Uni Eropa Sepakat Memulai Negosiasi Keanggotaan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 13:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Zelenskyy gelar pembicaraan dengan utusan AS di tengah sengketa sanksi Rusia dengan Trump dan eskalasi serangan drone di Saint Petersburg. Dok: Istimewa.

Zelenskyy gelar pembicaraan dengan utusan AS di tengah sengketa sanksi Rusia dengan Trump dan eskalasi serangan drone di Saint Petersburg. Dok: Istimewa.

BRUSSELS, POSNEWS.CO.ID – Negara-negara Uni Eropa menyepakati pembukaan negosiasi keanggotaan dengan Ukraina pada hari Jumat. Sebab, koalisi Eropa ingin memberikan kepastian masa depan bagi negara yang sedang menghadapi perang tersebut.

Para duta besar dari 27 negara anggota Uni Eropa berkumpul di Brussels untuk mengambil keputusan bersejarah ini. Sementara itu, mereka juga membuka jalur negosiasi serupa untuk Moldova guna membendung pengaruh Rusia di kawasan Eropa Timur.

Pertemuan resmi para delegasi akan berlangsung pada hari Senin pekan depan di Luxembourg. Oleh karena itu, momentum ini menandai langkah awal yang sangat krusial bagi integrasi politik kedua negara tetangga tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jaminan Keamanan Pascaperang dan Sengketa NATO

Ukraina memandang keanggotaan Uni Eropa sebagai jaminan keamanan yang sangat penting pascaperang. Namun, pemerintah Ukraina masih menghadapi jalan buntu untuk bergabung dengan aliansi pertahanan NATO.

Baca Juga :  Pukulan Telak bagi RFK Jr.: Hakim AS Blokir Perombakan Kebijakan Vaksin Nasional

Pemerintahan Donald Trump saat ini menolak keras rencana keanggotaan Ukraina di dalam pakta pertahanan tersebut. Selain itu, beberapa negara sekutu juga menolak proses bergabungnya Ukraina selama pertempuran fisik masih berlangsung aktif.

Rusia sendiri menolak keras rencana perluasan wilayah pertahanan NATO di dekat perbatasan mereka. Meskipun begitu, pihak Kremlin secara konsisten menyatakan tidak keberatan terhadap rencana bergabungnya Kyiv dengan Uni Eropa.

Proses Alot 35 Bab Kebijakan

Setiap calon anggota Uni Eropa wajib merampungkan negosiasi pada 35 area kebijakan secara menyeluruh. Akibatnya, proses panjang yang meliputi sektor pertanian hingga perdagangan ini biasanya memakan waktu bertahun-tahun.

Konferensi antarpemerintah pada hari Senin akan membuka klaster bab kebijakan pertama mengenai nilai dasar organisasi. Dengan demikian, Uni Eropa ingin menguji komitmen reformasi hukum dan demokrasi di Ukraina secara langsung.

Presiden Dewan Eropa Antonio Costa menyampaikan apresiasi tinggi terhadap tekad kuat rakyat Ukraina dan Moldova. Selain itu, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyebut keputusan ini sebagai langkah taktis yang sangat berani.

Baca Juga :  Trump Luncurkan Dana Kompensasi $1,7 Miliar: Pendukung Beraksi

Sorotan Korupsi dan Usulan Jalur Alternatif

Ukraina mengajukan permohonan resmi hanya beberapa hari setelah invasi militer Rusia pada tahun 2022 kemarin. Namun, Uni Eropa tetap mengkhawatirkan tingginya tingkat korupsi serta buruknya standar peradilan di negara tersebut.

Kanselir Jerman Friedrich Merz sebelumnya mengusulkan skema keanggotaan asosiasi untuk mempercepat proses perdamaian dengan Rusia. Sebaliknya, Prancis dan Belanda mengusulkan jalur alternatif lain tanpa memberikan hak suara penuh kepada Ukraina.

Langkah berani ini bergulir saat Uni Eropa mulai merancang jalur komunikasi mandiri dengan Vladimir Putin. Sebab, perundingan damai perantara Amerika Serikat kini berjalan sangat lambat akibat fokus mereka pada perang Iran.

Sistem pengambilan keputusan Uni Eropa mewajibkan persetujuan bulat dari seluruh 27 negara anggota tanpa kecuali. Pada akhirnya, pergantian kepemimpinan pemerintah baru di Hongaria berhasil melunakkan sikap keras mereka selama ini.

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Demokrat Berjanji Batasi Kebijakan Trump Pasca Kemenangan
Partai Demokrat Kuasai Majelis Kongres dan Kalahkan Republik
Jepang Pertimbangkan Bantuan Untuk Mahkamah Internasional
Donald Trump Puji Kemenangan Demokrat dan Salahkan Perang
Partai Demokrat Kuasai Kongres Amerika Serikat, Hentikan Agenda
Pasukan Rusia Bom Sekolah Di Zaporizhzhia, 24 Tewas
Pemerintah Inggris Gandakan Waktu Tunggu Izin Tinggal
Donald Trump Fokus Renovasi Kolam Menjelang Pemilu

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 10:12 WIB

Demokrat Berjanji Batasi Kebijakan Trump Pasca Kemenangan

Jumat, 6 November 2026 - 09:40 WIB

Partai Demokrat Kuasai Majelis Kongres dan Kalahkan Republik

Jumat, 6 November 2026 - 09:05 WIB

Jepang Pertimbangkan Bantuan Untuk Mahkamah Internasional

Jumat, 6 November 2026 - 08:30 WIB

Donald Trump Puji Kemenangan Demokrat dan Salahkan Perang

Jumat, 6 November 2026 - 07:26 WIB

Partai Demokrat Kuasai Kongres Amerika Serikat, Hentikan Agenda

Berita Terbaru

Honor 700 Series tampil dengan layar kedua di modul kamera belakang. Pre-order sudah berjalan di China. Simak model, warna. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Honor 700 Series Punya Layar Kedua di Modul Kamera

Sabtu, 7 Nov 2026 - 18:15 WIB

Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia. (Posnews/Ist)

NASIONAL

Bahlil Beri Waktu 3×24 Jam, Siap Somasi Penyebar Tuduhan

Sabtu, 7 Nov 2026 - 17:17 WIB

: Motorola Signature 27 meluncur global dengan harga mulai 1.599 dolar AS. Simak chip Snapdragon, kamera 200MP, baterai 7.000mAh. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Motorola Signature 27 Meluncur dengan Snapdragon 8 Elite

Sabtu, 7 Nov 2026 - 17:13 WIB