Amerika Serikat dan Iran Dekati Kesepakatan Damai

Sabtu, 13 Juni 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Terobosan besar diplomasi global. Amerika Serikat dan Iran mendekati kesepakatan damai akhir untuk mengakhiri perang tiga bulan dan memulihkan pasokan energi dunia. Dok: Istimewa.

Terobosan besar diplomasi global. Amerika Serikat dan Iran mendekati kesepakatan damai akhir untuk mengakhiri perang tiga bulan dan memulihkan pasokan energi dunia. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Amerika Serikat mengumumkan bahwa perundingan damai dengan Iran telah mendekati garis akhir pekan ini. Sebab, kedua belah pihak bersiap menandatangani kesepakatan penting untuk mengakhiri perang tiga bulan mereka.

Seorang pejabat senior AS membocorkan informasi mengenai draf nota kesepahaman (MOU) tersebut kepada para wartawan. Oleh karena itu, para diplomat kini sedang merancang jadwal penandatanganan dokumen resmi di Eropa dalam beberapa hari ke depan.

Pemusnahan Cadangan Uranium dan Pembukaan Selat

Sementara itu, kesepakatan damai ini mewajibkan Iran untuk menghentikan program pengembangan senjata nuklir secara permanen. Selain itu, Iran harus segera membuka kembali jalur pelayaran Selat Hormuz bagi lalu lintas kapal dagang internasional.

Pemerintah Amerika Serikat juga berjanji untuk mencabut blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran setelah penandatanganan tersebut selesai. Namun, Amerika Serikat hanya akan mencairkan aset keuangan Iran yang membeku secara bertahap.

Sebab, pencairan dana tersebut sepenuhnya bergantung pada kepatuhan nyata para pemimpin Iran di lapangan. “Mereka tidak akan mendapatkan apa pun sebelum menunjukkan bukti kepatuhan yang jelas,” tegas pejabat senior tersebut.

Skema Kepatuhan dan Imbalan Ekonomi

Dengan demikian, Iran baru akan menerima imbalan ekonomi setelah mereka menyerahkan seluruh bahan nuklir berbahaya. Para ahli memperkirakan Iran saat ini masih menyimpan cadangan uranium berkadar tinggi seberat sembilan ratus pon.

Baca Juga :  UEA Diserang Rudal Iran Saat AS Paksa Buka Jalur Energi

Akibatnya, proses penarikan bahan peledak yang sangat sensitif ini membutuhkan penanganan teknis yang sangat hati-hati. Tim teknis kedua negara akan melakukan negosiasi lanjutan selama enam puluh hari untuk mengatur pemusnahan uranium tersebut.

Di sisi lain, stasiun televisi pemerintah Iran menyajikan sudut pandang yang berbeda mengenai draf kesepakatan ini. Meskipun begitu, pihak Washington menganggap laporan sepihak Iran tersebut murni untuk konsumsi politik domestik mereka saja.

Presiden Donald Trump sendiri berencana bertolak menuju Prancis pekan depan untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi G7. Pada akhirnya, dunia internasional menanti penandatanganan bersejarah ini demi memulihkan stabilitas energi dan ekonomi global.

Penulis : Alifa Latifa

Editor : Alifa Latifa

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Trump Tegaskan Gencatan Senjata AS-Iran Resmi Berakhir
Penembakan Houston Bongkar Kelalaian ICE dan DHS
Zelenskyy Bentuk Pasukan Khusus Penghancur Energi Rusia
Trump Siapkan Seribu Rudal Pasca-Pemakaman Ali Khamenei
Rusia Paksa 1,6 Juta Anak Ukraina Ikut Indoktrinasi Militer
Langkah Mulus Andy Burnham: Kantongi Dukungan 80 Persen
Militer AS: Gencatan Senjata Selat Hormuz Runtuh
Flu Burung H5 Serang Australia: Kasus Pertama

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 09:00 WIB

Trump Tegaskan Gencatan Senjata AS-Iran Resmi Berakhir

Minggu, 12 Juli 2026 - 08:00 WIB

Penembakan Houston Bongkar Kelalaian ICE dan DHS

Minggu, 12 Juli 2026 - 07:00 WIB

Zelenskyy Bentuk Pasukan Khusus Penghancur Energi Rusia

Minggu, 12 Juli 2026 - 06:00 WIB

Trump Siapkan Seribu Rudal Pasca-Pemakaman Ali Khamenei

Sabtu, 11 Juli 2026 - 16:07 WIB

Rusia Paksa 1,6 Juta Anak Ukraina Ikut Indoktrinasi Militer

Berita Terbaru

Ilustrasi, tersangka di borgol polisi. (Posnews/Net)

JABODETABEK

Teror Bom SDN Srengseng Sawah Terungkap, Polisi Tangkap MY

Senin, 13 Jul 2026 - 16:00 WIB