Bareskrim Tangkap Red Notice Interpol Kasus Scam Online Jaringan Kamboja

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi mengamankan pelaku perampokan berkedok teman kencan di wilayah Cisauk, Kabupaten Tangerang.
(Posnews/Pexel)

Polisi mengamankan pelaku perampokan berkedok teman kencan di wilayah Cisauk, Kabupaten Tangerang. (Posnews/Pexel)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Pelarian buronan internasional berinisial LCS akhirnya berakhir di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Warga negara Indonesia (WNI) yang masuk daftar Red Notice Interpol itu ditangkap aparat saat tiba di Indonesia pada Minggu (3/5/2026).

Saat ini, LCS masih menjalani pemeriksaan intensif di Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri terkait kasus penipuan online lintas negara yang diduga dikendalikan jaringan internasional dari Kamboja.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Himawan Bayu Aji, mengatakan tersangka diduga berperan penting dalam menjalankan operasi penipuan digital yang menjerat banyak korban di Indonesia.

“Berdasarkan hasil penyidikan, LCS diduga berperan sebagai operator dalam menjalankan aksi penipuan online menggunakan platform bernama Abbishopee,” ujar Himawan dalam keterangannya, Selasa (5/5/2026).

Baca Juga :  Jaga Kekhusyukan: Cara Mengatur Screen Time Selama Bulan Suci

Polisi mengungkap, kasus ini telah memicu sedikitnya 23 laporan polisi dari berbagai daerah di Indonesia.

Untuk mempercepat proses penyidikan, seluruh laporan kini ditarik dan ditangani terpusat oleh Dittipidsiber Bareskrim Polri.

Penyidik menduga para pelaku menjalankan modus penipuan investasi dan belanja online palsu yang menjanjikan keuntungan cepat, namun justru menguras uang korban.

Tiga Pelaku Sudah Divonis

Sebelum menangkap LCS, polisi lebih dulu membekuk tiga tersangka lain yang terlibat dalam jaringan tersebut.

Ketiganya telah menjalani proses hukum hingga divonis di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Baca Juga :  Framing Begal Tak Cukup Dibantah, Polda Metro Harus Jawab dengan Patroli dan Kinerja Nyata

Namun, polisi meyakini jaringan ini masih lebih luas dan melibatkan pelaku lain di luar negeri.

Himawan menegaskan penangkapan LCS menjadi bukti keseriusan Polri dalam memburu pelaku kejahatan siber internasional.

“Penangkapan ini merupakan hasil kerja sama lintas negara dan bentuk komitmen kami memberantas penipuan online yang merugikan masyarakat luas,” tegasnya.

Selain itu, penyidik kini menelusuri aliran dana hasil kejahatan untuk mengungkap jaringan yang lebih besar sekaligus memulihkan kerugian korban.

“Kami akan terus mengembangkan kasus ini untuk membongkar jaringan internasional lainnya,” pungkas Himawan. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Din Syamsuddin Disebut Jadi Penjamin, Roy Suryo Siapkan Perlawanan Hukum
Jejak Uang Narkoba Fredy Pratama Terbongkar, Frans Antony Bawa Rp1 Miliar per Pengiriman
Presiden Lai Ching-te Tegaskan Pertahanan Taiwan
Polda Metro Periksa Kertas, Tinta hingga Watermark dalam Kasus Ijazah Jokowi
Anthropic Resmi Buka Kantor di Seoul Pascaboikot Model AI
Frans Antony Tumbang, Polri Selangkah Lagi Bongkar Kerajaan Narkoba Fredy Pratama
Polda Metro: Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa untuk Pelimpahan ke Jaksa
Viral Dikira Begal, Polisi Ungkap Pelajar Tewas Akibat Pengeroyokan Brutal di Grogol

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:52 WIB

Din Syamsuddin Disebut Jadi Penjamin, Roy Suryo Siapkan Perlawanan Hukum

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:36 WIB

Jejak Uang Narkoba Fredy Pratama Terbongkar, Frans Antony Bawa Rp1 Miliar per Pengiriman

Jumat, 19 Juni 2026 - 17:19 WIB

Presiden Lai Ching-te Tegaskan Pertahanan Taiwan

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:15 WIB

Anthropic Resmi Buka Kantor di Seoul Pascaboikot Model AI

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:14 WIB

Frans Antony Tumbang, Polri Selangkah Lagi Bongkar Kerajaan Narkoba Fredy Pratama

Berita Terbaru

Menjaga kedaulatan demokrasi. Presiden Taiwan Lai Ching-te menegaskan hak pertahanan negara dan mendesak persetujuan pembelian senjata baru dari AS. Dok: Britannica.

INTERNASIONAL

Presiden Lai Ching-te Tegaskan Pertahanan Taiwan

Jumat, 19 Jun 2026 - 17:19 WIB