Kisah Alex si Burung Nuri yang Mengubah Pandangan Dunia Sains

Jumat, 15 Mei 2026 - 09:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Berpacu dengan pemanasan global. Saat krisis iklim mengubah habitat dunia secara drastis, para ilmuwan meneliti sejauh mana kemampuan genetik makhluk hidup untuk beradaptasi secara cepat guna menghindari ancaman kepunahan massal. Dok: Istimewa.

Berpacu dengan pemanasan global. Saat krisis iklim mengubah habitat dunia secara drastis, para ilmuwan meneliti sejauh mana kemampuan genetik makhluk hidup untuk beradaptasi secara cepat guna menghindari ancaman kepunahan massal. Dok: Istimewa.

MASSACHUSETTS, POSNEWS.CO.ID – Sebuah terobosan besar dalam dunia sains bermula dari keberanian seorang lulusan Universitas Harvard pada tahun 1977. Irene Pepperberg memutuskan untuk meneliti apa yang ada di dalam pikiran makhluk lain dengan cara berbicara langsung kepadanya.

Pada masa itu, para ilmuwan masih menganggap hewan sebagai robot otomatis. Mereka percaya bahwa hewan hanya bereaksi terhadap rangsangan tanpa kemampuan berpikir. Namun, Pepperberg membawa Alex, seekor nuri abu-abu Afrika berusia satu tahun, ke laboratoriumnya untuk membuktikan hal sebaliknya.

Menantang Dogma “Hewan sebagai Mesin”

Pepperberg ingin mengetahui bagaimana Alex melihat dunia melalui komunikasi verbal. Oleh karena itu, ia mengajarkan Alex untuk memproduksi suara bahasa Inggris secara sistematis. Banyak peneliti awalnya meragukan langkah ini karena ukuran otak Alex yang hanya sebesar kacang kenari.

Para ilmuwan saat itu meyakini bahwa hanya primata besar seperti simpanse yang layak menjadi subjek studi kognisi. Meskipun demikian, Pepperberg tetap gigih melakukan pelatihan selama puluhan tahun. Hasilnya, Alex berubah menjadi komunikator yang sangat handal dan cerdas.

Baca Juga :  Araghchi Kejar Kesepakatan di Tengah Hujan Sanksi

Bukti Kecerdasan: Kreativitas dan Logika

Kemampuan Alex melampaui sekadar meniru suara. Ia mampu menggunakan vokalnya untuk mengekspresikan pemikiran orisinal. Sebagai contoh, Alex menciptakan kata “banerry” untuk menyebut buah apel. Ia menggabungkan rasa pisang (banana) dan tampilan ceri (cherry) yang ia rasakan pada apel tersebut.

Selain itu, Alex menunjukkan kemampuan logika yang tajam. Saat Pepperberg menyodorkan dua benda berbeda, Alex mampu mengidentifikasi persamaan dan perbedaannya secara instan. Ia bisa menyebutkan apakah warna, bentuk, atau ukurannya yang berbeda. Selanjutnya, Alex juga memahami konsep angka dan aritmatika sederhana secara akurat.

Kehidupan Sosial dan Kepribadian “Remaja”

Alex tidak hidup dalam isolasi karena ia menganggap manusia di sekitarnya sebagai kawanannya. Namun, layaknya komunitas sosial, dinamika emosi sering kali muncul dalam laboratorium tersebut. Alex terkadang bersikap moody atau mendominasi burung nuri muda lainnya.

Baca Juga :  Giovanni van Bronckhorst Dijagokan Latih Timnas Indonesia, Sumardji Bergerak ke Eropa

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bahkan, Alex sering menginterupsi sesi belajar burung lain dengan perintah “Bicara yang jelas!”. Pepperberg menyebut perilaku ini mirip dengan seorang remaja yang mudah bosan dan terkadang keras kepala. Dengan demikian, Alex membuktikan bahwa ia tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga kedalaman emosi.

Warisan Abadi bagi Dunia Sains

Alex mati pada September 2025 di usia 31 tahun. Kematiannya meninggalkan duka mendalam bagi komunitas sains global. Singkatnya, pekerjaan Pepperberg dan Alex telah mengubah cara manusia memandang kerajaan hewan secara permanen.

Akhirnya, anggapan bahwa hewan hanyalah robot kini telah usang. Melalui dedikasi selama 30 tahun, Alex memberikan jendela bagi manusia untuk melihat kognisi spesies lain. Di tahun 2026 ini, warisan penelitian tersebut terus memotivasi para ilmuwan untuk melindungi biodiversitas dan menghargai kecerdasan setiap makhluk hidup di Bumi.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

WN Italia Dijambret di Bundaran HI, Polisi Buru Pelaku Bermotor Merah
Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus, 334 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jabotabek
Bagaimana Gajah Namibia Mendengar Dunia Melalui Kaki dan Belalai?
Danau Bosumtwi dan Upaya Peneliti Membaca Jejak Iklim Purba
Penembak Bripka Arya Supena di Lampung Tewas Ditembak Polisi Usai Baku Tembak
Pria Perekam Wanita Mandi di Muara Baru Ditangkap, Aksi Cabul di Toilet Umum Bikin Geger
Pencuri MacBook di Kalideres Ditangkap, Aksi Terekam CCTV Viral di Medsos
Jack Horner dan Runtuhnya Mitos T-Rex sebagai Pemburu Ulung

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:54 WIB

WN Italia Dijambret di Bundaran HI, Polisi Buru Pelaku Bermotor Merah

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:45 WIB

Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus, 334 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jabotabek

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:53 WIB

Bagaimana Gajah Namibia Mendengar Dunia Melalui Kaki dan Belalai?

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:46 WIB

Danau Bosumtwi dan Upaya Peneliti Membaca Jejak Iklim Purba

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:36 WIB

Penembak Bripka Arya Supena di Lampung Tewas Ditembak Polisi Usai Baku Tembak

Berita Terbaru

Sumber: Pfüderi.ch

INTERNASIONAL

Bagaimana Gajah Namibia Mendengar Dunia Melalui Kaki dan Belalai?

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:53 WIB

Sumber: Flickr/Stig Nygaard

INTERNASIONAL

Danau Bosumtwi dan Upaya Peneliti Membaca Jejak Iklim Purba

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:46 WIB