pemahaman sejak dini agar menjauhi hal-hal yang membahayakan,” ujarnya.

Seminar ini semakin menggetarkan saat seorang lansia maju dan memberikan kesaksian langsung.

Dengan suara bergetar, ia mengaku kehilangan anak dan keponakannya setelah rutin menggunakan vape selama sekitar satu tahun.

Keduanya mengalami kerusakan paru-paru serius. Tragisnya, dalam waktu dua minggu, nyawa mereka tidak tertolong.

Baca Juga :  BMKG Peringatkan Hujan Lebat Sepekan ke Depan, Jabodetabek Terancam Banjir

Cerita nyata ini membuat suasana ruangan hening. Banyak peserta terlihat terpukul dan mulai menyadari ancaman nyata di balik penggunaan vape.

Menanggapi kesaksian tersebut, BNN menilai penting untuk menyebarluaskan kisah nyata sebagai bentuk edukasi publik.

Agus Irianto mengungkapkan, pihaknya berencana menghadirkan saksi tersebut dalam peringatan Hari Anti Narkotika Internasional pada 26 Juni mendatang.

Langkah ini diharapkan bisa membuka mata masyarakat, terutama generasi muda, agar tidak lagi menganggap vape sebagai hal yang aman.

Ancaman Nyata, Jangan Dianggap Sepele

BNN menegaskan, bahaya vape bukan sekadar isu kesehatan biasa. Jika tidak diawasi, rokok elektronik bisa menjadi pintu masuk penyalahgunaan narkotika.

Karena itu, semua pihak—orang tua, guru, hingga pengasuh pesantren—diminta bergerak bersama. Edukasi harus diperkuat, pengawasan diperketat, dan kesadaran harus dibangun sejak sekarang. Jika tidak, generasi muda bisa jadi korban berikutnya. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Imigrasi Amankan 55 WN China di Proyek Data Center BSD, Ini Rinciannya
Gempa, Anak Krakatau, Karhutla Mengancam, Prabowo Perintahkan Mitigasi Diperkuat
Selat Sunda Dipantau Ketat, BMKG Pastikan Penyeberangan Tetap Aman
Babak Baru Kasus Narkoba B Fashion, Police Line dan CCTV Dicabut
PJJ Mulai 7 September, MBG di Sekolah Terdampak Anak Krakatau Disetop
Jangan ke Bandara Dulu, 8 Bandara Ditutup akibat Abu Anak Krakatau
WN India Dijambret di Menteng, Pelaku Samsung S25 Diciduk Polisi
Erupsi Anak Krakatau, BMKG Siaga 24 Jam Pantau Abu dan Tsunami

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 15:58 WIB

Imigrasi Amankan 55 WN China di Proyek Data Center BSD, Ini Rinciannya

Senin, 7 September 2026 - 15:34 WIB

Gempa, Anak Krakatau, Karhutla Mengancam, Prabowo Perintahkan Mitigasi Diperkuat

Senin, 7 September 2026 - 14:16 WIB

Selat Sunda Dipantau Ketat, BMKG Pastikan Penyeberangan Tetap Aman

Senin, 7 September 2026 - 07:48 WIB

PJJ Mulai 7 September, MBG di Sekolah Terdampak Anak Krakatau Disetop

Senin, 7 September 2026 - 07:34 WIB

Jangan ke Bandara Dulu, 8 Bandara Ditutup akibat Abu Anak Krakatau

Berita Terbaru