Sindikat Haji Ilegal Diburu, Satgas Haji 2026 Ungkap Fakta Mengejutkan

Kamis, 30 April 2026 - 18:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakapolri menyampaikan hasil kerja Satgas Haji 2026 dalam mengungkap kasus haji ilegal di Mabes Polri Jakarta. (Posnews/Ist)

Wakapolri menyampaikan hasil kerja Satgas Haji 2026 dalam mengungkap kasus haji ilegal di Mabes Polri Jakarta. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Gebrakan cepat ditunjukkan Satgas Penanganan Haji dan Umrah Ilegal.

Meski baru dibentuk sejak 14 April 2026, satuan tugas ini langsung tancap gas membongkar praktik kejahatan yang menyasar calon jemaah haji Indonesia.

Wakapolri, Komjen Pol. Dedi Prasetyo, menegaskan negara tidak tinggal diam.

Melalui sinergi Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Kementerian Haji dan Umrah, perlindungan terhadap masyarakat kini diperkuat secara masif, baik di dalam negeri maupun luar negeri.

“Satgas Haji bergerak dengan pendekatan preemtif, preventif, dan represif. Kami pastikan penegakan hukum berjalan tegas dan profesional,” tegas Dedi di Bareskrim Mabes Polri, Kamis (30/4/2026).

115 Laporan Masuk, 68 Kasus Diproses

Selanjutnya, hasil kerja Satgas langsung terlihat. Dalam waktu singkat, tercatat 115 laporan masyarakat terkait dugaan penipuan dan praktik haji ilegal.

Dari jumlah itu, sebanyak 68 kasus kini tengah ditangani secara intensif.

Baca Juga :  KPK Tetapkan Gus Yaqut Tersangka Korupsi Kuota Haji, Kerugian Negara Rp 1 Triliun

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lonjakan laporan ini terjadi setelah aparat gencar melakukan edukasi publik. Masyarakat mulai sadar dan berani melapor ketika menemukan indikasi penipuan.

Tak hanya itu, hasil pemetaan juga mengungkap adanya pelaku berulang yang sudah melakukan penipuan hingga puluhan kali.

“Pelaku seperti ini harus ditindak tegas agar memberi efek jera,” ujarnya.

Kemudian, Satgas menemukan pola lama yang terus berulang. Pelaku menawarkan haji instan tanpa antrean dengan berbagai janji manis.

Namun di balik itu, korban justru terjerat penipuan dan berisiko gagal berangkat.

Karena itu, Polri memperkuat pengawasan serta menelusuri jaringan pelaku hingga ke akar, termasuk perusahaan atau agen yang terlibat.

Kolaborasi hingga Arab Saudi

Sementara itu, perlindungan tidak hanya dilakukan di Indonesia. Polri juga memperluas koordinasi hingga ke Arab Saudi melalui perwakilan RI dan aparat setempat.

Langkah ini diambil menyusul kasus tiga WNI yang diamankan aparat Arab Saudi terkait dugaan pemalsuan dokumen haji.

Baca Juga :  Bendera One Piece Lebih Diburu Ketimbang Merah Putih di Bekasi Jelang HUT RI

Dengan kolaborasi lintas negara, pemerintah ingin memastikan tidak ada celah bagi pelaku kejahatan.

Lebih lanjut, penanganan kasus dilakukan secara komprehensif. Satgas mengedepankan mediasi dan keadilan restoratif.

Namun jika tidak tercapai kesepakatan, proses hukum akan dijalankan tanpa kompromi.

“Kami tidak ragu menindak tegas jika unsur pidana terpenuhi,” tegas Dedi.

Di sisi lain, Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengapresiasi langkah cepat Polri. Ia menegaskan negara hadir penuh untuk melindungi jemaah dari praktik kejahatan.

Ke depan, sinergi akan diperkuat, termasuk rencana melibatkan unsur Polri dalam struktur Amirul Hajj guna meningkatkan pengamanan di Tanah Suci.

Dengan langkah cepat, data kuat, dan penegakan hukum tegas, Satgas Haji 2026 menunjukkan komitmen nyata: tidak ada ruang bagi mafia haji ilegal. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tragis! Mobil Dinas Pejabat Pandeglang Tabrak Siswa SD, 1 Tewas dan 8 Luka
Diplomasi Telepon Trump-Putin: Usulan Gencatan Senjata
Bareskrim Bongkar Modus Haji Instan, Jamaah Dikirim Pakai Visa Tenaga Kerja
Menhan Pete Hegseth Bela Biaya Perang Iran Senilai $25 Miliar
May Day 2026: 200 Ribu Buruh Kepung Monas, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
Trump Bersiap untuk Blokade Panjang Iran: Temui Eksekutif Minyak Saat Harga Melambung
Raja Charles III Beri Penghormatan di Ground Zero dan Kunjungi Harlem
WNI Ditangkap di Mekkah! Sindikat Penipuan Haji Ilegal Terbongkar, Pakai Atribut Petugas

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 18:53 WIB

Sindikat Haji Ilegal Diburu, Satgas Haji 2026 Ungkap Fakta Mengejutkan

Kamis, 30 April 2026 - 18:09 WIB

Tragis! Mobil Dinas Pejabat Pandeglang Tabrak Siswa SD, 1 Tewas dan 8 Luka

Kamis, 30 April 2026 - 16:35 WIB

Diplomasi Telepon Trump-Putin: Usulan Gencatan Senjata

Kamis, 30 April 2026 - 16:34 WIB

Bareskrim Bongkar Modus Haji Instan, Jamaah Dikirim Pakai Visa Tenaga Kerja

Kamis, 30 April 2026 - 16:29 WIB

Menhan Pete Hegseth Bela Biaya Perang Iran Senilai $25 Miliar

Berita Terbaru

Sinyal perdamaian dari Ruang Oval. Presiden Donald Trump mengusulkan gencatan senjata sementara di Ukraina saat memperingati berakhirnya Perang Dunia II, sembari menolak tawaran bantuan nuklir Iran dari Vladimir Putin sebelum perang di Eropa berakhir. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Diplomasi Telepon Trump-Putin: Usulan Gencatan Senjata

Kamis, 30 Apr 2026 - 16:35 WIB

Konfrontasi di Kongres. Menteri Pertahanan Pete Hegseth menghadapi tekanan dari anggota Partai Demokrat terkait biaya perang yang membengkak dan pembersihan kepemimpinan di Pentagon tanpa persetujuan Kongres. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Menhan Pete Hegseth Bela Biaya Perang Iran Senilai $25 Miliar

Kamis, 30 Apr 2026 - 16:29 WIB