BANGKOK, POSNEWS.CO.ID – Istana Thailand mengumumkan kabar duka yang sangat mendalam pada hari Jumat. Putri Bajrakitiyabha meninggal dunia setelah berjuang melawan sakit keras.
Sang putri menghembuskan napas terakhir setelah koma selama tiga tahun lebih. Sebab, ia wafat dalam usia 47 tahun setelah menjalani perawatan intensif.
Perjalanan Medis dan Masa Koma Panjang
Biro Rumah Tangga Kerajaan menjelaskan bahwa sang putri wafat pada hari Kamis kemarin. Sebelumnya, sang putri pingsan akibat serangan jantung saat melakukan perjalanan dinas ke wilayah provinsi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Peristiwa pilu tersebut berlangsung pada Desember tahun dua ribu dua puluh dua lalu. Akibatnya, ia harus menjalani perawatan koma di rumah sakit secara terus-menerus sejak saat itu.
Ketidakpastian Pewaris Takhta Kerajaan
Putri Bajrakitiyabha merupakan salah satu dari tiga anak raja yang memiliki gelar resmi dari istana. Namun, Raja Maha Vajiralongkorn belum menunjuk pewaris takhta resmi hingga saat ini.
Raja yang kini berusia 73 tahun tersebut memegang tampuk kekuasaan sejak tahun 2016. Sementara itu, sang putri lahir pada tanggal 7 Desember tahun 1978.
Ia merupakan putri tunggal dari pernikahan raja dengan mantan istrinya, Putri Soamsawali. Kedua orang tuanya kemudian resmi bercerai pada tahun 1991.
Kiprah Diplomasi Hukum “Putri Bha”
Rakyat Thailand menyapa sang putri dengan sebutan hangat “Putri Bha” semasa hidupnya. Dengan demikian, ia memiliki kedekatan emosional yang sangat erat dengan masyarakat luas.
Ia pernah mengemban tugas penting sebagai Duta Besar Thailand untuk Austria, Slovakia, dan Slovenia. Selain itu, ia aktif bekerja bersama Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk melindungi hak-hak perempuan.
Sang putri meraih gelar master dan doktor bidang hukum dari Universitas Cornell di Amerika Serikat. Pada akhirnya, kepergian tokoh intelektual ini meninggalkan duka yang sangat mendalam bagi seluruh rakyat Thailand.












