Trump Bersiap untuk Blokade Panjang Iran: Temui Eksekutif Minyak Saat Harga Melambung

Kamis, 30 April 2026 - 15:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketahanan energi dalam tekanan. Presiden Donald Trump bertemu dengan para pemimpin industri minyak untuk memitigasi dampak blokade pelabuhan Iran yang diprediksi akan berlangsung selama berbulan-bulan di tengah lonjakan harga global. Dok: Sky News.

Ketahanan energi dalam tekanan. Presiden Donald Trump bertemu dengan para pemimpin industri minyak untuk memitigasi dampak blokade pelabuhan Iran yang diprediksi akan berlangsung selama berbulan-bulan di tengah lonjakan harga global. Dok: Sky News.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Presiden Donald Trump memperkeras posisinya dalam konflik dengan Iran. Ia menggunakan strategi tekanan ekonomi yang lebih agresif. Gedung Putih mengonfirmasi diskusi presiden dengan para petinggi perusahaan minyak. Mereka membahas mitigasi dampak blokade pelabuhan Iran. Trump memprediksi blokade ini akan berjalan selama berbulan-bulan.

Langkah ini merespons kebuntuan upaya penyelesaian konflik melalui mediator. Trump mendesak Teheran untuk segera “menjadi cerdas” dan menandatangani kesepakatan. “Mereka tidak tahu cara menandatangani kesepakatan non-nuklir. Mereka sebaiknya segera sadar!” tulis Trump dalam unggahan di Truth Social. Ia menyertakan gambar dirinya memegang senjata dengan takarir “No More Mr. Nice Guy.”

Dampak Global: Lonjakan Harga Minyak dan Biaya Perang

Strategi blokade maritim ini mengancam stabilitas ekonomi dunia secara langsung. Harga minyak mentah melonjak lebih dari 6% pada hari Rabu. Kontrak Brent mencapai level tertinggi dalam satu bulan terakhir. Para eksekutif minyak dan pemerintah kini mencari cara menstabilkan pasar. Hal ini penting bagi konsumen Amerika di tengah prospek blokade panjang.

Di sisi militer, Pentagon merilis estimasi biaya konflik untuk pertama kalinya. Biaya perang ini telah mencapai $25 miliar. Konflik yang berlangsung selama dua bulan ini menelan biaya besar. Selain itu, perang memicu gangguan pasokan energi Timur Tengah dan pergolakan ekonomi global.

Krisis Ekonomi dan Penindasan di Internal Iran

Di pihak lain, Iran menghadapi tekanan ekonomi yang sangat berat. Mata uang Iran jatuh ke rekor terendah pada hari Rabu. Bank sentral melaporkan tingkat inflasi bulanan sebesar 65,8%. Juru bicara parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, menuduh Trump mencoba memecah belah rakyat Iran melalui blokade tersebut.

Situasi hak asasi manusia di Iran juga memburuk di tengah krisis ekonomi. Kepala HAM PBB, Volker Turk, melaporkan bahwa otoritas Iran mengeksekusi setidaknya 21 orang sejak perang dimulai. Mereka juga menangkap lebih dari 4.000 orang atas tuduhan keamanan nasional. Ketegangan ini terjadi saat Iran mengalami krisis kepemimpinan. Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan AS-Israel. Hal ini memberikan kekuasaan lebih besar kepada faksi garis keras Garda Revolusi (IRGC).

Kebuntuan Diplomasi: Syarat Nuklir vs Penghentian Konflik

Hingga saat ini, upaya diplomasi melalui mediator Pakistan masih menemui jalan buntu. Iran menawarkan penghentian perang secara bertahap. Namun, mereka ingin menunda pembahasan program nuklir. Mereka meminta isu nuklir dibahas setelah konflik berakhir dan masalah pelayaran selesai. Trump menolak syarat ini. Ia menuntut pembahasan isu nuklir sejak awal perundingan.

Baca Juga :  5 Oknum TNI AL Keroyok Guru SMK di Talaud, Warga Geruduk Mako Lanal Melonguane

Saat ini, Iran memiliki stok sekitar 440 kilogram uranium dengan tingkat pengayaan 60%. Material ini dapat menjadi beberapa senjata nuklir jika melalui pengayaan lebih lanjut. Teheran tetap bersikeras bahwa ambisi nuklirnya bersifat damai. Sebaliknya, Washington memandang cadangan tersebut sebagai ancaman keamanan global yang mendesak.

Tekanan Domestik bagi Trump

Meskipun bersikap keras, Trump menghadapi tantangan politik di dalam negeri. Lonjakan harga bensin mulai membebani masyarakat Amerika. Hal ini terlihat dari penurunan tingkat kepuasan publik (approval rating) ke angka 34%. Angka tersebut merupakan level terendah dalam masa jabatannya saat ini.

Masyarakat internasional memantau efektivitas strategi blokade berbulan-bulan ini. Apakah langkah tersebut berhasil memaksa Iran ke meja perundingan? Ataukah blokade justru memicu “aksi militer yang belum pernah terjadi sebelumnya” sesuai ancaman Teheran? Di tahun 2026 yang penuh ketidakpastian, adu kekuatan Washington dan Teheran akan menentukan arah stabilitas energi dunia.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Zelenskyy dan Trump Gelar Pertemuan Penting di Gedung Putih
Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China
El Nino Kuat dan Mandat B50 Indonesia Dorong Penguatan Pasar
Pemerintah Minta AS Bebaskan Tarif Impor Minyak Sawit
Malaysia Siapkan Peningkatan Campuran Biodiesel B12 dan B15
Puncak 15 Pekan: Harga Minyak Sawit Malaysia Melandai
Lonjakan Harga Global Tekan Impor Minyak Nabati India
Polisi Tembak Mati Pelaku Penabrakan Minivan Pride

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:12 WIB

Zelenskyy dan Trump Gelar Pertemuan Penting di Gedung Putih

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:09 WIB

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:00 WIB

El Nino Kuat dan Mandat B50 Indonesia Dorong Penguatan Pasar

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:17 WIB

Pemerintah Minta AS Bebaskan Tarif Impor Minyak Sawit

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:13 WIB

Malaysia Siapkan Peningkatan Campuran Biodiesel B12 dan B15

Berita Terbaru

Langkah taktis amankan benteng udara. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menemui Donald Trump di Washington guna membahas produksi mandiri rudal Patriot. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy dan Trump Gelar Pertemuan Penting di Gedung Putih

Kamis, 30 Jul 2026 - 16:12 WIB

Langkah taktis Teheran amankan wilayah udara. Iran membeli 400 peluncur rudal panggul buatan China bernilai 70 juta dolar AS guna memperkuat pertahanan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China

Kamis, 30 Jul 2026 - 14:09 WIB